Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pelarian ke Varennes

Pelarian ke Varennes pada malam hari tanggal 20–21 June 1791 adalah peristiwa penting yang berlangsung selama Revolusi Prancis ketika Raja Louis XVI dari Prancis, Ratu Marie Antoinette, dan anggota keluarga terdekatnya mencoba melarikan diri dari Paris dan memulai gerakan anti-revolusi dengan bantuan pasukan-pasukan yang masih setia kepada raja di dekat perbatasan di Montmédy. Namun, upaya ini gagal dan mereka ditangkap di kota kecil yang bernama Varennes karena sebelumnya telah diketahui keberadaannya di tempat pemberhentian sebelumnya di Sainte-Menehould.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pelarian ke Varennes
Louis XVI dan keluarganya yang berpakaian seperti kaum bourgeois ditangkap di Varennes. Gambar oleh Thomas Falcon Marshall (1854).

Pelarian ke Varennes (bahasa Prancis: Fuite à Varennescode: fr is deprecated ) pada malam hari tanggal 20–21 June 1791 adalah peristiwa penting yang berlangsung selama Revolusi Prancis ketika Raja Louis XVI dari Prancis, Ratu Marie Antoinette, dan anggota keluarga terdekatnya mencoba melarikan diri dari Paris dan memulai gerakan anti-revolusi dengan bantuan pasukan-pasukan yang masih setia kepada raja di dekat perbatasan di Montmédy. Namun, upaya ini gagal dan mereka ditangkap di kota kecil yang bernama Varennes karena sebelumnya telah diketahui keberadaannya di tempat pemberhentian sebelumnya di Sainte-Menehould.

Insiden ini membakar amarah publik kepada monarki Prancis sebagai institusi dan juga raja dan ratu sebagai individu. Upaya pelarian ini membuat raja dan ratu didakwa dengan tuduhan pengkhianatan yang pada akhirnya mengakibatkan penghukuman mati mereka pada tahun 1793.

Kegagalan rencana ini disebabkan oleh berbagai kesalahan, keterlambatan, dan pengambilan keputusan yang buruk.[1] Sebagian besar disebabkan oleh ketidaktegasan raja; ia berkali-kali menunda jadwalnya dan membiarkan masalah kecil menjadi masalah yang besar. Selain itu, ia mengira bahwa rakyat masih mendukung monarki tradisional dan hanya kaum radikal di Paris yang mengobarkan revolusi. Ia bahkan merasa bahwa para petani di pedesaan dan rakyat jelata mencintai dirinya, walaupun keyakinan ini pada akhirnya terbukti salah.[2] Upaya pelarian raja memicu kekhawatiran, kekerasan dan panik. Semua orang sadar bahwa intervensi asing akan segera terjadi. Selain itu, mereka sadar bahwa raja telah menolak gerakan revolusi, padahal sebelumnya mereka masih menganggapnya sebagai seorang raja yang berniat baik dan memerintah atas kehendak Tuhan. Faham republikanisme yang tadinya hanya dibincangkan di kedai-kedai kopi kini menjadi gagasan utama para pemimpin revolusi.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Thompson, J. M. (James Matthew) (1943), The French Revolution, Oxford, diakses tanggal 5 April 2017
  2. ↑ Timothy Tackett, When the King Took Flight (2003) bab. 3
  3. ↑ Timothy Tackett, When the King Took Flight (2003) hlm. 222
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Revolusi Prancis

revolusi di Prancis dari 1789 hingga 1799

Marie Antoinette

dengan Marie Antoinette, khususnya pada bulan Juni 1791 mencoba pelarian ke Varennes dan perannya dalam Perang Koalisi Pertama, memiliki dampak buruk

Kerajaan Prancis (1791–1792)

Prancis. Raja Louis XVI mencoba melarikan diri pada tahun 1791. Upaya pelarian diri yang disebut Pelarian ke Varennes ini pada akhirnya gagal dan menghancurkan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026