Nusamangir adalah desa di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Nusamangir berada di bagian selatan Kecamatan Kemranjen, berbatasan dengan Desa Kecila dan Desa Karangjati di sebelah utara dan Desa Sibalung di sebelah selatan. Berada pada ketinggian 6 meter di atas permukaan laut, Nusamangir menawarkan pemandangan alam tropis yang indah, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Nusamangir | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Banyumas | ||||
| Kecamatan | Kemranjen | ||||
| Kode pos | 53194 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.02.06.2007 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.755 jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Nusamangir adalah desa di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Nusamangir berada di bagian selatan Kecamatan Kemranjen, berbatasan dengan Desa Kecila dan Desa Karangjati di sebelah utara dan Desa Sibalung di sebelah selatan. Berada pada ketinggian 6 meter di atas permukaan laut, Nusamangir menawarkan pemandangan alam tropis yang indah, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah.[1]
Desa Nusamangir memiliki catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang signifikan. Tempat ini menjadi saksi kemenangan heroik pejuang Indonesia melawan pasukan Belanda, yang diabadikan dengan didirikannya Tugu Pelor. Tugu berbentuk peluru ini berfungsi sebagai penanda lokasi pertempuran tersebut.[2]
Topografi Desa Nusamangir merupakan dataran rendah dengan kontur yang cenderung cekung di beberapa area. Kondisi ini secara alami menyebabkan genangan air saat musim hujan, membuat pertanian tanaman padi menjadi terkendala di lahan sawah. Kemiringan semula desa ini adalah rendah ke arah barat (Desa Sirau). Sungai buatan kemudian dibangun membujur dari utara ke selatan sebagai sarana irigasi, membagi Desa Nusamangir menjadi dua bagian. Di musim hujan, keberadaan sungai buatan ini justru menghambat air mengalir ke barat, sehingga berpotensi menyebabkan banjir di beberapa area desa.
Mayoritas penduduk Desa Nusamangir bekerja sebagai petani dan peternak. Potensi unggulan pertanian dan perkebunan di desa ini adalah padi, kelapa, pisang, pepaya, dan ubi kayu. Potensi di bidang peternakan berupa ayam, bebek, dan kambing.[3]
Di sektor pendidikan, Desa Nusamangir memiliki 4 SD, 2 TK, 2 TPA, serta 4 lembaga pendidikan keagamaan.