Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPandangan Kristen tentang Perjanjian Lama
Artikel Wikipedia

Pandangan Kristen tentang Perjanjian Lama

Perjanjian Musa atau Hukum musa, yang umat Kristen umum disebut sebagai "Perjanjian Lama", memainkan peran penting dalam asal mula Kekristenan dan memicu sengketa dan kontroversi serius sejak permulaan Kekristenan: contohnya kala Yesus mengajarkan Hukum tersebut pada saat Kotbah di bukit dan kontroversi sunat pada gereja perdana.

Wikipedia article
Diperbarui 2 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pandangan Kristen tentang Perjanjian Lama
Sebuah penggambaran Kotbah di Bukit, kala Yesus berkomentar tentang Perjanjian Lama. Lukisan oleh Carl Heinrich Bloch, Danish painter, d. 1890.

Perjanjian Musa atau Hukum musa, yang umat Kristen umum disebut sebagai "Perjanjian Lama" (berseberangan dengan Perjanjian Baru), memainkan peran penting dalam asal mula Kekristenan dan memicu sengketa dan kontroversi serius sejak permulaan Kekristenan: contohnya kala Yesus mengajarkan Hukum tersebut pada saat Kotbah di bukit dan kontroversi sunat pada gereja perdana.

Yahudi Rabbinik[1] menyatakan bahwa Musa mempersembahkan hukum agama Yahudi kepada bangsa Yahudi dan hukum tersebut tak dapat diterapkan kepada kaum kafir (termasuk umat Kristen), dengan pengecualian Tujuh Hukum Musa, yang (menurut ajaran Rabbinik) diterapkan kepada setiap orang.

Kebanyakan umat Kristen (yang meliputi Katolik, Lutheran dan Kristen Reformed) meyakini bahwa Perjanjian Lama, hanya bagian yang berkaitan dengan hukum moral (berseberangan dengan hukum seremonial) yang masih dapat diterapkan (teologi kovenan),[2][3][4][5] sebagian kecil meyakini bahwa tidak ada yang diterapkan (dispensasionalisme), dan teolog perjanjian ganda meyakini bahwa Perjanjian Lama hanya tetap valid bagi Yahudi. Yahudi Mesianik memegang pandangan bahwa seluruh bagian masih diterapkan pada orang yang percaya akan Yesus dan Perjanjian Baru.

Catatan

Referensi

  1. ↑ Jewish Encyclopedia: Gentiles: Gentiles May Not Be Taught the Torah.
  2. ↑ "God's Law in Old and New Covenants" (dalam bahasa Inggris). Orthodox Presbyterian Church. 2018. Diakses tanggal 1 June 2018.
  3. ↑
  4. ↑ Dayton, Donald W. (1991). "Law and Gospel in the Wesleyan Tradition" (PDF). Grace Theological Journal. 12 (2): 233–243.
  5. ↑ "SUMMA THEOLOGIAE: The moral precepts of the old law (Prima Secundae Partis, Q. 100)". www.newadvent.org.

Pranala luar

  • "New Testament": For and Against the Law in the Jewish Encyclopedia
  • "Jesus": Attitude Toward the Law in the Jewish Encyclopedia
  • "Saul of Tarsus": Paul's Opposition to the Law in the Jewish Encyclopedia
  • "The Jewish People and their Sacred Scriptures in the Christian Bible". The pontifical biblical commission.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Kristen ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Pandangan Kristen tentang Yesus

kesaksian Yohanes Pembaptis. Pandangan Perjanjian Baru tentang kehidupan Yesus Pandangan agama tentang Yesus Yesus dalam Alkitab Kristen (Inggris) Oxford Companion

Kekristenan

agama Abrahamik monoteistik

Perjanjian Lama

divisi pertama dari Alkitab Kristen

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026