Pandji Pragiwaksono: Mens Rea adalah rangkaian pertunjukan lawakan tunggal langsung oleh pelawak tunggal Indonesia Pandji Pragiwaksono sepanjang tahun 2025. Tur ini menjadi tur lawakan tunggal kesepuluh Pandji setelah Komoidoumenoi pada 2022 lalu. Digelar di sebelas kota, pertunjukan pemungkas Pandji di Arena Indonesia, Jakarta, pada 30 Agustus 2025 dijadikan sebuah film pertunjukan spesial dan didistribusikan di Netflix pada 27 Desember 2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pandji Pragiwaksono: Mens Rea | |
|---|---|
![]() | |
| Ditulis oleh | Pandji Pragiwaksono |
| Pemeran |
|
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Indonesia |
| Produksi | |
| Produser | Indra Yudhistira |
| Durasi | 2 jam 24 menit |
| Rumah produksi | Comika.id |
| Rilis asli | |
| Jaringan | Netflix |
| Rilis | 27 Desember 2025 (2025-12-27) |
Pandji Pragiwaksono: Mens Rea adalah rangkaian pertunjukan lawakan tunggal langsung oleh pelawak tunggal Indonesia Pandji Pragiwaksono sepanjang tahun 2025. Tur ini menjadi tur lawakan tunggal kesepuluh Pandji setelah Komoidoumenoi pada 2022 lalu.[1] Digelar di sebelas kota,[2] pertunjukan pemungkas Pandji di Arena Indonesia, Jakarta, pada 30 Agustus 2025 dijadikan sebuah film pertunjukan spesial dan didistribusikan di Netflix pada 27 Desember 2025.[3][4][5]
Tur Mens Rea dilaksanakan di sebelas kota di Indonesia sepanjang April hingga Agustus 2025, yakni di Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Bogor, Semarang, Balikpapan, Medan, Palembang, Denpasar, dan Jakarta.[6] Berbeda dengan penampilan Komoidoumenoi, pertunjukan Mens Rea menampilkan pembahasan politik yang lebih banyak.[7]
Khusus penampilan terakhir di Arena Indonesia, Comika.id sebagai promotor mengklaim bahwa pertunjukan lawakan tunggal ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dibuktikan dengan jumlah tiket pertunjukan langsung yang terjual mendekati 10.000 tiket.[8] Dalam penampilan tersebut, pelawak tunggal Ben Dhanio dan Dany Beler tampil sebagai pembuka pertunjukan.[9][10] Rekaman pertunjukan di Jakarta ini juga didistribusikan di Netflix pada 27 Desember 2025,[11][12] di mana Indra Yudhistira menjadi produser tayangan ini. [13]
Pada 7 Januari 2026, pelapor yang mengatasnamakan diri Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bersama Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya atas dugaan unsur penghasutan dan penistaan agama.[14] Pelapor juga menyerahkan bukti tayangan ini ke kepolisian sebagai barang bukti.[15] Pelaporan ini dipertanyakan beberapa pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan akademisi.[16][17][18]