Okdom-gui adalah ikan jabad yang dipanggang dan makanan lokal orang Jeju yang bertempat di sebuah pulau di selatan Korea Selatan. Okdom-gui memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang alami karena menurut orang Jeju, ikan jabad akan memiliki rasa seperti aslinya apabila dimasak dengan cara dipanggang. Okdom-gui dibuat dengan cara mengasinkan ikan jabad, kemudian mengeringkannya sebagian sebelum dipanggang. Dalam variasi lainnya, ikan ini dapat dilapisi dengan bumbu yang terdiri atas pasta cabai merah, bubuk cabai, bawang putih, kecap asin, dan gula, lalu dipanggang hingga matang. Ikan panggang ini biasanya dimakan bersama nasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Okdom-gui | |
|---|---|
Okdom gui, ikan jabad panggang | |
| Sajian | Hidangan utama |
| Tempat asal | Korea Selatan |
| Hidangan nasional terkait | Hidangan Korea |
| Bahan utama | Ikan jabad |
Okdom-gui (bahasa Korea: 옥돔구이) adalah ikan jabad yang dipanggang dan makanan lokal orang Jeju yang bertempat di sebuah pulau di selatan Korea Selatan. Okdom-gui memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang alami karena menurut orang Jeju, ikan jabad akan memiliki rasa seperti aslinya apabila dimasak dengan cara dipanggang.[1] Okdom-gui dibuat dengan cara mengasinkan ikan jabad, kemudian mengeringkannya sebagian sebelum dipanggang. Dalam variasi lainnya, ikan ini dapat dilapisi dengan bumbu yang terdiri atas pasta cabai merah, bubuk cabai, bawang putih, kecap asin, dan gula, lalu dipanggang hingga matang.[2] Ikan panggang ini biasanya dimakan bersama nasi.[3]
Ikan jabad yang menjadi bahan dasar dari okdom-gui merupakan ikan yang sangat penting di Pulau Jeju. Sebelum tahun 1970-an, ikan yang dikenal oleh penduduk Pulau Jeju hanyalah ikan jabad. Ikan ini sering disajikan dalam acara-acara khusus seperti festival, pernikahan, atau semacamnya. Dalam sejarah, ikan ini juga dijadikan suguhan di meja makan istana. Namun, ia jarang dijadikan sebagai makanan sehari-hari oleh warga lokal, karena harganya mahal sehingga menyajikannya dapat dianggap sebagai sesuatu yang mewah. Ikan jabad di perairan Jeju sangat sulit ditangkap karena ikan tersebut tinggal di perairan dalam.[4] Selain dijadikan sebagai okdom-gui, ikan jabad di Pulau Jeju juga dijadikan sebagai sup yang dicampur dengan rumput lain dan dinamai sebagai Okdom-miyukguk.[1] Dalam budaya orang Jeju, melakukan pesta makan tanpa menyajikan okdom-gui merupakan sebuah kesalahan, terutama dalam upacara leluhur, karena itu dianggap sebagai perbuatan yang menyinggung arwah nenek moyang.[4]
Dalam penyajian makanan Korea, okdom-gui biasanya digabungkan dalam set makanan dengan lauk-lauk lainnya seperti irisan babi kukus, salad ikan mentah pedas, dan juga sup ikan jabad itu sendiri.[5] Okdom-gui juga biasanya dimasak dengan cara membelah ikan jabad secara datar dan memberinya perasan lemon,[6] kemudian memanggangnya di atas api arang sampai berubah menjadi warna coklat yang cantik.[4]