Passengers adalah film petualangan fiksi ilmiah Amerika Serikat tahun 2016 yang disutradarai Morten Tyldum dan ditulis oleh Jon Spaihts. Film ini dibintangi Jennifer Lawrence, Chris Pratt, Michael Sheen, Laurence Fishburne, dan Andy García. Film ini mengisahkan dua orang yang bangun 90 tahun lebih awal setelah melalui hibernasi di tengah perjalanan menuju planet baru.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Passengers | |
|---|---|
Poster bioskop | |
| Sutradara | Morten Tyldum |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Jon Spaihts |
| Pemeran | |
| Penata musik | Thomas Newman |
| Sinematografer | Rodrigo Prieto |
| Penyunting | Maryann Brandon |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Columbia Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 116 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $110 juta[2] |
Pendapatan kotor | $289,2 juta[2] |
Passengers adalah film petualangan fiksi ilmiah Amerika Serikat tahun 2016 yang disutradarai Morten Tyldum dan ditulis oleh Jon Spaihts. Film ini dibintangi Jennifer Lawrence, Chris Pratt, Michael Sheen, Laurence Fishburne, dan Andy García. Film ini mengisahkan dua orang yang bangun 90 tahun lebih awal setelah melalui hibernasi di tengah perjalanan menuju planet baru.
Film ini dirilis di Amerika Serikat tanggal 21 Desember 2016 dalam format 2D dan RealD 3D oleh Columbia Pictures. Setelah dirilis, Passengers mendapat beragam penilaian dari para kritikus dan meraup $289 juta di seluruh dunia. Passengers mendapat nominasi Best Original Score dan Best Production Design pada Academy Awards ke-89.[3]
Avalon, sebuah kapal hibernasi di mana penghuninya menghabiskan hampir seluruh masa perjalanannya dalam kondisi hibernasi, berada dalam perjalanan selama 120 tahun menuju planet Homestead II. Namun pada tahun ke-30 perjalanan mereka, ladang asteroid menimpa mereka, menyebabkan berbagai malafungsi di dalam kapal, termasuk kapsul hibernasi dan membangunkan Jim Preston. Setelah menyadari bahwa hanya ia sendiri yang terbangun dan tidak dapat kembali ke dalam kapsul hibernasi, ia berusaha menghubungi Bumi. Dan karena jarak yang terlampau jauh, ia akan mendapatkan jawabannya setelah belasan tahun, waktu yang tidak dapat ia tunggu. Ia berupaya menjebol kabin hibernasi kru kapal dan membangunan mereka, tetapi gagal karena pintu yang terlampau kuat. Ia tidak dapat memanfaatkan A.I. dalam mencari solusi rusaknya kapsul hibernasi miliknya karena hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Ia akhirnya menyerah dan berusaha positif dengan memanfaatkan berbaga wahana hiburan di dalam kapal, dan "berteman" dengan seorang bartender yang ternyata adalah android, bernama Arthur.
Setelah setahun sendirian, ia menemukan seorang penumpang yang cantik jelita yang masih tertidur di dalam kapsul hibernasi, bernama Aurora Lane. Setelah mempelajari latar belakangnya melalui berkas penumpang, ia menjadi jatuh cinta dan berniat untuk membangunkannya, tetapi ia tahu bahwa itu bukan tindakan yang benar. Setelah berpikir panjang, akhirnya ia memutuskan untuk membangunkannya. Ia berhasil meyakinkan Aurora bahwa sebuah malafungsi telah terjadi dan membangunkan mereka berdua. Setelah setahun lamanya mereka hidup berdua di kapal, Aurora jatuh cinta pada Jim. Namun tepat sebelum Jim melamarnya, Arthur tidak sengaja membeberkan kepada Aurora bahwa Jim membangunkannya secara sengaja. Dalam amarahnya, Aurora menolak permintaan maafnya dan berusaha menjauh darinya.
Sebuah malafungsi kembali terjadi dan membangunkan Gus Mancuso, kapten kapal. Ia kemudian bertemu dengan Jim dan Aurora, dan mereka kemudian memutuskan untuk bersama-sama memperbaiki kapal karena jika tidak, akan membahayakan lima ribu penumpang yang lain yang masih tertidur dalam kapsul hibernasi mereka.
Gus, akibat malafungsi pada kapsul hibernasinya, jatuh sakit. Autodoc, robot dokter otomatis dalam klinik kapal, mendiagnosa nekrosis pansistemik dan memperkirakan usianya hanya tinggal beberapa jam saja. Sebelum meninggal, Gus memberikan tanda pengenalnya kepada Jim dan Aurora yang bisa membuat mereka memasuki ruang kru kapal.
Memasuki ruang kru kapal, Jim dan Aurora menemukan bahwa tumbukan meteor beberapa tahun yang lalu telah menyebabkan malafungsi di berbagai tempat, terutama reaktor fusi nuklir kapal. Turunnya suplai listrik di berbagai tempat secara tiba-tiba membuat fungsi komponen kapal abnormal. Setelah mereka bersama-sama memperbaiki komponen kapal yang rusak secara bersama-sama, tantangan berikutnya adalah memperbaiki reaktor fusi nuklir kapal.
Mereka harus menyalakan ulang reaktor fungsi, dan untuk itu, harus membuang gas panas (plasma) yang masih terdapat di dalam reaktor. Namun ventilasi mekanisnya tidak berfungsi, menyebabkan Jim harus melakukan spacewalk ke luar untuk membuka ventilasi secara manual, membahayakan nyawanya karena harus terpapar temperatur tinggi dari plasma. Semburan plasma panas yang deras menyebabkan kerusakan pada pakaian spacewalk-nya, dan Jim terpental dari pijakannya, tetapi Aurora berhasil mendapatkan tubuh Jim yang sudah tidak bernyawa. Menggunakan Autodoc, Aurora berhasil memaksa jantungnya kembali berdetak. Dan reaktor kapal sudah berfungsi seperti normal.
Setelah melepas jenazah Gus ke luar angkasa, Jim menemukan bahwa Autodoc dapat digunakan sebagai sarana hibernasi. Namun hanya terdapat satu Autodoc di dalam Avalon, sehingga Jim menawarkan kepada Aurora untuk menggunakannya. Aurora menolak, dan mereka akhirnya hidup berdua hingga mereka meninggal dalam usia tua di dalam Avalon.

Dalam naskah asli Jon Spaihts tahun 2007, nama belakang Aurora adalah Dunn.[6] Pada suatu tahap pengembangan film, film ini direncanakan akan dibintangi oleh Keanu Reeves dan Emily Blunt.[7] Aktor lain yang sempat dikaitkan dengan proyek ini termasuk Reese Witherspoon dan Rachel McAdams.[8] Brian Kirk awalnya direncanakan untuk membuat debut sutradara film fiturnya dengan Reeves sebagai pemeran utama.[9][10] Pada 5 Desember 2014, diumumkan bahwa Sony Pictures Entertainment telah memperoleh hak atas film ini,[11] dan pada awal 2015, Morten Tyldum dipilih sebagai sutradara.[12] Ia selalu ingin membuat film fiksi ilmiah berskala besar, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan karakter daripada efek visual.[13]
Pemilihan pemeran tahap akhir diumumkan antara Februari 2015 dan Januari 2016.[14][15][16][17] Jennifer Lawrence dibayar $20 juta ditambah 30% dari keuntungan setelah film mencapai titik impas. Chris Pratt menerima bayaran $12 juta untuk film ini.[8][18]
| Daftar penghargaan dan nominasi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref |
| Academy Awards | February 26, 2017 | Best Production Design | Guy Hendrix Dyas dan Gene Serdena | Belum diputuskan | [3][19] |
| Best Original Score | Thomas Newman | ||||
| Art Directors Guild Awards | February 11, 2017 | Fantasy Film | Guy Hendrix Dyas | [20] | |