Orang yang penuh kesengsaraan adalah keadaan yang terjadi pada Mesias yang diidentifikasikan oleh umat Kristen dengan pasal Yesalye 53 dalam Perjanjian Lama. Keadaan tersebut juga merupakan gambar devosional ikonik yang menampilkan Kristus, biasanya dalam keadaan telanjang dada, dengan luka-luka dari Masa Kesengsaraan-Nya ditampilkan pada bagian tangan dan lambung, biasanya dimahkotai dengan mahkota duri dan terkadang dihampiri oleh para malaikat. Tampilan tersebut berkembang di Eropa dari abad ke-13 dan menjadi populer di Eropa Utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Orang yang penuh kesengsaraan adalah keadaan yang terjadi pada Mesias yang diidentifikasikan oleh umat Kristen dengan pasal Yesalye 53 (nyanyian pelayan) dalam Perjanjian Lama. Keadaan tersebut juga merupakan gambar devosional ikonik yang menampilkan Kristus, biasanya dalam keadaan telanjang dada, dengan luka-luka dari Masa Kesengsaraan-Nya ditampilkan pada bagian tangan dan lambung ("ostentatio vulnerum", sebuah tampilan dari jenis gambar standar lainnya), biasanya dimahkotai dengan mahkota duri dan terkadang dihampiri oleh para malaikat. Tampilan tersebut berkembang di Eropa dari abad ke-13 dan menjadi populer di Eropa Utara.
3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. 4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.[1]