Nusantara Lampung Football Club adalah tim sepak bola Indonesia yang bermarkas di Bandar Lampung, Lampung. Tim ini berkompetisi di Liga Nusantara atau Liga 3 Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama lengkap | Nusantara Lampung Football Club | |||
|---|---|---|---|---|
| Julukan | Gajah Nusantara | |||
| Nama singkat | NLFC | |||
| Berdiri | 27 Juni 2021 (2021-06-27) sebagai Mataram Utama 30 Mei 2022 (2022-05-30) sebagai Nusantara United[1] 11 Agustus 2025 (2025-08-11) sebagai Nusantara Lampung | |||
| Stadion | Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Lampung | |||
| Pemilik | Arie Nanda Djausal | |||
| Presiden Klub | ||||
| Pelatih | ||||
| Liga | Liga Nusantara | |||
| Kelompok suporter | • Ultras Nusantara • Sikambara Lampung | |||
| ||||
Nusantara Lampung Football Club (sebelumnya dikenal sebagai Mataram Utama FC dan Nusantara United FC) adalah tim sepak bola Indonesia yang bermarkas di Bandar Lampung, Lampung. Tim ini berkompetisi di Liga Nusantara atau Liga 3 Indonesia.
Mataram Utama dibentuk oleh PT Mataram Utama Perkasa pada 27 Juni 2021,[2] setelah dibentuk mereka bergabung dengan Asosiasi Provinsi PSSI Yogyakarta, Erwan Hendrawanto ditunjuk sebagai pelatih kepala. Klub ini dikelola oleh jurnalis olahraga di Yogyakarta. Beberapa pemain bekerja sebagai jurnalis, seperti FX Harminanto; mantan kapten PSIM Yogyakarta. Mataram Utama tampil di Liga 3 di musim pertamanya. Klub ini dibentuk untuk menyediakan pelatihan kepada pemain muda melalui Akademi Sepak Bola Mataram Utama.[3]
Pada 15 November 2021, pertandingan pertama Mataram Utama digelar melawan Persig Gunungkidul di Stadion Dwi Windu dengan hasil akhir 3–2 untuk Mataram Utama.[4] Pertandingan kedua, Mataram Utama berhadapan dengan Persiba Bantul dengan hasil imbang 0–0 di Stadion Tridadi.[5] Pada 22 Desember 2021, Mataram Utama dinobatkan sebagai juara Liga 3 2021 DI Yogyakarta setelah mengalahkan Sleman United dengan hasil akhir 3–1 di Stadion Tridadi dan mewakili Yogyakrata di Liga 3 putaran nasional.[6][7]
Pada 13 Maret 2022, Mataram Utama secara resmi mendapatkan promosi ke Liga 2 di musim selanjutnya. Capaian ini merupakan rekor pertama kalinya. Mereka mencapai babak semifinal Liga 3 2021–2022 setelah mengalahkan Persidago Gorontalo sebesar 4–1 di grup DD.[8] Di semifinal, mereka kalah atas Putra Delta Sidoarjo dan gagal mencapai babak final.[9] Meskipun demikian, Mataram Utama tetap lolos untuk promosi ke Liga 2.
Pada Kongres PSSI yang dilakukan pada 30 Mei 2022, Mataram Utama FC yang berkompetisi di Liga 2 berganti nama menjadi Nusantara United FC setelah diserahkan kepada kelompok investor.[10][1] Mataram Utama FC masih eksis dan akan fokus pada pembinaan sepak bola kelompok umur dan akademi sepak bola mereka.[1][11] Musim pertama Nusantara United FC dilakukan pada musim 2022–2023 di Liga 2.
Nusantara United akan berstatus sebagai klub dari Ibu Kota Nusantara (IKN) pertama di kancah kompetisi profesional sepak bola nasional setelah resmi mengakuisisi Mataram Utama dalam Kongres PSSI di Bandung pada Mei 2022. Kehadiran NUFC diharapkan menjadi momentum penting guna menambah geliat olahraga khususnya sepak bola di Ibu Kota Nusantara dan umumnya di Indonesia. Sebelum pindah ke Ibu Kota Nusantara, Nusantara United menetapkan Salatiga sebagai home base dan kamp latihan tim untuk persiapan tim jelang Liga 2 musim 2022–2023. Keberadaan NUFC di Salatiga diharapkan tidak hanya menginspirasi, tapi juga menstimulasi kebangkitan talenta-talenta muda sepak bola Tanah Air.[12]
Namun, Stadion Kridanggo di Salatiga tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk menggelar pertandingan Liga 2, sehingga Nusantara United bermarkas di Stadion Moch. Soebroto di Magelang terdekat untuk musim 2022–2023 dan di Stadion Kebo Giro di Boyolali terdekat untuk musim 2023–2024 sambil tetap mengadakan sesi latihan dan menjalankan aktivitas sehari-hari mereka di Salatiga.[13][14]
Menjelang musim 2025-2026, klub ini di akuisisi oleh Arie Nanda Djausal pengusaha asal Lampung dan berpindah markas ke Bandar Lampung, Lampung kemudian secara resmi berganti nama menjadi Nusantara Lampung Football Club.[15]
Ornamen tapis dan cagak yang berbentuk elemen gajah simbol hewan khas Lampung dengan keseimbangan antara tradisional dan modernitas.
Filosofi gajah mencakup simbolisme kekuatan, kecerdasan, dan kebijaksanaan, yang juga melambangkan kesetiaan, kebanggaan, dan hati yang besar
Karakteristik fisik gajah juga ditafsirkan secara filosofis, seperti telinga besar yang melambangkan kemampuan mendengarkan yang baik, mulut kecil yang menyiratkan tidak serakah, dan badan besar yang merefleksikan hati yang besar.
Ornamen tapis menunjukkan nilai-nilai simbolis dan sakralnya, seperti kesucian dan perlindungan dari pengaruh luar. Serta motif tapis kapal yang melambangkan perjalanan hidup.
Cagak lampung yang membentang di sisi kiri dan kanan menandakan klub ini siap terbang tinggi di bumi Nusantara.
Dominasi warna hijau pada logo klub melambangkan kesuburan, kehidupan, rezeki melimpah, kehidupan, perdamaian, dan pembangunan.
Sementara harmonisasi warna emas dominan untuk melambangkan kesuksesan dan keistimewaan.
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
|
|
| Position | Name |
|---|---|
| Presiden Klub | |
| Direktur Teknik | |
| Manajer Tim | |
| Pelatih Kepala | |
| Asisten Pelatih | |
| Asisten Pelatih | |
| Pelatih Fisik | |
| Pelatih Kiper |