Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pascastrukturalisme

Pascastrukturalisme adalah sebuah pikiran yang muncul akibat ketidakpuasan atau ketidaksetujuan pada pemikiran sebelumnya, yaitu strukturalisme. Pascastrukturalisme lahir sebagai dekonstruksi dari strukturalisme. Lene Hansen, dalam buku "The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations" menyampaikan bahwa ada empat konsep utama dalam pascastrukturalisme yang paling berpengaruh, yaitu diskursus, dekonstruksi, genealogi, dan intertekstualitas.

karya-karya filsafat dan teoretikus kritik asal Perancis dan Amerika Serikat dari pertengahan abad ke-20
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pascastrukturalisme adalah sebuah pikiran yang muncul akibat ketidakpuasan atau ketidaksetujuan pada pemikiran sebelumnya, yaitu strukturalisme. Pascastrukturalisme lahir sebagai dekonstruksi dari strukturalisme.[1] Lene Hansen, dalam buku "The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations" menyampaikan bahwa ada empat konsep utama dalam pascastrukturalisme yang paling berpengaruh, yaitu diskursus, dekonstruksi, genealogi, dan intertekstualitas.[2]

Yang termasuk sebagai tokoh-tokoh pascastrukturalisme misalnya Michel Foucault, Richard Dawkins,Karol Józef Wojtyła, Jacques Derrida, Gilles Deleuze, Jean-François Lyotard, Roland Barthes, Jacques Lacan, Louis Althusser, Jean Baudrillard, Slavoj Žižek, Ernesto Laclau, Julia Kristeva, Chantal Mouffe, Judith Butler dan Hélène Cixous.

Beberapa pemikiran pascastrukturalisme

Jacques Derrida

Jacques Derrida adalah tokoh pascastrukturalis yang sangat berpengaruh. Ia menamai metodenya dengan dekonstruksi (ia sendiri menyebutnya dengan istilah "Praksis").

Bila strukturalis melihat keteraturan dan stabilitas dalam sistem bahasa, maka Jacques Derrida, tokoh utama pendekatan pascastrukturalisme melihat bahasa tak teratur dan tak stabil. Derrida menurunkan peran bahasa yang menurutnya hanya sekadar “tulisan” yang tidak memaksa penggunanya, dia juga melihat bahwa lembaga sosial tak lain hanya sebagai tulisan, karena itu tak mampu memaksa orang. Konteks yang berlainan memberikan kata-kata dengan arti yang berlainan pula. Akibatnya sistem bahasa tak mempunyai kekuatan memaksa terhadap orang, yang menurut pandangan teoritisi strukturalis justru memaksa. Karena itu menurut Derrida mustahil bagi ilmuwan untuk menemukan hukum umum yang mendasari bahasa. Ia mengkritik masyarakat pada umumnya yang diperbudak oleh logosentrisme (pencarian sistem berpikir universal yang mengungkapkan apa yang benar, tepat, indah dan seterusnya).[3]

Pascastrukturalisme mengandung pengertian kritik maupun penyerapan. Menyerap berbagai aspek linguistik struktural sambil menjadikannya sebagai kritik yang dianggap mampu melampaui strukturalisme. Singkatnya, pascastrukturalisme menolak ide tentang struktur stabil yang melandasi makna melalui pasangan biner (hitam-putih, baik-buruk). Makna adalah sesuatu yang tidak stabil, yang selalu tergelincir dalam prosesnya, tidak hanya dibatasi pada kata, kalimat atau teks tertentu yang bersifat tunggal, tetapi hasil hubungan antar teks. Sama seperti pendahulunya, bersifat antihumanis dalam upayanya meminggirkan subjek manusia yang terpadu dan koheren sebagai asal muasal makna stabil.[4]

Jacques Lacan

Sigmund Freud, sang bapak psikoanalisa, memiliki pemikiran yang tak jarang menginspirasi peneliti lainnya. Salah satunya ialah filsuf pascastrukturalisme, Jacques Lacan. Konsep alam-bawah-sadar, ego, ketakutan akan kastrasi oleh ayah, dan proses identifikasi dari Freud mendasari buah pemikiran Lacan.

Dalam upaya meninjau kembali teori tentang subjektivitas yang diturunkan dari karya Sigmund Freud, Lacan membaca ulang Freud untuk memperjelas dan menghidupkan sekumpulan konsep, khususnya konsep ketidak sadaran.[5] Teori tentang ego dalam diri manusia yang memunculkan ketidaksadaran manusia itu meluas ke berbagai bidang sosial dan kemanusiaan. Di Amerika dan negara berbahasa Inggris lainnya berkembang pesat di bawah pengaruh Heinze Hartman. Pada masa setelah perang besar, gerakan humanisme menjadi penting, dan muncul pemahaman betapa pentingnya kesadaran manusia, suatu keyakinan bahwa ego itu, baik maupun buruk- berada di pusat kehidupan psikis manusia.

Dengan penekanan strukturalis pada bahasa sebagai suatu sistem perbedaan tanpa pengertian positif, Lacan menonjolkan pentingnya bahasa dalam karya Freud. Akan tetapi sebelum pendekatan strukturalis menjadi populer, pada tahun 1936 Lacan telah mengembangkan teori bayangan cermin yang bicara tentang kemampuan bayi berumur 6-18 bulan (belum punya suara), dapat mengenali bayangannya sendiri di cermin.[6] Tindak pengenalan diri tidak menjadi jelas dengan sendirinya, ini karena sang bayi akan melihat gambaran tersebut baik sebagai dirinya sendiri maupun bukan dirinya (hanya imaji yang terpantul).[7] Pada usia itu, bayi belum memiliki konsep kesadaran diri, kemudian pada usia setelahnya -setelah ia mulai berbahasa, disebut sebagai penanda adanya kesadaran diri.[8] Dengan demikian, pembentukan ego terjadi, itulah pusat kesadaran.[9] Pada tahun 1953, Lacan dalam Diskursus Roma mengatakan, "Manusia berbicara,.... Namun, simbollah yang membuatnya menjadi manusia."[10]

Michel Foucault

Foucault adalah ahli sosiologi tubuh dan sekaligus ahli teori pascastrukturalisme. Karya-karyanya yang berkaitan erat dengan teori-teori poststrukturalime untuk menjelaskan bahwa faktor sosial budaya berpengaruh dalam mendefinisikan tubuh dengan karakter ilmiah, universal, yang tergantung pada waktu dan tempat. Bahwa ciri-ciri alamiah tubuh (laki-laki dan perempuan) bisa bermakna berbeda dalam tataran kebudayaan yang berbeda. Sebagai seorang pascastrukturalis Foucault tertarik pada cara di mana berbagai bentuk ilmu pengetahuan menghasilkan cara-cara hidup. Menurutnya, aspek masyarakat yang paling signifikan untuk menjadi modern bukanlah fakta bahwa masyarakat itu ekonomi kapitalis (Marx), atau suatu bentuk baru solidaritas (Weber) atau bersikap rasional (Weber), melainkan cara di mana bentuk-bentuk baru pengetahuan yang tidak dikenal pada masa pramodernitas itu muncul yang dapat mendefinisikan kehidupan modern.[11]

Salah satu karya Foucault adalah 'Archeology of Knowledge' yang merupakan tujuan dari studinya mencari struktur pengetahuan, ide-ide dan modus dari diskursus atau wacana. Ia mempertentangkan arekeologinya itu dengan sejarah atau sejarah ide-ide. Dalam karyanya itu, Foucault juga ingin mempelajari pernyataan-pernyataan baik lisan maupun tertulis sehinga ia dapat menemukan kondisi dasar yang memungkinkan sebuah diskursus atau wacana bisa berlangsung. Konsep kunci dari Foucault adalah arkeologi, geneologi dan kekuasaan. Bila arkeologi memfokuskan pada kondisi historis yang ada, sementara geneologi lebih mempermasalahkan tentang proses historis yang merupakan proses tentang jaringan jaringan diskursus.[12]

Lihat juga

  • Strukturalisme
  • Postmodernisme
  • Semiotik
  • Teori Sosial

Tokoh-tokoh

Beberapa tokoh berikut ini sering sekali disebut sebagai pascastrukturalist, atau paling tidak yang berkarya pada periode pascastrukturalis:

3\n</span>* <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwdQ\">[</span><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwdg\">[</span>Kathy Acker<span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwdw\">]</span><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mweA\">]</span>\n<span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mweQ\">*</span> <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mweg\">[</span><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwew\">[</span>Je...Pascastrukturalisme"}]]}'/>

Literatur

  • Barry, P. Beginning theory: an introduction to literary and cultural theory. Manchester University Press, Manchester, 2002.
  • Barthes, Roland. Elements of Semiology. New York: Hill and Wang, 1967.
  • Cuddon, J. A. Dictionary of Literary Terms & Literary Theory. London: Penguin, 1998.
  • Eagleton, T. Literary theory: an introduction Basil Blackwell, Oxford,1983.
  • Matthews, E. Twentieth-Century French Philosophy. Oxford University Press, Oxford, 1996.
  • Ryan, M. Literary theory: a practical introduction. Blackwell Publishers Inc, Massachusetts,1999.
  • Wolfreys, J & Baker, W (eds). Literary theories: a case study in critical performance. Macmillan Press, Hong Kong,1996.

Pranala luar

  • Structure, Sign, and Play in the Discourse of the Human Sciences - Jacques Derrida
  • The Baudrillard Dictionary edited by Richard G Smith
  • "Some Post-Structural Assumptions" - John Lye
  • Talking pomo: An analysis of the post-modern movement, by Steve Mizrach
  • Information on Michel Foucault, including an archive of writings and lectures
  • poststructuralism.info Diarsipkan 2009-12-06 di Wayback Machine. - A collaborative web site that aims to allow users not only to describe post-structuralist ideas, but to create new ideas and concepts based on post-structuralist foundations
  • Rudolf Behrens: Einführung in den Pascastrukturalismus[pranala nonaktif permanen]
  • Michael Peters: Poststructuralism and Education Diarsipkan 2010-02-05 di Wayback Machine.

Referensi

  1. ↑ Campbell, David, 2007. Poststructuralism, in; Tim Dunne, Milja Kurki & Steve Smith (eds.)International Relations Theories, Oxford University Press, pp. 203-228.
  2. ↑ Baylis, John; Smith, Steve; Owens, Patricia (2020). The globalization of world politics: an introduction to international relations (Edisi Eighth edition). Oxford New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-882554-8.
  3. ↑ George Ritzer–Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern. Kencana 2004. 607-608.
  4. ↑ Chris Barker. Cultural Studies . Kreasi Wacana 2004. 20.
  5. ↑ John Lechte., 50 filsuf kontemporer: dari strukturalisme sampai postmodernitas, Yogyakarta: Kanisius, 2001, Hal. 114-120
  6. ↑ Ibid.
  7. ↑ Ibid.
  8. ↑ Ibid.
  9. ↑ Ibid.
  10. ↑ Ibid.
  11. ↑ Suhrnadji: Arkeologi Pengetahuan Michel Foucault. Dalam Dalam Anatomi dan Perkembangan Ilmu Sosial. Dalam: Bagong Suyanto dan M Khusna Amal (ed) Aditya Media 2010. Teori Strukturalisme. Dalam Anatomi dan Perkembangan Ilmu Sosial. Hlm. 373.
  12. ↑ Ibid. Hlm. 377-378.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Beberapa pemikiran pascastrukturalisme
  2. Jacques Derrida
  3. Jacques Lacan
  4. Michel Foucault
  5. Lihat juga
  6. Tokoh-tokoh
  7. Literatur
  8. Pranala luar
  9. Referensi

Artikel Terkait

Sosialisme

Ideologi politik dan sistem sosial-ekonomi yang menganjurkan kepemilikan sosial atas produksi

Emma Goldman

anarkis dan penulis. Ia memainkan peranan penting dalam perkembangan filsafat politik anarkis di Amerika Utara dan Eropa pada belah awal abad ke-20. Emma

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026