Panti Asih Pakem adalah tempat merawat para tunagrahita di Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini dioperasikan oleh Yayasan Kristen Panti Asih Pakem yang diresmikan pada tanggal 15 Desember 1967 atas dorongan dokter RS Bethesda. Gedung yang terletak di Jalan Kaliurang km 21 ini menempati sebuah bangunan bekas sanatorium. Lembaga ini didasarkan pada pengakuan terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. Tujuan lembaga ini adalah merawat, melatih, dan mendidik tunagrahita berat tanpa diskriminasi suku, ras, golongan, kelas sosial, dan agama. Pasien di tempat ini adalah penyandang tunagrahita yang dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu debil, imbisil, dan idiot. Kurikulum sekolah SLBC-1 Panti Asih Pakem mengikuti kurikulum pemerintah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Panti Asih Pakem adalah tempat merawat para tunagrahita di Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini dioperasikan oleh Yayasan Kristen Panti Asih Pakem yang diresmikan pada tanggal 15 Desember 1967 atas dorongan dokter RS Bethesda.[1] Gedung yang terletak di Jalan Kaliurang km 21 ini menempati sebuah bangunan bekas sanatorium (Rumah Sakit Paru Pakem). Lembaga ini didasarkan pada pengakuan terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat.[1] Tujuan lembaga ini adalah merawat, melatih, dan mendidik tunagrahita berat tanpa diskriminasi suku, ras, golongan, kelas sosial, dan agama.[1] Pasien di tempat ini adalah penyandang tunagrahita yang dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu debil, imbisil, dan idiot. Kurikulum sekolah SLBC-1 Panti Asih Pakem mengikuti kurikulum pemerintah.[1]
Masing-masing unit mempunyai kelengkapan administrasi sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab.[1] Pendokumentasian kegiatan dilakukan melalui pengarsipan dokumen-dokumen terkait.[1] Administrasi meliputi tiga bagian pokok, yaitu:[1]
Panti Asih Pakem menempati luas areal tanah sekitar 4ha (PINJAMAN dari YAKKUM Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta) yang terdiri dari kebun, kolam ikan, peternakan, dan sejumlah unit bangunan, yaitu: empat asrama untuk anak asuh regular dengan kapasitas masing-masing 25-30 orang atau total kapasitas 110 anak, asrama untuk program Community Based Rehabilitation, asrama untuk pengasuh, halaman bermain, tempat tinggal kepala asrama, gedung olahraga, klinik, ruang fisioterapi, sekolah, kantor, dapur umum, tempat cuci dan lain-lain. Di luar kompleks ini, Panti Asih Pakem juga memiliki tanah pekuburan dan banyak anak-anak asuh yang meninggal dikuburkan di tempat ini.[1]
Komunikasi antar semua unit bangunan dilakukan melalui telepon lokal. Semua tempat tinggal dilengkapi dengan peralatan sesuai dengan kebutuhannya.[1] Kantor terdiri dari kantor pusat dan kantor unit seperti sekolah dan perawatan. Peralatan kantor terdiri dari lemari, mesin fotokopi, mesin ketik, komputer, telepon, dan fax.[1]
Hambatan utama karena bangunan yang luas dan berumur tua sehingga memerlukan biaya pemeliharaan dan rehabilitasi yang mahal.[1] Jarak yang cukup jauh dari kota dan pusat ekonomi maka terdapat kesulitan dalam biaya pengadaan, operasional, dan pemeliharaan kendaraan mobil sebagai alat transportasi.[1]