Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Pelatihan kerja merupakan salah satu jalur untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan karier tenaga kerja.
Di Eropa dan Malaysia secara garis besar dapat dibagi menjadi pendidikan dan pelatihan vokasi tahap awal (IVET) dan pendidikan dan pelatihan vokasi tahap lanjutan (CVET).IVET adalah pendidikan dan pelatihan sebelum masuk dunia kerja pada sistem pendidikan dan pelatihan yang relevan .CVET adalah pendidikan dan pelatihan sesudah masuk dunia kerja, termasuk di dalamnya adalah pelatihan bagi pekerja yang mencari pekerjaan baru setelah di-PHK dan pelatihan di dalam internal perusahaan.IVET mengacu pada pendidikan vokasi.
Eropa
Jerman
Jerman menerapkan sistem wajib belajar yang berlaku sampai dengan anak berusia 15 tahun, bagi yang memilih untuk bekerja setelah usia 15 tahun, diwajibkan untuk mengikuti pelatihan kerja di sekolah vokasi sambil bekerja di perusahaan sampai berusia 18 tahun (dual sistem). Terdapat sekitar 350 jenis pelatihan kerja.
Asia
Malaysia
CVET di Malaysia dilaksanakan oleh NDTS di bawah Kementerian Sumber Manusia, berupa pelatihan pemagangan mengacu pada dual sistem di Jerman.
Secara terpisah CVET juga dilaksanakan di masing-masing negara bagian.
Jepang
Pelatihan kerja di Jepang diselenggarakan oleh negara melalui Sekolah Pengembangan Kemampuan bagi Disabilitas (障害者職業能力開発校) serta Politeknik Pengembangan Kemampuan Kerja (職業能力開発大学校) (julukan: Politeknik College) dan (職業能力開発促進センター) (julukan: Politeknik Center), juga diselenggarakan oleh masing-masing prefektur melalui Sekolah Pengembangan Kemampuan Kerja (職業能力開発校) dengan nama yang berbeda di tiap prefektur.
Pelatihan Kerja Karyawan Baru
Pelatihan merupakan bagian penting dari proses onboarding, di mana karyawan baru sering dilatih secara langsung di tempat kerja dan dibimbing oleh rekan kerja yang lebih berpengalaman melalui metode mentoring, shadowing, dan aktivitas praktik. Pelatihan kerja dan onboarding karyawan baru merupakan proses penting yang membantu transisi karyawan baru agar dapat memperoleh sikap, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang diperlukan untuk bekerja secara efektif di lingkungan baru. Proses onboarding yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja, mempercepat integrasi, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan komitmen dan produktivitas karyawan baru. Penelitian menunjukkan bahwa onboarding yang efektif dapat meningkatkan kemungkinan karyawan bertahan hingga 3 tahun sebesar 69% dan meningkatkan produktivitas karyawan baru sebesar 50% [3]. Praktik onboarding yang baik meliputi [4][5]:
- Penyambutan personal dan tur fasilitas. Penyambutan personal sangat dianjurkan dalam proses onboarding. Beberapa organisasi, seperti Southwest Airlines, menyelenggarakan acara khusus untuk menyambut karyawan baru dalam suasana santai dan ramah, seperti "New Hire Celebration" yang menekankan keberhasilan bersama. Pada banyak organisasi, atasan baru sering diajak makan siang atau diberikan sambutan khusus oleh manajer [6]. Penyambutan personal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang mendukung dan membuat karyawan baru merasa dihargai serta menjadi bagian dari tim [5]. Pelatihan kerja dan onboarding karyawan baru yang mencakup penyambutan personal dan tur fasilitas sangat penting untuk memastikan karyawan baru dapat beradaptasi, merasa diterima, dan produktif di lingkungan kerja baru. Praktik terbaik untuk penyambutan personal dan tur fasilitas meliputi persiapan tempat kerja, pelatihan di tempat, pengenalan budaya organisasi, klarifikasi peran, integrasi sosial, serta monitoring dan umpan balik secara berkala. Pendekatan onboarding yang formal, partisipatif, dan terstruktur terbukti meningkatkan retensi, kepuasan, dan kinerja karyawan baru [3][5][7]
- Penyampaian informasi praktis dan budaya organisasi. Budaya organisasi adalah seperangkat nilai dan keyakinan bersama yang membimbing perilaku anggota organisasi. Penanaman budaya organisasi pada karyawan baru dapat dilakukan melalui:
- Orientasi yang menekankan nilai, norma, dan perilaku yang diharapkan [8].
- Workshop, seminar, dan pelatihan khusus untuk menanamkan nilai teamwork, komunikasi, dan pembelajaran [9]
- Penyampaian visi perubahan melalui media seperti poster, surat informasi, pamflet, dan seminar [10]
- Mentoring dan networking untuk membantu karyawan baru memahami ekspektasi budaya yang tidak tertulis [8]
- Penjelasan tentang struktur informal, ritual, kode perilaku, jargon, dan preferensi organisasi [11]
- Pelatihan di tempat kerja (On-the-Job Training), penugasan mentor/buddy, dan pertemuan dengan pemangku kepentingan. Pelatihan kerja untuk karyawan baru umumnya dilakukan secara langsung di tempat kerja (face-to-face workplace training). Banyak studi menunjukkan pelatihan ini didukung oleh manajemen, meski belum ada konsensus tentang praktik terbaik. Manajemen yang mendukung pelatihan dapat menciptakan budaya organisasi yang positif, menyediakan tempat belajar yang aman, sumber daya, teknologi, dan waktu yang cukup agar pelatihan berjalan efektif. Pelatihan sering melibatkan aktivitas praktik, shadowing, dan pembelajaran dari rekan kerja yang lebih berpengalaman [4][5][12]. Setiap karyawan baru biasanya ditugaskan seorang mentor atau buddy yang bertanggung jawab untuk: (1) mengenalkan metode kerja, praktik, dan lingkungan kerja, (2) mengintegrasikan karyawan baru ke dalam tim, dan (3) menjadi titik kontak untuk berbagai masalah Memastikan fasilitas kerja tersedia saat mulai bekerja (workstation, akses IT, dll) [13][14]. Mentor yang dipilih harus menjadi teladan, mendapatkan pelatihan khusus, mudah didekati, dan mampu memberikan eksposur organisasi kepada karyawan baru. Penting untuk memastikan mentor tidak menularkan kebiasaan buruk atau prosedur yang tidak sesuai, karena hal ini dapat berdampak negatif pada karyawan baru
- Memantau kemajuan secara berkala selama tahun pertama. Masa perobaan umumnya diterapkan masa percobaan enam bulan dengan pertemuan bulanan antara karyawan baru dan supervisor untuk evaluasi kehadiran, ketepatan waktu, kemajuan posisi, dan diskusi terbuka [15]. Supervisor bertanggung jawab memantau dan mengevaluasi kinerja, memberikan umpan balik, melakukan wawancara korektif, serta retraining jika diperlukan [16]. Pemantauan dapat menggunakan indikator kinerja utama (KPI) baik kuantitatif (misal: efisiensi operasional) maupun kualitatif (misal: sikap karyawan terhadap pelatihan). Evaluasi harus didokumentasikan dan hasilnya digunakan untuk menyesuaikan program pelatihan atau pendekatan onboarding [17].
Pelatihan juga berfungsi untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman, serta membangun struktur sosial yang mendukung antara karyawan baru dan lama. Pemberian penghargaan dan pengakuan atas praktik kerja yang aman dapat meningkatkan motivasi dan perilaku kerja yang baik [18]. Manajer bertanggung jawab untuk mengawasi pelatihan karyawan baru, memantau dan mengevaluasi kinerja, serta melakukan wawancara korektif dan pelatihan ulang jika diperlukan [19]. Pelatih yang baik dapat berperan sebagai "buddy" yang mendampingi karyawan baru, memberikan nasihat, dan menjawab pertanyaan yang mungkin tidak berani ditanyakan kepada supervisor. Namun, perlu diwaspadai bahwa karyawan lama dapat menularkan kebiasaan buruk yang telah lama dilakukan, sehingga pelatihan harus memastikan prosedur yang diajarkan sesuai standar [20].
Pelatihan kerja karyawan baru sangat bervariasi tergantung pada ukuran dan karakteristik perusahaan, namun umumnya melibatkan instruktur internal, pelatihan formal, dan pendekatan sosial seperti mentoring. Efektivitas pelatihan dipengaruhi oleh perencanaan, keterlibatan manajer, materi yang komprehensif, serta evaluasi dan monitoring berkelanjutan [21][22].
Referensi
- ↑ ICTの活用による生涯学習支援事業- イギリスにおける実態調査 (Report). 文部科学省.
- 1 2 Chamakiotis, Petros; Panteli, Niki; Pérez-Arechaederra, Diana (2025-03-01). "Practices for effective onboarding in dynamic Global Virtual Teams". Organizational Dynamics. 54 (1): 101076. doi:10.1016/j.orgdyn.2024.101076. ISSN 0090-2616.
- 1 2 Benjamin, Mimi; McDevitt, Theresa (2018-03-01). "The Benefits and Challenges of Working in an Academic Library: A Study of Student Library Assistant Experience". The Journal of Academic Librarianship. 44 (2): 256–262. doi:10.1016/j.acalib.2018.01.002. ISSN 0099-1333.
- 1 2 3 4 Frögéli, Elin; Jenner, Bo; Gustavsson, Petter (2023-02-16). "Effectiveness of formal onboarding for facilitating organizational socialization: A systematic review". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 18 (2): e0281823. doi:10.1371/journal.pone.0281823. ISSN 1932-6203. PMC 9934447. PMID 36795691. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ↑ "Supporting and Motivating Supervisors and Staff". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-12-822371-0.00005-0. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Sanford, Jeffrey R.; DeBowes, Richard M. (2024-03-01). "Top Veterinary Practice Issues that Negatively Affect Culture, Retention, and Performance". Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice. Practice Management. 54 (2): 423–440. doi:10.1016/j.cvsm.2023.10.014. ISSN 0195-5616.
- 1 2 Stoller, James K.; Dweik, Raed; Rea, Peter (2021-07-01). "Creating an Organizational Culture for the Chest Physician: Creating an Organizational Culture for the Chest Physician". CHEST (dalam bahasa English). 160 (1): 268–273. doi:10.1016/j.chest.2020.11.040. ISSN 0012-3692. PMID 33285207. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Kaya, Bahar; Abubakar, A. Mohammed; Behravesh, Elaheh; Yildiz, Harun; Mert, Ibrahim Sani (2020-06-01). "Antecedents of innovative performance: Findings from PLS-SEM and fuzzy sets (fsQCA)". Journal of Business Research. 114: 278–289. doi:10.1016/j.jbusres.2020.04.016. ISSN 0148-2963.
- ↑ Rovithis, Michael; Linardakis, Manolis; Merkouris, Anastasios; Patiraki, Elisabeth; Vassilaki, Maria; Philalithis, Anastas (2017-08-01). "Organizational culture among levels of health care services in Crete (Greece)". Applied Nursing Research. 36: 9–18. doi:10.1016/j.apnr.2017.05.003. ISSN 0897-1897.
- ↑ "Counting your assets". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-1-84334-769-9.00003-8. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Cotter, Stephanie; Yamamoto, Julie; Stevenson, Clinton (2023-03-01). "A systematic characterization of food safety training interventions using the analyze, design, develop, implement, evaluate (ADDIE) instructional design framework". Food Control. 145: 109415. doi:10.1016/j.foodcont.2022.109415. ISSN 0956-7135.
- ↑ "Human resources". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-12-819479-9.00007-1. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Wells, Maryann Papanier; Wells, Alexandra Anne (2010). "Are There Leaders Among Us?". AORN Journal (dalam bahasa Inggris). 92 (5): 579–584. doi:10.1016/j.aorn.2010.07.010. ISSN 1878-0369.
- ↑ Facility management (dalam bahasa American English). Academic Press. 2022-01-01. hlm. 685–736. doi:10.1016/b978-0-323-85602-7.00017-0.
- ↑ "Roles and Responsibilities of the Manager" (dalam bahasa American English). 2022-01-01: 202–206. doi:10.1016/B978-0-12-818766-1.00237-3.
- ↑ "Driving change and innovation with IoT-cloud-based digital transformation". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-44-322217-7.00020-7. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Granger, Steve; Turner, Nick; Grocutt, Alyssa (2021-04-01). "The Next Best Safety Dollar: Using Evidence to Decide How to Invest in Workplace Safety". Organizational Dynamics. 50 (2): 100774. doi:10.1016/j.orgdyn.2020.100774. ISSN 0090-2616.
- ↑ "Roles and Responsibilities of the Manager" (dalam bahasa American English). 2022-01-01: 202–206. doi:10.1016/B978-0-12-818766-1.00237-3.
- ↑ "Employee Participation". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-075067559-8/50033-8. Diakses tanggal 2025-11-24.
- ↑ Blume, Brian D.; Kevin Ford, J.; Huang, Jason L. (2024-03-01). "Transfer of informal learning: The role of manager support in linking learning to performance". Business Horizons. SPECIAL ISSUE: CELEBRATING TIM BALDWIN. 67 (2): 125–136. doi:10.1016/j.bushor.2023.12.001. ISSN 0007-6813.
- ↑ Kim, Byungjun (2025-12-01). "Design and operation of pilot-scale educational chemical plant". Journal of Loss Prevention in the Process Industries. 98: 105737. doi:10.1016/j.jlp.2025.105737. ISSN 0950-4230.
|
|---|
| Internasional | |
|---|
| Nasional | |
|---|
| Lain-lain | |
|---|