Pandanarum adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Pandanarum terdiri atas 3 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT), yang mana setiap RW terdiri atas beberapa Pedukuhan atau Dukuh/Dusun. Sebagian besar wilayah Desa Pandanarum dikelilingi hamparan persawahan yang membentang hijau. Di desa ini juga terdapat Makam Waliyullah yang bernama Mbah Wali Wono Segoro yang terletak di Dukuh/Dusun Bentaro, yang mana setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap tanggal 1 Muharram diperingati Khoul untuk mengenang jasa-jasa Beliau.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pandanarum | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Pekalongan | ||||
| Kecamatan | Tirto | ||||
| Kode pos | 51151 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.26.15.2003 | ||||
| Luas | 1,6606 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 4.483 jiwa (2021) | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Pandanarum (bahasa Jawa: ꦥꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦲꦫꦸꦩ꧀) adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Pandanarum terdiri atas 3 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT), yang mana setiap RW terdiri atas beberapa Pedukuhan atau Dukuh/Dusun. Sebagian besar wilayah Desa Pandanarum dikelilingi hamparan persawahan yang membentang hijau. Di desa ini juga terdapat Makam Waliyullah yang bernama Mbah Wali Wono Segoro yang terletak di Dukuh/Dusun Bentaro, yang mana setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap tanggal 1 Muharram (Tahun Baru Hijriyah) diperingati Khoul untuk mengenang jasa-jasa Beliau.
| Utara | Desa Curug |
| Timur | Desa Paweden, Desa Coprayan Kecamatan Buaran |
| Selatan | Desa Ngalian |
| Barat | Desa Karanganyar |
Penduduk Desa Pandanarum bekerja sebagai, petani, buruh, penjahit, montir, perajin, pengusaha, peternak, PNS, guru (non PNS), pensiunan, pegawai swasta dan pedagang.