Otoritas bandar udara adalah sebuah entitas independen yang bertanggung jawab atas operasi dan pengawasan dari satu atau beberapa bandar udara. Otoritas bandar udara dapat merupakan lembaga pemerintah atau badan usaha swasta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Otoritas bandar udara adalah sebuah entitas independen yang bertanggung jawab atas operasi dan pengawasan dari satu atau beberapa bandar udara. Otoritas bandar udara dapat merupakan lembaga pemerintah atau badan usaha swasta.
Di Indonesia, otoritas bandar udara atau biasa disingkat menjadi Otban, adalah unit pelaksana teknis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang bertugas melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan penerbangan.[1]
Dalam menjalankan tugasnya, Otban antara lain menyelenggarakan fungsi:[1]
Hingga akhir tahun 2023, terdapat 10 unit Otban yang tersebar di seantero Indonesia, yakni:[1]
| Nama | Kelas | Lokasi | Wilayah kerja |
|---|---|---|---|
| Otban Wilayah I | Utama | Bandara Internasional Soekarno–Hatta (Kota Tangerang, Banten) | |
| Otban Wilayah II | I | Bandara Internasional Kualanamu (Deli Serdang, Sumatera Utara) | |
| Otban Wilayah III | Bandara Internasional Juanda (Sidoarjo, Jawa Timur) | ||
| Otban Wilayah IV | Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Badung, Bali) | ||
| Otban Wilayah V | Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Maros, Sulawesi Selatan) | ||
| Otban Wilayah VI | II | Bandara Internasional Minangkabau (Padang Pariaman, Sumatera Barat) | |
| Otban Wilayah VII | Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kota Balikpapan, Kalimantan Timur) | ||
| Otban Wilayah VIII | Bandara Internasional Sam Ratulangi (Kota Manado, Sulawesi Utara) | ||
| Otban Wilayah IX | Bandara Rendani (Manokwari, Papua Barat) |
| |
| Otban Wilayah X | Bandara Mopah (Merauke, Papua Selatan) |
|