Pamali adalah sebuah permainan video horor dari Indonesia yang dirilis pada tahun 2018 oleh StoryTale Studios.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pamali | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dirilis | |||||||||||||||||
| Genre | Horor | ||||||||||||||||
| Bahasa | Daftar
| ||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
| |||||||||||||||||
Pamali adalah sebuah permainan video horor dari Indonesia yang dirilis pada tahun 2018[1][2] oleh StoryTale Studios.[3]
Nama "pamali" sendiri berarti tabu dalam bahasa Sunda atau "perintah yang tidak boleh dilanggar".
Pemain dapat berjalan serta berinteraksi dan/atau mengomentari dengan suatu objek. Bila tindakan yang dilakukan adalah sebuah Pamali, maka tindakan tersebut akan tertulis dalam "catatan sompral". Terdapat banyak akhiran cerita dalam permainan video ini.
Jaka Sunarya adalah anak kedua dalam keluarga Sunarya dan ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Nenden Endah Sunarya. Sekitar tahun 1990-an, kakak perempuannya hamil dan kemudian melahirkan anak pertamanya, yang bernama Bayu Setiawan. Sayangnya, bayi tersebut berumur pendek karena hal yang tidak biasa. Hal ini membuat Nenden depresi. Untuk mengatasi kematian anak pertamanya, ia membuat boneka untuk menemaninya sebagai anaknya sendiri. Sementara itu, suaminya memintanya untuk tetap kuat dan akan selalu mencintainya (berdasarkan surat di kamar tidur Nenden). Namun, hal ini tetap membuat Nenden tidak puas dengan kondisi hidupnya dan kesehatannya terus memburuk. 3 hari kemudian setelah melahirkan, ia meninggal dunia.
Kesedihan dan obsesinya terhadap bayinya itu mengubahnya menjadi roh gelisah yang dikenal dalam cerita rakyat setempat sebagai Kuntilanak. Dalam upaya untuk melindungi rumah dari kejadian paranormal, keluarga Sunarya memperoleh dan menyimpan benda-benda sakral untuk perlindungan. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa benda ini mengharuskan sebuah pengorbanan dan menyebabkan kematian mereka dalam kecelakaan mobil.
Bertahun-tahun telah berlalu, dan Jaka dihadapkan pada kenyataan untuk harus menjual rumah lamanya. Selama proses membersihkan dan merenovasi rumah, ia menemukan barang-barang sakral milik keluarganya yang sudah terlupakan. Tanpa sepengetahuan Jaka, rumah itu dihuni oleh roh Nenden. Seiring berjalannya waktu, Jaka mulai bertemu dengan pilihan-pilihan sulit, seperti: keputusan untuk menjual rumahnya, meninggalkannya, atau mencari bantuan seorang dukun untuk mengusir hantu tersebut.
Suatu pagi di tahun 2002, kepala desa Sukacerita menemukan sebuah jenazah. Tragisnya, tidak ada teman maupun keluarga yang bersedia mengurus jenazah tersebut. Maka, kepala desa meminta penjaga kuburan untuk melakukan penguburan. Hari itu, Mang Ujang sebagai penjaga kuburan yang lebih berpengalaman tidak dapat datang karena istrinya sedang melahirkan. Kemudian ia memberi tugasnya kepada penjaga kuburan baru bernama Cecep.
Karena Cecep kurang berpengalaman sebagai penjaga kuburan, ia menguburkan jenazah tersebut dengan tergesa-gesa dan tidak pantas, yang menyebabkan Cecep mengalami kejadian-kejadian supranatural selama bertugas sebagai penjaga kuburan. Setelah ditelusuri, jenazah tersebut bernama Indra Koswara yang dulunya merupakan seorang kriminal dan penyalah guna narkoba. Jiwa Indra bergentayangan di pemakaman dan menghantui Cecep, menyebabkan ia harus memperbaiki kesalahan tersebut atau menerima akibatnya.
Putri, seorang mahasiswa sedang mencari uang tambahan untuk pengobatan ayahnya. Ia pun mengunjungi rumah kakeknya dengan harapan mendapatkan warisan kakeknya. Walau sudah diperingatkan oleh ayahnya untuk tidak berurusan dengan kakek, Putri pun tetap bersikeras untuk mengunjungi rumah kakeknya. Putri tidak tahu bahwa kakeknya mendapatkan kekayaan berkat bantuan mahkluk gaib berukuran kecil.
Seorang ibu bernama Kirana yang sedang mengandungi anaknya, memutuskan untuk pergi membawa mobil ke arah kampung halamannya. Namun, saat dia sampai di perjalanan dengan mobilnya dan kembali ke kampung halamannya, ia melihat ibunya sudah tergeletak tak berdaya di rumah belakangnya tersebut. Dia tidak tahu apa yang terjadi, ternyata makhluk gaib pemangsa bayi yang baru lahir, datang ke rumah ibunya untuk menyerang keluarga Kirana.
Sebuah adaptasi film telah diproduksi Lyto Pictures dengan dibintangi oleh Marthino Lio, Putri Ayudya, Taskya Namya, Unique Priscilla, dan Rukman Rosadi dan ditayangkan di bioskop Indonesia pada 6 Oktober 2022.[4][5][6]