Oyong Liza adalah seorang atlet dan pemain sepak bola Indonesia. Oyong Liza dikenal sebagai pemain belakang timnas sepak bola Indonesia yang tangguh pada era tahun 70an. Pada era itu Timnas Indonesia dianggap lebih baik dibanding era-era lainnya. Oyong Liza yang menyandang ban kapten di lengannya itu satu angkatan dengan Anjas Asmara, Ronny Pasla, Sutan Harhara, Suaib Rizal, Nobon Kayamudin, Junaedi Abdillah, Waskito, Iswadi Idris, Andi Lala dan lain-lain.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Tanggal lahir | (1946-11-10)10 November 1946 | ||
| Tempat lahir | Padang, Sumatera Barat, Indonesia | ||
| Tanggal meninggal | 8 September 2025(2025-09-08) (umur 78) | ||
| Tempat meninggal | Jakarta, Indonesia | ||
| Posisi bermain | Pemain belakang (pensiun) | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| PSP Padang | |||
| Persija Jakarta | |||
| Tim nasional | |||
| Indonesia | |||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Oyong Liza (10 November 1946 – 8 September 2025) adalah seorang atlet dan pemain sepak bola Indonesia. Oyong Liza dikenal sebagai pemain belakang timnas sepak bola Indonesia yang tangguh pada era tahun 70an. Pada era itu Timnas Indonesia dianggap lebih baik dibanding era-era lainnya. Oyong Liza yang menyandang ban kapten di lengannya itu satu angkatan dengan Anjas Asmara, Ronny Pasla, Sutan Harhara, Suaib Rizal, Nobon Kayamudin, Junaedi Abdillah, Waskito, Iswadi Idris, Andi Lala dan lain-lain.[1]
Mereka itu adalah pemain-pemain terbaik Indonesia yang masuk dalam skuat Timnas PSSI yang hampir saja meloloskan Indonesia ke Olimpiade. Dalam pertandingan Pra Olimpiade yang menegangkan melawan Korea Utara kala itu, Timnas Indonesia akhirnya kalah melalui adu penalti setelah skor tetap imbang walaupun sudah melalui perpanjangan waktu.[2]
Oyong yang pernah menjadi kapten Persija Jakarta, meraih tiga gelar juara dalam Kompetisi Perserikatan di tahun 1973, 1975, dan 1979. Ia juga mencicipi gelar juara Piala Soeratin (1972) dan Piala Marah Halim (1977).[3]
Mantan pemain PSP Padang ini juga bermain sebagai libero ketika Timnas Indonesia menahan imbang klub Manchester United (MU) pada tahun 1975.
Oyong meninggal dunia pada tanggal 8 September 2025 di Jakarta.[4]