Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ony Sahalessy

Docianus Ony Sahalessy, juga ditulis D. Sahalessy atau O. Sahalessy, adalah seorang guru, aktivis kemerdekaan Maluku Selatan, dan geriliyawan RMS. Dia dikenal sebagai pengarang lagu "Maluku Tanah Airku".

Wikipedia article
Diperbarui 15 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ony Sahalessy
Ony Sahalessy
Sahalessy pada tahun 1978
Lahir(1939-12-06)6 Desember 1939
Amahai, Hindia Belanda
Meninggal9 Maret 2022(2022-03-09) (umur 82)
Assen, Belanda
PengabdianRepublik Maluku Selatan
Dinas/cabangAngkatan Perang Republik Maluku Selatan
Lama dinas1956-1966
PangkatMayor

Docianus Ony Sahalessy (6 Desember 1939 – 9 Maret 2022), juga ditulis D. Sahalessy atau O. Sahalessy, adalah seorang guru,[1] aktivis kemerdekaan Maluku Selatan, dan geriliyawan RMS. Dia dikenal sebagai pengarang lagu "Maluku Tanah Airku".

Kehidupan awal dan pendidikan

Sahalessy lahir di Amahai pada tanggal 6 Desember 1939.[2] Dia terlahir dari keluarga yang berprofesi sebagai petani.[3] Kakeknya adalah mantan tentara KNIL. Dia juga sempat mengenyam bangku pendidikan.[4]

Bergabung ke Angkatan Perang Republik Maluku Selatan

Sahalessy pertama kali bertemu dengan anggota Angkatan Perang Republik Maluku Selatan (APRMS) ketika ia sedang mencari makanan di hutan. Para anggota APRMS menghampiri dia dan membujuknya untuk bersimpati terhadap perjuangan Republik Maluku Selatan.[4]

Suatu hari, pasukan TNI memperlihatkan lima anggota RMS yang menyerahkan diri di desa Sahalessy tinggal dan salah satunya adalah Kolonel Nussy. Ketika dia melihat Kolenel Nussy menerima ajakan TNI untuk bergabung dengan mereka dan melawan RMS, Sahalessy memutuskan untuk bergabung dengan RMS karena tidak mau membunuh sesama saudaranya sendiri.[4] Akhirnya, ia bergabung dengan RMS di hutan Seram pada tahun 1956.[5]

Pada tahun 1959, Christiaan Robbert Steven Soumokil mengadakan kompetisi untuk membuat lagu kebangsaan RMS. Mendengar kabar teresebut, Sahalessy membuat lagu yang berjudul "Maluku Tanah Airku". Seusai membuat lagu "Maluku Tanah Airku", ia menyanyikan lagu tersebut bersama dengan rekan geriliyanya. Ketika bernyanyi bersama, rekan-rekannya mengatakan bahwa lagu ini pasti akan memenangkan lomba. Dia kemudian menjadi pemenang lomba kebangsaan RMS.[6] Di samping itu juga, dia juga menjadi asisten Soumokil.[7]

Anggota TNI mendatangi orang tua Sahalessy untuk membujuk dia berhenti berperang. Sang ayah menolak permintaan tersebut, tetapi ibunya mengiyakan. Ia datang ke hutan dengan membawa makanan demi membujuk anaknya untuk menyerahkan diri. Namun, ia tidak keluar dari hutan. Setelah kejadian tersebut, sang ibu meninggal dunia.[4]

Selama melancarkan perang geriliya di hutan, Sahalessy menemukan bahwa teman-teman sekolahnya bergabung dengan TNI.[4] Pada tanggal 16 Oktober 1963, dia mendapatkan pangkat mayor dan memperoleh wewenang untuk menjalankan semua kebijakan RMS di segala situasi.[8] Dia ditangkap pada tanggal 6 Desember 1966.[9]

Penangkapan dan kehidupan di Belanda

Sahalessy mempresentasikan buku karangannya yang berjudul perang yang terisolir pada tanggal 24 September 1982.

Sahalessy ditangkap pada tanggal 6 Desember 1966. Dia kemudian dibebaskan pada tanggal 3 Januari 1970. Semenjak itu, dia pulang ke Seram dan bekerja sebagai petani. Pada tahun 1971, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pattimura dan menulis skripsi mengenai sejarah Maluku Selatan yang berjudul "Manusia dan Budaya di Maluku".[10][5] Ketika menulis skripsi, ia mendapatkan dana hibah sebesar Rp75.000 dari Universitas Pattimura. Namun, polisi menangkap dan memenjara dia kembali pada tanggal 9 April diduga karena skripsinya.[5][11] Tidak hanya itu saja, skripsi dan dokumen yang dia punya juga disita oleh polisi.[10] Dia dibebaskan pada tanggal 22 Juni 1975.[9] Ketika ia dibebaskan pada tahun 1975, ia menjadi tahanan kota dan harus melapor ke kantor polisi di Ambon setiap harinya. Kadang-kadang, ia menghabiskan waktu hampir seharian di kantor polisi sehingga membuat pekerjaanya terganggu.[3][12][10]

Pada tahun yang tidak diketahui, Sahalessy mendapatkan izin untuk kembali ke Pulau Seram untuk pemilu.[12] Mendapatkan kesempatan pulang, ia memutuskan untuk melarikan diri ke Jakarta dengan kapal dan menyogok beberapa polisi pada bulan Mei 1977. Setibanya di Jakarta, ia terbang ke Jerman Barat dengan paspor palsunya.[13][3][10] Sesampainya di Jerman Barat, ia mendapatkan izin tinggal turis dan mengajukan visa turis di Konsulat Belanda Düsseldorf. Konsulat Belanda menolak permohonan visanya dan ia memutuskan untuk ke Belanda pergi dengan cara ilegal. Dia tiba di negeri Belanda pada tanggal 8 November 1977 melalui pos perbatasan Bergh.[10]

Setibanya di Belanda, ia bersembunyi di rumah temannya.[10] Dia mengajukan suaka politik di kantor imigrasi di Assen pada tanggal 24 Januari 1978 setelah polisi menemui dia dan menyampaikan jaminan dari Kementerian Hukum Belanda bahwa ia tidak akan ditahan.[5][13][11] Sebulan kemudian, dia mendapatkan izin tinggal untuk durasi enam bulan.[14] Akan tetapi permintaan suaka politik ditolak pada bulan Mei 1978 karena tidak ada bukti bahwa dia dipersekusi karena persoalan politik di Indonesia.[15] Mendengar kabar teresbut, Komite Nasional Maluku Selatan mengajukan petisi kepada Kementerian Hukum Belanda agar mengabulkan permintaan permohonan status suaka politik Sahalessy yang ditandatangani oleh 3000 orang.[5][13]

Pada bulan Maret 1978, dia mengkritik diaspora Maluku Selatan yang tidak belajar banyak dari sejarah dan sibuk dengan hedonisme di majalah Toma and Soeara Rajat.[16] Di bulan yang sama juga, ia juga tampil di acara TV NOS, Sprekershoek (Pojok Pembicara), dan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berusaha untuk menghancurkan budaya asli Maluku Selatan secara sistematis dengan cara mendatangkan transmigran Jawa dan melalui senjata ekonomi.[17] Dia juga mencoba untuk menyatukan kembali Gerakan Kemerdekaan Maluku Selatan yang mengalami dualisme kepemimpinan antara Johan Manusama dan Isaac Julius Tamaëla.[14] Ketika seorang jurnalis Nederlands dagblad [en] mewawancarai Sahalessy di sebuah restoran di Assen pada bulan Agustus 1978, dia tidak bisa berbahasa Belanda dan tidak fasih berbahasa Inggris sehingga ia harus didampingi oleh penerjemah yang bernama Pieter Tuny.[5] Di bulan yang sama juga, izin tinggalnya diperpanjang.[18] Permintaan suaka politik Sahalessy kembali ditolak pada bulan November 1978.[19] Pada tahun 1979, pemerintah Belanda memberikan dia suaka politik setelah Komite Nasional Maluku Selatan mengirimkan petisi permohonan suaka politik Sahalessy.[9]

Pada tahun 1979, pada konferensi pers Amnesty International di London, Sahalessy mengungkapkan daftar-daftar tahanan RMS dan G30S di Maluku serta mengungkapkan bahwa pemerintah mengisolasi tahanan RMS dengan cara memberikan tudingan bahwa mereka terlibat dalam gerakan G30S/PKI karena masyarakat masih ada keinginan untuk membantu tahanan RMS.[12][20] Ia juga terlibat dalam organisasi pergerakan Maluku Selatan di Belanda dan mengajak orang untuk melawan Johan Manusama dan Semuel Metiarij [nl]. Perlawanan terhadap Manusama dan Metiarij membuat para beberapa tokoh pergerakan Maluku Selatan menuding dia bekerja sama dengan Indonesia.[21] Tudingan bahwa ia bekerja sama dengan Indonesia sudah muncul sejak tahun 1978 ketika Isaac Julius Tamaëla menuding bahwa Sahalessy adalah mata-mata Indonesia karena ia menghindari kontak dengan diaspora Maluku yang pernah ia jumpai di Maluku.[22] Selain itu juga, Manusama juga menyerang Sahalessy dengan menuding bahwa ia membuat tulisan yang mengkritik pimpinan RMS.[23] Namun, ia membantah telah menulis surat kritikan tersebut.[24] Pada tahun 1982, ia merilis buku yang berjudul Een geïsoleerde oorlog (Perang yang Terisolir).[25]

Pada tahun 2017, Agustinus Wibowo melaporkan bahwa Sahalessy tinggal di panti jompo di Assen dan bergantung kepada tunjangan sosial pemerintah Belanda. Kondisi kesehatan dia memburuk dan menjalani operasi.[4] Dia meninggal dunia pada tanggal 9 Maret 2022 di Assen.[2]

Referensi

  1. ↑ Lewin, Lisette (25 Maret 1978). "Sprekershoek voelt zich niet schuldig: De Waarheid, mevrouw?". Vrij Nederland. Amsterdam: Vrij Nederland.
  2. 1 2 Wattilete, J.G. "Overlijden Docianus (Ony) Sahalessy". republikmalukuselatan.nl. Pemerintah "Darurat" Republik Maluku Selatan. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
  3. 1 2 3 "MOLUKSE GUERILLASTRIJDER SAHALESSY ZAT VELE JAREN IN INDONESIE GEVANGEN Che Guevara voor de RMS jongeren". Het Parool. 19 Agustus 1978. hlm. 7.
  4. 1 2 3 4 5 6 Wibowo, Agustinus. "Ikan Makan Ikan". agustinuswibowo.com. Agustinus Wibowo. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
  5. 1 2 3 4 5 6 "Sahalessy: Wij zijn geen nomadenvolk". Nederlands Dagblad: Gereformeerd Gezinsblad. 19 Agustus 1978. hlm. 12.
  6. ↑ Het Klaverblad, Het Klaverblad. "'Lain Sayang Lain' – vier generaties Molukkers in Nederland'". hetklaverblad.nl. Het Klaverblad. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
  7. ↑ "Strijd voor vrije Molukken niet dood". Trouw. 24 September 1982. hlm. 13.
  8. ↑ Rosenzweig 2000, hlm. 61.
  9. 1 2 3 Rosenzweig 2000, hlm. 67.
  10. 1 2 3 4 5 6 "Zuidmolukse politieke vluchteling vraagt asiel". Nederlands Dagblad: Gereformeerd Gezinsblad. 17 Januari 1978. hlm. 7.
  11. 1 2 "Gevluchte Sahalessy in tranen uit schuilplaats". Algemeen Dagblad. 25 Januari 1978. hlm. 5.
  12. 1 2 3 "},"date":{"wt":"Agustus 1979"},"title":{"wt":"PRISONERS IN MALUKU"},"url":{"wt":"https://vuir.vu.edu.au/26350/1/TAPOL35_compressed.pdf"},"magazine":{"wt":"TAPOL Bulletin"},"location":{"wt":""},"publisher":{"wt":"TAPOL"},"access-date":{"wt":""}},"i":0}}]}' id="mwAZM"/>"PRISONERS IN MALUKU" (PDF). TAPOL Bulletin. TAPOL. Agustus 1979.
  13. 1 2 3 "LaC-actie voor Sahalessy: 3000 handtekeningen". Nederlands Dagblad: Gereformeerd Gezinsblad. 22 November 1978. hlm. 5.
  14. 1 2 "Sahalessy mag voorlopig blijven". Het Parool. 24 Februari 1978. hlm. 9.
  15. ↑ "SAHALESSY". Nieuwe Winterswijksche courant. 3 Mei 1978. hlm. 2.
  16. ↑ "Sahalessy schrijft: Zuidmolukkers blijvenfouten van vroeger maken". Leeuwarder courant. 9 Maret 1978. hlm. 29.
  17. ↑ "OPROEP VAN SAHALESSY". Algemeen Dagblad. 14 Maret 1978. hlm. 6.
  18. ↑ "Sahalessy mag jaar langer hier blijven". Trouw. 2 Agustus 1978. hlm. 3.
  19. ↑ "Sahalessy geen politiek vluchteling". Het vrije volk : democratisch-socialistisch dagblad. 28 November 1978. hlm. 9.
  20. ↑ "Sahalessy met RMS-stuurgroep in Londen Amnesty International". Nederlands dagblad : gereformeerd gezinsblad. 22 Juni 1979. hlm. 7.
  21. ↑ "},"date":{"wt":"20 March 1980"},"title":{"wt":"De afgescheiden groep van"},"url":{"wt":"https://www.inlichtingendiensten.nl/groepen/moluks14.pdf"},"work":{"wt":""},"location":{"wt":""},"publisher":{"wt":"H Staf Missie Militer Republiek Maluku Selatan (SMM)"},"docket":{"wt":""},"access-date":{"wt":""}},"i":0}}]}' id="mwAew"/>De afgescheiden groep van (PDF) (Report). H Staf Missie Militer Republiek Maluku Selatan (SMM). 20 March 1980.
  22. ↑ "Sahalessy spion voor Indonesië". Algemeen Dagblad. 16 September 1978. hlm. 5.
  23. ↑ "Aanval Manusama op Sahalessy". De waarheid. 14 Agustus 1978. hlm. 6.
  24. ↑ "Sahalessy: 'Brief met kritiek op top RMS niet van mij'". Nieuwsblad van het Noorden. 16 Agustus 1978. hlm. 2.
  25. ↑ De Slegte, De Slegte. "Een geïsoleerde oorlog". deslegte.com. De Slegte. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.

Bibliografi

  • Rosenzweig, Paul Anthony (31 July 2000). Ziarah:The Gulf Force Association Pilgrimages to Ambon (PDF) (Master of Arts thesis). Darwin: Northern Territory University.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Bergabung ke Angkatan Perang Republik Maluku Selatan
  3. Penangkapan dan kehidupan di Belanda
  4. Referensi
  5. Bibliografi

Artikel Terkait

Daftar tokoh Maluku

artikel daftar Wikimedia

Universitas Pattimura

universitas di Indonesia

Amahai, Amahai, Maluku Tengah

desa di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026