Padang Datar merupakan salah satu gampong yang ada di Mukim Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia. Pada masa dahulu, Padang Datar dikenal dengan nama Kayee Unoe pada awal pendiriannya. Namun tidak ada sumber yang mengetahui siapa generasi pertama yang mendiami wilayah ini, tidak jauh dari lokasi masjid terdapat sebuah makam yang diyakini keramat oleh penduduk setempat, makam Cut Wan begitu sebutan masyarakat gampong, makam yg berada di tengah pumikiman ini yg tidak diketahui akan siapa sosok Cut Wan tersebut berdampingan dengan ratusan makam-makam lain, pada masa Belanda yang tidak diketahui jelas sejarahnya. Berdasarkan pengakuan tetua gampong kemungkinan mereka adalah penduduk pertama yg mendiami padang datar dgn Cut Wan sebagai pemimpin. Selain itu keyakinan masyarakat bahwa pusat pemerintahan gampong dahulu berada di dekat pantai dengan adanya bukti berupa bekas bangunan masjid yang disebut sampai saat ini dengan carok mesjid dan carok belangong beso yang merupakan tempat orang-orang terdahulu untuk membuat garam dan carok kapai terbang,terletak di dekat sungai yang bersebelahan dengan Lautan Hindia. Entah bagaimana kehidupan masyarakat dahulu yang pertama mendiami gampong Kayee Unoe yg sekrang menjadi padang datar tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Padang Datar | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Aceh |
| Kabupaten | Aceh Jaya |
| Kecamatan | Krueng Sabee |
| Kode Kemendagri | 11.14.02.2009 |
| Luas | ... km² |
| Jumlah penduduk | ... jiwa |
| Kepadatan | 809 jiwa/km² |
Padang Datar merupakan salah satu gampong yang ada di Mukim Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia. Pada masa dahulu, Padang Datar dikenal dengan nama Kayee Unoe pada awal pendiriannya. Namun tidak ada sumber yang mengetahui siapa generasi pertama yang mendiami wilayah ini, tidak jauh dari lokasi masjid terdapat sebuah makam yang diyakini keramat oleh penduduk setempat, makam Cut Wan begitu sebutan masyarakat gampong, makam yg berada di tengah pumikiman ini yg tidak diketahui akan siapa sosok Cut Wan tersebut berdampingan dengan ratusan makam-makam lain, pada masa Belanda yang tidak diketahui jelas sejarahnya. Berdasarkan pengakuan tetua gampong kemungkinan mereka adalah penduduk pertama yg mendiami padang datar dgn Cut Wan sebagai pemimpin. Selain itu keyakinan masyarakat bahwa pusat pemerintahan gampong dahulu berada di dekat pantai dengan adanya bukti berupa bekas bangunan masjid yang disebut sampai saat ini dengan carok mesjid dan carok belangong beso yang merupakan tempat orang-orang terdahulu untuk membuat garam dan carok kapai terbang,terletak di dekat sungai yang bersebelahan dengan Lautan Hindia. Entah bagaimana kehidupan masyarakat dahulu yang pertama mendiami gampong Kayee Unoe yg sekrang menjadi padang datar tersebut.