Hingga 31 Juli, terdapat 312 kasus COVID-19 di Aceh. Sebanyak 91 kasus di antaranya sembuh dan 12 kasus lainnya meninggal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini mendokumentasikan suatu wabah penyakit terkini. Informasi mengenai hal itu dapat berubah dengan cepat jika informasi lebih lanjut tersedia; laporan berita dan sumber-sumber primer lainnya mungkin tidak bisa diandalkan. Pembaruan terakhir untuk artikel ini mungkin tidak mencerminkan informasi terkini mengenai wabah penyakit ini untuk semua bidang. |
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Penyakit | COVID-19 |
|---|---|
| Galur virus | SARS-CoV-2 |
| Lokasi | Aceh, Indonesia |
| Kasus pertama | Banda Aceh |
| Tanggal kemunculan | 26 Maret 2020 |
| Tanggal | 25 Juni 2023 |
| Kasus terkonfirmasi | 45.091[1] |
Kasus dirawat | 40[1] |
| Kasus sembuh | 42.769[1] |
Kematian | 2.282[1] |
| Situs web resmi | |
| covid19 | |
Hingga 31 Juli, terdapat 312 kasus COVID-19 di Aceh. Sebanyak 91 kasus di antaranya sembuh dan 12 kasus lainnya meninggal.
Bagian ini memerlukan pemutakhiran informasi. (September 2020) |
Pelaksana Tugas Gubernur Nova Iriansyah meminta sektor pariwisata di Aceh agar menyiapkan diri dengan konsep kenormalan baru.[35]
Pada 15 Maret, Provinsi Aceh menginstruksikan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan.[36]
Rendahnya kasus COVID-19 di Aceh membuat Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memuji masyarakat Aceh atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran koronavirus.[37] Namun, Ikatan Dokter Indonesia Aceh menyebutkan sedikitnya jumlah kasus di Aceh tidak berarti bahwa pandemi telah usai di provinsi itu, menekankan harus adanya pemeriksaan uji sampel secara massal.[38] Hingga 19 Mei, sampel yang diuji hanya berjumlah 312 sampel.[39]