Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pax Britannica

Pax Britannica adalah periode damai di Eropa dan dunia (1815-1914) selama Imperium Britania menguasai sebagian besar rute utama perdagangan maritim dan memperoleh kekuasaan lautan yang tak tertandingi. Peran ini tetap dipegang oleh Britania hingga akhir Perang Dunia I, dan kemudian mulai tumbang seiring dengan bangkitnya Jerman, Kekaisaran Jepang, Uni Soviet, dan Amerika Serikat sebagai kekuatan besar baru.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pax Britannica
Peta Imperium Britania pada tahun 1897, ditandai dengan warna merah muda.

Pax Britannica (bahasa Latin untuk "Perdamaian Britania", dinamakan menurut Pax Romana) adalah periode damai di Eropa dan dunia (1815-1914) selama Imperium Britania menguasai sebagian besar rute utama perdagangan maritim dan memperoleh kekuasaan lautan yang tak tertandingi. Peran ini tetap dipegang oleh Britania hingga akhir Perang Dunia I, dan kemudian mulai tumbang seiring dengan bangkitnya Jerman, Kekaisaran Jepang, Uni Soviet, dan Amerika Serikat sebagai kekuatan besar baru.

Sejarah

Dari akhir Perang Napoleon pada 1815 sampai Perang Dunia I pada 1914, Britania Raya memainkan peran hegemoni penting, dengan keseimbangan kekuasaan yang menjadi tujuan utamanya. Hal ini juga yang menyebabkan sampai saat ini, Imperium Britania menjadi imperium terbesar sepanjang masa.[1] Pengenalan konsep "Perdamaian Britania" di rute-rute perdagangan maritim dimulai pada tahun 1815 dengan menganeksasi Srilanka Britania.[2]: pp.191–192  Keunggulan perdagangan global dan militer Britania turut didukung oleh situasi negara-negara di benua Eropa yang sedang melemah, serta kehadiran Royal Navy di setiap laut dan samudera di seluruh dunia. Setelah Kongres Wina, kekuatan ekonomi Imperium Britania terus berkembang melalui dominasi angkatan laut[3] dan didorong oleh upaya diplomatik untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di Eropa.[4]

Dalam era ini, terjadi perubahan besar terhadap penekanan perbudakan dan perompakan. Namun, perdamaian di lautan tidak diiringi oleh perdamaian di daratan. Perang di daratan terjadi antara negara-negara besar, termasuk Perang Krimea, Perang Prancis-Austria, dan Perang Prancis-Prusia, serta berbagai konflik antar kekuatan kecil lainnya. Royal Navy sendiri dihadapkan pada Perang Candu (1839–1842 dan 1856–1860) melawan Kekaisaran Cina, dan Britania tidak memiliki pengaruh dalam Perang Rusia-Jepang (1904–1905). Pada tahun 1905, Royal Navy merupakan angkatan laut yang paling unggul di dunia. Pada 1906, dianggap bahwa satu-satunya musuh yang potensial bagi Britania hanyalah Jerman.[5]

Pax Britannica dilemahkan oleh kacaunya situasi di Eropa yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Kongres Wina.[6] Hubungan antara Kekuatan Besar Eropa sangat tegang satu sama lainnya, yang disebabkan oleh beberapa isu seperti runtuhnya Kekaisaran Utsmaniyah, yang selanjutnya memicu meletusnya Perang Krimea, dan kemudian melahirkan kekuatan baru dalam bentuk Italia dan Jerman setelah Perang Prancis-Prusia. Perang-perang tersebut melibatkan tentara dan negara-negara besar Eropa. Industrialisasi dan kebangkitan Jerman, Kekaisaran Jepang, dan Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 turut memberikan kontribusi terhadap penurunan supremasi Britania sebagai negara adidaya.

Lihat juga

  • Imperium Britania
  • Federasi Imperial
  • Pax Americana
  • Pax Europaea
  • Pax Mongolica
  • Pax Romana
  • Pax Sinica

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Wikipedia article British Empire, citing Angus Maddison, The World Economy: A Millennial Perspective (p. 98, 242). OECD, Paris, 2001; and also Bruce R. Gordon, To Rule the Earth... Diarsipkan 2012-10-11 di Wayback Machine. (See Bibliography Diarsipkan 2007-07-01 di Wayback Machine. for sources used.)
  2. ↑ Crawfurd, John (21 August 2006) [First published 1830]. Journal of an Embassy from the Governor-general of India to the Courts of Siam and Cochin China. Vol. Volume 1 (Edisi 2nd). London: H. Colburn and R. Bentley. hlm. 475 pgs. OCLC 03452414. Diakses tanggal February 2, 2012. '...for what purpose was it conquered and is it now retained?' We endeavoured to explain, that during the wars, in which we were lately engaged with our European enemies who occupied the coast of the island, they harassed our commerce from its ports, and therefore, in self-defence, there was a necessity for taking possession of it. ; ;
  3. ↑ Pugh, hlm. 83.
  4. ↑ Thackeray, p. 57
  5. ↑ Herwig p.48-50
  6. ↑ Pugh, hlm. 90.

Bibliografi

  • Pugh, Martin (1999). Britain since 1789: a concise history. Macmillan. ISBN 0-312-22359-5. Diakses tanggal 2010-04-20.
  • Thackeray, Frank (2002). Events that changed Great Britain since 1689. Greenwood Publishing Group. ISBN 0-313-31686-4. Diakses tanggal 2010-04-20.
  • The Federal Union Harper's Magazine Volume 70. University of Michigan. 1885. Diakses tanggal 2009-07-22.
  • l
  • b
  • s
Periode-periode perdamaian relatif berskala regional
Modern
  • Pax Americana
  • Pax Atomica
  • Pax Europaea
  • Pax Praetoriana
  • Pax Sinica
  • Perdamaian Panjang
Kuno
  • Pax Assyriaca
  • Pax Britannica
  • Pax Dei
  • Pax Hispanica
  • Pax Islamica
  • Pax Khazarica
  • Pax Minoica
  • Pax Mongolica
  • Pax Ottomana
  • Pax Praetoriana
  • Pax Romana
  • Pax Russica
  • Pax Sinica
  • Pax Sovietica
  • Pax Sumerica
  • Pax Syriana
  • l
  • b
  • s
Kekuasaan dalam hubungan internasional
Jenis kekuasaan
  • Kekuasaan ekonomi
  • Kekuasaan energi
  • Kekuasaan pangan
  • Kekuasaan keras
  • Kekuasaan nasional
  • Kekuasaan politik
    • Machtpolitik
    • Realpolitik
  • Kekuasaan Lecerdasan
  • Kekuasaan lunak
Jenis status penguasa
  • Penguasa kecil
  • Penguasa menengah
  • Penguasa regional
  • Penguasa besar
  • Penguasa super
    • potensial
  • Penguasa hiper
Geopolitik
  • Abad Amerika
  • Abad Asia
  • Abad Britania
  • Abad India
  • Abad Tiongkok
  • Abad Pasifik
Teori dan sejarah
  • Keseimbangan kekuasaan (Keseimbangan kekuasaan Eropa)
  • Teori kestabilan hegemon
  • Penguasa lampau
  • Filsafat kekuasaan
  • Polaritas
  • Proyeksi kekuasaan
  • Teori transisi kekuasaan
  • Penguasa Super Kedua
  • Lingkup pengaruh
  • Kejatuhan negara adidaya
  • Penarikan negara adidaya
Studi
  • Composite Index of National Capability
  • Comprehensive National Power
  • National Power Index
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
  • Uni Afrika
  • Uni untuk Mediterania
Afrika–Asia
  • Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk (GCC)
  • Liga Arab
  • Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
Amerika
  • Mercosur
  • Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS)
  • Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
  • Uni Negara Amerika Selatan (Unasur)
Asia
  • Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAARC)
  • Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC)
  • Konferensi tingkat tinggi trilateral Tiongkok–Jepang–Korea Selatan
  • Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN)
  • Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO)
Eropa
  • Uni Eropa (EU)
Eurasia
  • Organisasi Pakta Keamanan Kolektif (CSTO)
  • Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS)
  • Dewan Turki
Amerika–Eropa
  • Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Afrika–Asia–Eropa
  • Uni untuk Mediterania
Pasifik
  • Pakta Keamanan Australia–Selandia Baru–Amerika Serikat (ANZUS)
  • Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC)
  • Melanesian Spearhead Group (MSG)
  • Grup Pemimpin-pemimpin Polinesia (PLG)
Nonregional
  • Brasil–Rusia–India–Tiongkok–Afrika Selatan (BRICS)
  • Persemakmuran Bangsa-bangsa
  • Kolombia–Indonesia–Vietnam–Mesir–Turki–Afrika Selatan (CIVETS)
  • E7
  • E9
  • G4
  • G7
  • G8
  • G8+5
  • G20
  • G24
  • G77
  • Forum Dialog India–Brasil–Afrika Selatan (IBSA)
  • Meksiko–Indonesia–Korea Selatan–Turki–Australia (MIKTA)
  • Next Eleven (N-11)
  • Gerakan Non-Blok (GNB)
  • Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)
  • Uniting for Consensus
Global
  • Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Lihat juga
  3. Referensi
  4. Catatan kaki
  5. Bibliografi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026