Parang Loe atau Parangloe adalah nama sebuah kelurahan di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 6,53 km² yang terdiri dari 21 RT dan 6 RW. Secara astronomis, kelurahan ini berada pada titik koordinat 5°05'43.00" LS dan 119°28'13.20" BT. Jumlah penduduk Kelurahan Parang Loe pada tahun 2019 tercatat 6.884 jiwa, yang terdiri atas 3.405 jiwa laki-laki dan 3.479 jiwa perempuan. Kantor kelurahan ini beralamat di Jl. Dampang, Kota Makassar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Parang Loe | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kota | Makassar | ||||
| Kecamatan | Tamalanrea | ||||
| Kodepos | 90241 | ||||
| Kode Kemendagri | 73.71.14.1004 | ||||
| Kode BPS | 7371111005 | ||||
| Luas | 6,53 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 6.884 jiwa (2019) | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| Jumlah RT | 21 | ||||
| Jumlah RW | 6 | ||||
| |||||
Parang Loe atau Parangloe adalah nama sebuah kelurahan di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 6,53 km² yang terdiri dari 21 RT dan 6 RW. Secara astronomis, kelurahan ini berada pada titik koordinat 5°05'43.00" LS dan 119°28'13.20" BT. Jumlah penduduk Kelurahan Parang Loe pada tahun 2019 tercatat 6.884 jiwa, yang terdiri atas 3.405 jiwa laki-laki dan 3.479 jiwa perempuan. Kantor kelurahan ini beralamat di Jl. Dampang, Kota Makassar.[1]
Arti dari Parang Loe adalah hamparan tanah yang luas. Kelurahan Parang Loe merupakan pemekaran dari Kelurahan Bira pada tahun 1993. Parang Loe di sana banyak penduduk yang bergelar bangsawan (Karaeng/Tubaraniyya) serta pusat tumbuh kembangnya sepak raga (Paraga).[1]
Di Kelurahan Parang Loe dikenal beberapa nama kampung yaitu: 1. Bontoa yang artinya daratan. Dinamakan Bontoa karena di kampung tersebut banyak gundukan-gundukan tanah dan bebatauan. Kampung Bontoa memiliki wilayah yang cukup luas sehingga dalam perjalannya Kampung Bontoa dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu Bontoa Utara, Bontoa Selatan, dan Bontoa Barat. 2. Parangloe yang wilayahnya meliputi RT 01, 02, 03, dan 04 / RW 04. 3. Tamalalang meliputi RT 01, 02, dan 03 / RW 05. Tamalalang artinya tempat bernaung atau rindang. 4. Kaserokang meliputi RT 01 dan 02 / RW 06. Kampung Kaserokang merupakan daerah pesisir yang dahulunya banyak petani garam/tambak, dan warga Kaserokang mayoritas pendatang dari luar daerah.[1]
Kelurahan Parang Loe memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
| Sebelah | Berbatasan |
|---|---|
| utara | Kelurahan Bira dan Selat Makassar |
| selatan | Kelurahan Lakkang dan Kelurahan Tallo |
| barat | Kelurahan Tallo dan Selat Makassar |
| timur | Kelurahan Kapasa Raya |
Karena lokasinya berada pada daerah pesisir, Kelurahan Parang Loe memiliki potensi wisata. Tempat wisata yang terkenal saat ini adalah Wisata Lantebung. Lantebung merupakan kampung wisata dengan potensi ekowisata yang kuat dengan taman mangrove disertai dengan aktivitas nelayan. Pada tahun 2023 ini, Wisata Lantebung masuk 75 besar dalam Aunegerah Desa Wisata Indonesia.[2]