Osman Hamdi Bey adalah seorang administrator, intelektual, ekspert seni rupa dan juga pelukis pelopor dan berpengaruh Utsmaniyah. Ia juga menjadi arkeolog, dan diakui sebagai pelopor profesi kurator museum di Turki. Ia adalah pendiri dari Museum Arkeologi Istanbul dan Akademi Seni Rupa Murni Istanbul, yang sekarang dikenal sebagai Universitas Seni Rupa Murni Mimar Sinan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Osman Hamdi Bey | |
|---|---|
Osman Hamdi Bey | |
| Lahir | Osman Hamdi 1842 Konstantinopel |
| Meninggal | 24 Februari 1910 (Usia 68 tahun) Konstantinopel |
| Kebangsaan | Turk Utsmaniyah |
| Dikenal atas | Melukis, arkeologi |
| Karya terkenal | The Tortoise Trainer |
Osman Hamdi Bey (1842 – 24 Februari 1910) adalah seorang administrator, intelektual, ekspert seni rupa dan juga pelukis pelopor dan berpengaruh Utsmaniyah. Ia juga menjadi arkeolog, dan diakui sebagai pelopor profesi kurator museum di Turki. Ia adalah pendiri dari Museum Arkeologi Istanbul dan Akademi Seni Rupa Murni Istanbul (Sanayi-i Nefise Mektebi dalam bahasa Turki), yang sekarang dikenal sebagai Universitas Seni Rupa Murni Mimar Sinan.

Osman Hamdi adalah putra dari İbrahim Edhem Pasha,[1] seorang Vizier Agung Utsmaniyah (menjabat 1877–1878, menggantikan Midhat Pasha) yang aslinya merupakan anak laki-laki Yunani dari pulau Utsmaniyah Sakız (Chios) yang menjadi yatim piatu pada usia yang sangat muda[2] setelah kebangkitan Yunani 1821 disana.[3] He was adopted by Kaptan-ı Derya (Grand Admiral) Hüsrev Pasha[4] dan kemudian naik pangkat menjadi kelas pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah.
Osman Hamdi masuk sekolah dasar di perempatan Istanbul terkenal Beşiktaş;[5] setelah itu ia mempelajari Hukum, pertama di Istanbul (1856) dan kemudian di Paris (1860). Namun, ia memutuskan untuk beralih ke bidang melukis, meninggalkan program Hukum, dan berlatih dibawah bimbingan pelukis orientalis Prancis Jean-Léon Gérôme dan Gustave Boulanger.[6] Selama sembilan tahunnya di Paris, ibu kota seni rupa murni internasional pada waktu itu, ia menunjukan ketertarikan terhadap peristiwa-peristiwa artistik pada harinya.
Dua potret buatan Osman Hamdi Bey dari istri kedua Marie, yang kemudian mengambil nama Naile Hanım.[7] Sebenarnya, nama istri pertamanya juga Marie, dan keduanya adalah orang Prancis.[7] Dari istri pertamanya Marie, yang ia temui di Paris, ia mendapatkan dua putri yang bernama Fatma dan Hayriye.[7] Dari istri keduanya Marie (Naile Hanım), yang ia temui di Wina, ia mendapatkan tiga putri yang bernama Melek, Leyla dan Nazlı, dan satu putra yang bernama Edhem.[7] | ||
Persinggahannya di Paris juga menandai kunjungan pertama oleh seorang sultan Utsmaniyah ke Eropa Barat, ketika Sultan Abdülaziz diundang ke Exposition Universelle (1867) oleh Kaisar Napoleon III. Ia juga menemui beberapa Pemuda Utsmaniyah di Paris, dan meskipun ia memegang gagasan liberal mereka, ia tidak ikut dalam aktivitas politik mereka. Osman Hamdi Bey juga bertemu dengan istri pertamanya Maria, seorang wanita Prancis, di Paris ketika ia menjadi pelajar. Setelah mendapatkan restu ayahnya, ia mengikutinya ke Istanbul (Konstantinopel) ketika ia kembali pada 1869, dimana keduanya menikah dan memiliki dua putri.
Ketika kembali ke Turki, ia dikirim ke provinsi Utsmaniyah Baghdad sebagai bagian dari tim administratif Midhat Pasha, yang kemudian menjadi figur politik utama dan reformer berpengaruh di antara Pemuda Utsmaniyah yang membuat Konstitusi Utsmaniyah Pertama pada 1876.[8] Pada 1871, Osman Hamdi kembali ke Istanbul, sebagai wakil direktur Kantor Protokol Istana.

(Osman Hamdi)…His father, Ibrahim Edhem, was born in the Greek Orthodox village of Sakiz. After being captured as a prisoner of war during a village revolt, he was sold as a slave to the chief naval officer, Kaptan-ı Derya Hüsrev Pasha, the head of the Ottoman Navy, who would also soon serve as vizier to the sultan.
Osman Hamdi Bey's father, Edhem Pasha (ca. 1818–1893) was a high official of the Empire. A Greek boy captured on Chios after the 1822 massacres, he was acquired and brought up by Hüsrev Pasha, who sent him to Paris in 1831 in order to acquire a western education.
Edhem Pasha was a Greek by birth, pure and unadulterated, having when an infant been stolen from the island of Chios at the time of the great massacre there
Media terkait Osman Hamdi Bey di Wikimedia Commons