Pabrik Gula Rewulu merupakan salah satu pabrik gula yang pernah beroperasi di yogyakarta. Pabrik ini didirikan pada tahun 1889 diatas tanah milik kadipaten pakualaman. Dikutip dari Lengkong Sanggar, seorang alumni arkeologi UGM dalam blog pribadinya, Pabrik gula rewulu merupakan pabrik dibawah perusahaan N.V Cultuur Matschapij der Vorstenlanden yang berpusat di Semarang.Sekarang area pabrik ini berubah menjadi komplek kelurahan Sidomulyo. Pada masa jayanya pabrik gula rewulu merupakan pabrik dengan kapasitas produksi yang besar yang mampu memproduksi 105.300 pikul gula berkualitas pada tahun 1919.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


[1]Pabrik Gula Rewulu (sf Rewoeloe) merupakan salah satu pabrik gula yang pernah beroperasi di yogyakarta. Pabrik ini didirikan pada tahun 1889 diatas tanah milik kadipaten pakualaman. Dikutip dari Lengkong Sanggar, seorang alumni arkeologi UGM dalam blog pribadinya, Pabrik gula rewulu merupakan pabrik dibawah perusahaan N.V Cultuur Matschapij der Vorstenlanden yang berpusat di Semarang.Sekarang area pabrik ini berubah menjadi komplek kelurahan Sidomulyo. Pada masa jayanya pabrik gula rewulu merupakan pabrik dengan kapasitas produksi yang besar yang mampu memproduksi 105.300 pikul gula berkualitas pada tahun 1919.

Untuk mendistribusikan hasil produksi dari pabrik gula rewulu, Pabrik ini terhubung dengan stasiun rewulu milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij yang berada disebelah selatan yang dihubungkan menggunakan decauville (kereta lori). Saat ini Stasiun rewulu beralih fungsi menjadi stasiun yang melayani angkutan bahan bakar dari Depo Pertamina.
Krisis ekonomi global yang melanda pada tahun 1930an berdampak besar pada Hindia Belanda. Industri gula merupakan salah satu yang mengalami dampak tersebut sehingga banyak pabrik gula khususnya di Yogyakarta yang terpaksa tutup termasuk pabrik gula rewulu.


Setelah berhenti beroperasi pada dekade 1930-an, Sisa bangunan pabrik gula rewulu masih berdiri hingga tahun 1940an sebelum sebagian besar bangunannya terbakar yang kemudian sisa puing puing bangunan tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuat serbuk semen merah. Saat ini yang tersisa dari pabrik gula rewulu hanya tinggal fondasi, saluran air dan sisa jembatan kereta lori yang berada di area kelurahan sidoluhur.