Pelet es adalah jenis endapan yang terdiri dari bola es kecil, keras, dan tembus cahaya. Pelet es berbeda dari graupel, terdiri dari pelet putih beku, dan campuran hujan dan salju, yang cairan atau semi-padat. Pelet Es sering memantul saat mengenai tanah atau benda padat lainnya, dan mengeluarkan bunyi bernada tinggi saat mengenai benda seperti jaket, kaca, dan daun kering, dibandingkan dengan percikan tumpul tetesan air hujan. Pelet es umumnya tidak membeku menjadi massa padat lainnya kecuali jika tercampur dengan hujan beku.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pelet es[1] (bahasa Inggris: ice pellets, sleetcode: en is deprecated ) adalah jenis endapan yang terdiri dari bola es kecil, keras, dan tembus cahaya. Pelet es berbeda dari graupel[2] ("hujan es lembut"), terdiri dari pelet putih beku, dan campuran hujan dan salju, yang cairan atau semi-padat. Pelet Es sering memantul saat mengenai tanah atau benda padat lainnya, dan mengeluarkan bunyi bernada tinggi saat mengenai benda seperti jaket, kaca, dan daun kering, dibandingkan dengan percikan tumpul tetesan air hujan. Pelet es umumnya tidak membeku menjadi massa padat lainnya kecuali jika tercampur dengan hujan beku.
Pelet es, atau dikenal sebagai sleet di Amerika Serikat, adalah istilah resmi yang digunakan oleh Layanan Cuaca Nasional AS. Namun, di sebagian besar negara Persemakmuran, termasuk Kanada, istilah "sleet" merujuk pada campuran antara hujan dan salju. Karena hal ini, Environment Canada tidak menyebutnya sleet dan lebih menggunakan istilah "pelet es" atau "salju basah".[3]
Di sebagian besar dunia, pelet es hanya muncul dalam jangka waktu singkat dan tidak menumpuk dalam jumlah yang signifikan, sehingga tidak menjadi masalah besar. Namun, di bagian timur Amerika Serikat dan tenggara Kanada, aliran udara hangat yang berasal dari Teluk Meksiko dapat memengaruhi udara dingin yang lebih berat di permukaan, bahkan hingga ratusan mil, terutama ketika terjadi sistem badai besar. Di kawasan ini, akumulasi pelet es antara 2-5 cm (0,8-2,0 inci) bukanlah hal yang jarang. Dampak dari penumpukan pelet es yang signifikan ini mirip dengan akumulasi salju. Akan tetapi, terdapat satu perbedaan penting: untuk volume salju yang sama, pelet es memiliki berat yang jauh lebih besar, sehingga lebih sulit untuk dibersihkan. Selain itu, pelet es juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencair dibandingkan dengan jumlah salju segar yang setara, hal ini disebabkan oleh luas permukaan yang lebih kecil.[4]