Santo Pedro Calungsod (bahasa Latin: Petrus Calungsodcode: la is deprecated , bahasa Italia: Pietro Calungsodcode: it is deprecated ;, juga dikenal sebagai Peter Calungsod atau Pedro Calonsor, adalah seorang pemuda Filipina Katolik Roma yang diberkati dan seorang migran, sakristan dan katekis misionaris, yang bersama dengan misionaris Yesuit Spanyol, Diego Luis de San Vitores, mengalami penganiayaan keagamaan dan kemartiran di Guam pada karya misionaris mereka pada 1672.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Santo Pedro Calungsod | |
|---|---|
| Katekis dan Martir Awam [1] | |
| Lahir | sekitar 1655 Wilayah Visayas, Filipina[2] |
| Meninggal | 2 April 1672(1672-04-02) (umur 17) [2] Tumon, Guam |
| Dihormati di | Gereja Katolik |
| Beatifikasi | |
| Kanonisasi | |
| Tempat ziarah | Cebu Archdiocesan Shrine of Saint Pedro Calungsod, Archbishop's Residence Compound, 234 D. Jakosalem St., Cebu City 6000 PH |
| Pesta | 2 April |
| Atribut | Palma martir, tombak, bolo, buku Katekisme, Rosaria, Kristogram, Salib |
| Pelindung | Kaum muda Filipina, Katekumen, putra altar, Filipina, Pekerja Filipina Perantauan, Guam, Cebuano, Visayan, Keuskupan Agung Cebu |
Santo Pedro Calungsod (bahasa Latin: Petrus Calungsodcode: la is deprecated , bahasa Italia: Pietro Calungsodcode: it is deprecated ; (21 Juli 1654[3] – 2 April 1672), juga dikenal sebagai Peter Calungsod atau Pedro Calonsor, adalah seorang pemuda Filipina Katolik Roma yang diberkati dan seorang migran, sakristan dan katekis misionaris, yang bersama dengan misionaris Yesuit Spanyol, Diego Luis de San Vitores, mengalami penganiayaan keagamaan dan kemartiran di Guam pada karya misionaris mereka pada 1672.[4]
Calungsod secara resmi dibeatifikasikan pada 5 Maret 2000 oleh Paus Yohanes Paulus II. Calungsod secara resmi dikanonsasikan oleh Paus Benediktus XVI di Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan pada 21 Oktober 2012.[5]

Beberapa detail kehidupan awal Calungsod (disebut Calonsor dalam catatan Spanyol) diketahui. Catatan secara tidak menyebutkan tempat lahir dan tanggal lahir dan biasanya mengidentifikasikan dirinya sebagai "Pedro Calonsor, el Visayo". Penelitian sejarah mengidentifikasikan Ginatilan di Cebu, Hinunangan dan Hinundayan di Leyte Selatan, dan distrik Molo di Kota Iloilo[4] sebagai kemungkinan tempat asalnya; Loboc, Bohol juga diklaim.[6] Dari klaim-klaim tersebut, salah satu dari Molo, Iloilo dan Ginatilan, Cebu dianggap yang terkuat. Kamp Cebu beralasan bahwa Ginatilan berisi konsentrasi-konsentrasi orang tertinggi yang bermarga Calungsod dan pada saat proses beatifikasi, mereka menjadi pengklaim asli dari tempat lahir Calungsod.
Proponen-proponen dari asal mula Ilonggo berpendapat bahwa pada periode Spanyol awal, istilah "Visayan" secara eksklusif merujuk kepada orang-orang dari pulau Negros atau Panay, di mana orang-orang dari Cebu, Bohol dan Leyte disebut "Pintados".[7]
Pedro Calungsod: Batang Martir adalah sebuah film Filipina yang dirilis pada 25 Desember 2013 sebagai entri resmi dari Festival Film Metro Manila 2013. Film tersebut diproduksi oleh HPI Synergy Group dan Wings Entertainment, dibiayai oleh aktor Rocco Nacino dan ditulis dan disutradarai oleh Francis O Villacorta.