PSIM Yogyakarta kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia setelah sukses menjuarai Liga 2 musim 2024-2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Musim 2025–2026 | |
| Pelatih | |
|---|---|
| Stadion | Stadion Sultan Agung, Bantul |
| BRI Liga Super 2025-2026 | Sedang berlangsung |
| Seluruh statistik akurat per 8 Agustus 2025. | |
PSIM Yogyakarta kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia setelah sukses menjuarai Liga 2 musim 2024-2025.
Erwan Hendarwanto, pelatih yang sukses membawa PSIM sebagai juara Liga 2 musim 2024-2025 dipertahankan sebagai asisten pelatih pada musim ini. Sementara itu, Jean-Paul van Gastel, mantan pelatih NAC Breda asal Belanda menjadi pelatih utama PSIM.[1]
Gelandang serang Ezquiel "Pulga" Vidal (29) bergabung dengan PSIM sebagai pemain asing kedua asal Argentina, mengikuti jejak Franco Ramos Mingo. Sebelumnya, Pulga pernah tampil membela Persita Tangerang selama dua musim dari tahun 2022 hingga 2024, dengan catatan 17 gol dan 14 asis dalam penampilan di 63 pertandingan. Setelah itu, ia bergabung dengan Punjab FC, dengan catatan 7 gol dan 3 asis dari 22 penampilan.[2]
Bek muda Persik Kediri, Dede Sapari (21), dikontrak oleh PSIM secara jangka panjang dengan durasi tiga tahun. Sebelumnya, Dede sudah dilepas Persik dengan status bebas transfer, setelah mencatatkan 20 penampilan pada musim lalu.[3]
Dari enam laga uji coba pra-musim, PSIM mengalami empat kekalahan, yakni dari Bali United, Persik Kediri, Barito Putera dan Persis Solo. Dua kemenangan uji coba didapat dari Madura United dan PSIS Semarang.
| 8 Agustus 2025 (2025-08-08) Pekan 1 | PSIM Yogyakarta | 1–0 | Persebaya Surabaya | Gelora Bung Tomo | |
|---|---|---|---|---|---|
| 19:00 WIB |
|
Laporan | Wasit: Rio Permana Putra |
|
Kedua tim turun dengan formasi serupa, yakni 4-3-3. Persebaya coba memaksimalkan pemain asing barunya, terutama bek Risto Mitrevski, gelandang Milos Raickovic dan penyerang Mihailo Perovic. Di babak pertama, Persebaya lebih dominan dengan penguasaan bola 54 persen dan melancarkan enam tembakan, dua diantaranya tepat sasaran. PSIM merespon dengan membuat tiga tembakan, satu diantaranya tepat sasaran. Setelah tanpa gol di babak pertama, kedua tim meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Akhirnya, upaya PSIM memasukan bek sayap Dede Sapari pada menit ke-86 berbuah manis. Pada menit ke-90+2, gol kemenangan PSIM tercipta setelah Dede memberi umpan silang melambung yang disambut tandukan Ezequel Vidal—baru saja lolos dari jebakan offside. Gol ini membalas kekalahan 0-1 delapan tahun silam, di Stadion Gelora Bung Tomo. Catatan pertemuan kedua tim pendiri PSSI pada 1930 ini menjadi setara, yakni sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah.