Pandan bali adalah tumbuhan hijau abadi endemik dari Selandia Baru. Tumbuhan ini memiliki cabang-cabang gemuk yang tumbuh dari batang intinya. Daunnya panjang dan berbentuk seperti pedang. Panjang rata-rata daun tersebut adalah 30–100 cm. Daun-daun tersebut tumbuh mengumpul di titik ujung cabang-cabangnya. Bunga-bunganya berwarna putih-krim dan terkumpul pada malai-malai yang besar. Tumbuhan ini ditemukan mulai dari hutan pesisir pantai hingga hutan di zona montane, tetapi paling sering ditemukan di zona pinggir sungai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pandan bali
| |
|---|---|
| Cordyline australis | |
| Taksonomi | |
| Kerajaan | Plantae |
| Ordo | Asparagales |
| Famili | Asparagaceae |
| Genus | Cordyline |
| Spesies | Cordyline australis Endl., 1833 |
| Distribusi | |
| Endemik | Selandia Baru |
Pandan bali (Cordyline australis) (Inggris: cabbage tree)[1] adalah tumbuhan hijau abadi endemik dari Selandia Baru. Tumbuhan ini memiliki cabang-cabang gemuk yang tumbuh dari batang intinya. Daunnya panjang dan berbentuk seperti pedang. Panjang rata-rata daun tersebut adalah 30–100 cm. Daun-daun tersebut tumbuh mengumpul di titik ujung cabang-cabangnya. Bunga-bunganya berwarna putih-krim dan terkumpul pada malai-malai yang besar. Tumbuhan ini ditemukan mulai dari hutan pesisir pantai hingga hutan di zona montane, tetapi paling sering ditemukan di zona pinggir sungai.[2][3]
Populasi tumbuhan ini mulai menurun di beberapa daerah di Selandia Baru karena sebuah penyakit yang disebut sebagai "Sudden Decline" (penurunan tiba-tiba). Wabah penyakit tersebut diperkirakan mulai menyebar pada tahun 1980-an awal.[3][4]