PT-76 adalah tank ringan amfibi Uni Soviet yang diperkenalkan pada awal 1950-an dan segera menjadi tank intai standar Angkatan Darat Soviet dan negara-negara Pakta Warsawa lain. PT-76 banyak diekspor ke negara-negara sahabat Soviet, seperti India, Irak, Suriah, Korea Utara, dan Vietnam Utara. Secara keseluruhan, sekitar 25 negara menggunakan PT-76.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| PT-76 | |
|---|---|
| Jenis | Tank ringan amfibi |
| Negara asal | |
| Sejarah pemakaian | |
| Masa penggunaan | 16 Agustus 1951 – sekarang |
| Digunakan oleh | |
| Sejarah produksi | |
| Perancang | N. Shashmurin dan Zh.Y. Kotin |
| Tahun | 1949–1951 |
| Produsen | VTZ, Industri Kirov |
| Diproduksi | 1951–1969 |
| Jumlah produksi | Sekitar 12.000[1] |
| Spesifikasi (PT-76 model 1) | |
| Berat | 14,6 ton |
| Panjang | 7,63 m (ujung meriam) 6,91 m (lambung) |
| Lebar | 3,15 m |
| Tinggi | 2,325 m |
| Awak | 3 |
| Perisai | 20 mm |
| Senjata utama |
Meriam tank D-56T kaliber 76,2 mm (40 peluru) |
| Senjata pelengkap |
senapan mesin SGMT kaliber 7,62 mm (1.000 peluru) |
| Jenis Mesin | Diesel tipe V-6, Mesin 6 silinder segaris 240 hp (176 kW) |
| Daya kuda/ton | 16,4 hp/ton |
| Suspensi | batang torsi |
| Kelonggaran tanah | 370 mm |
| Kapasitas tangki | 250 l |
| Daya jelajah | 370–400 km, 480–510 km dengan bahan bakar eksternal |
| Kecepatan | 44 km/h (27 mph), di air 10,2 km/h (6,3 mph) |


PT-76 adalah tank ringan amfibi Uni Soviet yang diperkenalkan pada awal 1950-an dan segera menjadi tank intai standar Angkatan Darat Soviet dan negara-negara Pakta Warsawa lain. PT-76 banyak diekspor ke negara-negara sahabat Soviet, seperti India, Irak, Suriah, Korea Utara, dan Vietnam Utara. Secara keseluruhan, sekitar 25 negara menggunakan PT-76.
Nama lengkap dari PT-76 ialah plavayushchiy tank–76 (плавающий танк-76 atau ПТ-76, tank apung-76). Nomor 76 merujuk pada kaliber senjata utama tank amfibi ini, yaitu meriam D-56T kaliber 76,2 mm.
Tank ini difungsikan dalam misi pengintaian dan bantuan tempur. Rangka dasarnya berfungsi sebagai basis pengembangan kendaraan tempur lainnya, seperti kendaraan angkut pasukan BTR-50, kendaraan antipesawat gerak sendiri ZSU-23-4 Shilka, kendaraan artileri gerak sendiri khusus linud ASU-85, dan kendaraan peluncur sistem misil antipesawat 2K12 Kub.
Setelah Perang Dunia II, konsep tank ringan dihidupkan kembali di Uni Soviet. PT-76 digunakan dalam unit pengintaian dan karena itu kemampuan amfibi menjadi esensial. Persyaratan yang diminta adalah tank mampu melintasi rintangan air dengan persiapan sedikit. Banyak prototipe tank-tank sejenis dibangun pada akhir 1940-an. Yang paling sukses adalah "obyekt 740" (objek 740) didesain oleh insinyut N. Shashmurin yang bekerja pada institusi VNII-100 di Leningrad (sebuah lembaga riset pada Pabrik traktor Chelyabinsk ChTZ) pada 1949-1950, di bawah pengawasan Zh. Kotin dari Industri Kirov.[2] Kendaraan tersebut sukses karena desain yang sederhana, kemampuan yang baik dalam navigasi dan lintas negara. Pada saat itu, desain jet airnya termasuk inovatif.[3]
Pada tahun 2020, perusahaan Indonesia PT Lumindo Artha Sejati telah meningkatkan tank amfibi ringan buatan Soviet yang digunakan oleh Korps Marinir Indonesia sejak 1960-an. PT-76 tersebut kini digerakkan dengan mesin Detroit Diesel buatan AS dan dipersenjatai dengan John Cockerill (sebelumnya CMI Defense) meriam kaliber Mk III 90mm Mk, serta sistem kontrol penembakan baru.[4]