Orang Jibuti adalah orang yang mendiami atau yang berasal dari Jibuti. Negara ini terdiri dari dua kelompok etnik utama, yaitu orang Somali dan orang Afar. Terdapat banyak bahasa - meskipun Somali dan Afar merupakan bahasa yang paling luas dituturkan, bahasa Arab dan Prancis lah yang memiliki status resmi. Terdapat diaspora kecil Jibuti di Amerika Utara, Eropa, dan Australia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Jumlah populasi | |
|---|---|
| ca 921,000-935,000[a] | |
| Bahasa | |
| Somali, Afar, Arab, Prancis | |
| Agama | |
| Islam (96%; Sunni · Sufisme),[1] | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Orang Eritrea, orang Etiopia, orang Somali, orang Tanduk Afrika lainnya, dan populasi Afro-Asiatik (orang Kushitik) lainnya. |
Orang Jibuti (bahasa Prancis: Djiboutienscode: fr is deprecated ) adalah orang yang mendiami atau yang berasal dari Jibuti. Negara ini terdiri dari dua kelompok etnik utama, yaitu orang Somali dan orang Afar. Terdapat banyak bahasa - meskipun Somali dan Afar merupakan bahasa yang paling luas dituturkan, bahasa Arab dan Prancis lah yang memiliki status resmi. Terdapat diaspora kecil Jibuti di Amerika Utara, Eropa, dan Australia.
Sebagian besar masyarakatnya memeluk agama Islam, sehingga meudah mencari makanan halal di masyarakat Jibuti. Pemerintah Jibouti juga menetapkan hari Jumat sebagai hari libur nasional, agar masyarakat muslim fokus menjalankan ibadah terutama untuk salat Jumat.[2]