Paul Emil von Lettow-Vorbeck adalah jenderal Kekaisaran Jerman dan komandan pasukan di Afrika Timur Jerman selama Perang Dunia I. Dalam waktu empat tahun, dengan jumlah pasukan yang tidak pernah melebihi 14.000, ia berhasil menahan pasukan Britania, Belgia dan Portugal yang jumlahnya mencapai 300.000. Lettow-Vorbeck adalah satu-satunya komandan Jerman yang berhasil menyerbu wilayah Imperium Britania selama Perang Dunia I. Keberhasilannya dideskripsikan oleh Edwin Palmer Hoyt "sebagai operasi gerilya terbesar dalam sejarah, dan yang paling berhasil." Tujuan perangnya di Afrika Timur cukup sederhana: ia sadar bahwa Afrika Timur merupakan teater sampingan dalam Perang Dunia I, tetapi ia berusaha mengalihkan perhatian pasukan Britania sedapat mungkin agar mereka dapat dijauhkan dari Front Barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Paul von Lettow-Vorbeck | |
|---|---|
Paul von Lettow-Vorbeck | |
| Julukan | Der Löwe von Afrika Singa Afrika |
| Lahir | (1870-03-20)20 Maret 1870 Saarlouis, Provinsi Rhein, Prusia |
| Meninggal | 9 Maret 1964(1964-03-09) (umur 93) Hamburg, Jerman |
| Pengabdian | |
| Dinas/cabang | Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jerman |
| Lama dinas | 1890–1920 |
| Pangkat | General der Infanterie |
| Perang/pertempuran | |
| Penghargaan | Pour le Mérite mit Eichenlaub |
Paul Emil von Lettow-Vorbeck (20 Maret 1870 – 9 Maret 1964) adalah jenderal Kekaisaran Jerman dan komandan pasukan di Afrika Timur Jerman selama Perang Dunia I. Dalam waktu empat tahun, dengan jumlah pasukan yang tidak pernah melebihi 14.000 (3.000 orang Jerman dan 11.000 orang Afrika), ia berhasil menahan pasukan Britania, Belgia dan Portugal yang jumlahnya mencapai 300.000. Lettow-Vorbeck adalah satu-satunya komandan Jerman yang berhasil menyerbu wilayah Imperium Britania selama Perang Dunia I. Keberhasilannya dideskripsikan oleh Edwin Palmer Hoyt "sebagai operasi gerilya terbesar dalam sejarah, dan yang paling berhasil."[1] Tujuan perangnya di Afrika Timur cukup sederhana: ia sadar bahwa Afrika Timur merupakan teater sampingan dalam Perang Dunia I, tetapi ia berusaha mengalihkan perhatian pasukan Britania sedapat mungkin agar mereka dapat dijauhkan dari Front Barat.