Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nizham al-Mulk

Nizham al-Mulk, adalah seorang wazir atau perdana menteri Kesultanan Seljuk dan cendekiawan keturunan Persia. Nama aslinya adalah Abu Ali al-Husain bin Ali bin Ishaq bin al-Abbas at-Thusi. Ia menjabat wazir pada masa pemerintahan Alp Arslan dan Malik Syah I. Pada masa Nizham al-Mulk inilah aliran Asy'ariyah (Sunni) menjadi kuat berkembang karena dijadikan aliran resmi negara, dan keilmuan Al-Ghazali mendapat dukungan penuh darinya. Ia memegang kekuasaan selama 20 tahun semenjak meninggalnya Alp Arslan pada tahun 1072.

cendekiawan Muslim Persia
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nizham al-Mulk
Nizam al-Mulk
Wazir Kesultanan Seljuk
Masa jabatan
29 November 1064 – 14 Oktober 1092
MonarchAlp Arslan, Malik Syah I
Sebelum
Pendahulu
Al-Kunduri
Pengganti
Taj al-Mulk Abu'l Ghana'im
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir10 April 1018
Tus, Iran
Meninggal14 Oktober 1092 (umur 74)
Nahawand, Iran
Suami/istriSeorang putri Bagrationi
AnakAhmad bin Nizham al-Mulk
Shams al-Mulk Uthman
Abulfath Fakhr al-Malik
Mu'ayyid al-Mulk
Jamal al-Mulk
Fakhr al-Mulk
Izz al-Mulk
Imad al-Mulk Abu'l-Kasim
Safiyya
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Nizham al-Mulk (bahasa Arab: نظام الملكcode: ar is deprecated , lahir 10 April 1018 – wafat 14 Oktober 1092), adalah seorang wazir atau perdana menteri Kesultanan Seljuk dan cendekiawan keturunan Persia.[1][2] Nama aslinya adalah Abu Ali al-Husain bin Ali bin Ishaq bin al-Abbas at-Thusi (أبو علي الحسين بن علي بن إسحاق بن العباس الطوسي). Ia menjabat wazir (perdana menteri) pada masa pemerintahan Alp Arslan dan Malik Syah I. Pada masa Nizham al-Mulk inilah aliran Asy'ariyah (Sunni) menjadi kuat berkembang karena dijadikan aliran resmi negara, dan keilmuan Al-Ghazali mendapat dukungan penuh darinya.[3] Ia memegang kekuasaan selama 20 tahun semenjak meninggalnya Alp Arslan pada tahun 1072.[4]

Peran

Dia seorang yang cerdas, penguasa, pakar, religius, terhormat, dan pemimpin majlis ulama gira'ah dan ulama fikih. Dia membangun banyak sekolah (madrasah) terkenal di Baghdad, Naisabur, dan Thus. Dia sangat menjunjung tinggi ilmu. Dia sangat dekat dengan para siswa, mendiktekan hadits dan mempunyai reputasi luar biasa. Ayahnya termasuk pemimpin Baihaq. Dia tumbuh dan belajar ilmu Nahwu, menulis dan membuat syair. Dia mengabdi di Ghaznah dan seiring dengan berubahnya zaman, dia diangkat menjadi menteri pada masa pemerintahan Sultan Alp Arsalan dan putranya Malik Syah.[5] Ia juga membendung ekspansi kekuatan Dinasti Fatimiyah di wilayah Suriah.

Ibnu Khallikan berkata, “Nizham Al Mulk menghadap Khalifah Al Muqtadi Billah dan dia pun menyambutnya seraya berkata, “Wahai Hasan, Allah telah meridhaimu sebagaimana Amirul Mukminin meridhaimu'.” Hal ini dikarenakan Nizham membantu tetap pertahankan posisi kekhalifahan Abbasiyah dari gempuran kekuatan syiah dari berbagai arah.

Sebuah pendapat mengatakan, “Nizham selalu dalam keadaan mempunyai wudhu, selama mempunyai wudhu dia selalu melakukan shalat sunnah, senantiasa berpuasa hari Senin dan Kamis, memperbarui gedung di Khawarizm, Thus dan Bimaristana dengan biaya lima puluh dinar. Dia juga membangun sekolah di Marwa, Harah, Balkh, Bashrah dan Ashfahan. Dia adalah orang yang murah hati, baik, penuh semangat dan dikenal patuh kepada orang-orang shalih. Sebuah pendapat mengatakan bahwa dia bersedekah sebanyak seratus dinar setiap hari.[5]

Menjelang akhir hayat Nizham mengepung benteng Alamut di wilayah Iran yang dikenal dengan aliran Hasyasyin (asal kata Assasin dalam bahasa Inggris), yang merupakan aliran syiah kebatinan dengan prajurit pembunuh rahasianya. Namun Nizham gagal dan kembali ke Baghdad.

Kematian

Nizham wafat dalam keadaan puasa pada bulan Ramadhan dalam perjalanan dari Isfahan (Iran) ke Baghdad (Irak). Seorang pengikut Syiah Bathiniyah Hasyasyin yang berpenampilan sebagai seorang sufi mendatanginya. Dia menceritakan sebuah cerita dan Nizham mendengarkannya. Orang itu lalu tiba-tiba menikamnya dengan sebilah pisau tepat di jantungnya, kemudian dia kabur. Orang-orang menangkap dan membunuh pembunuh Nizham itu pada tahun 485 H / 1092 M di dekat Nahawand (7 tahun sebelum pecah Perang Salib). Kata terakhir yang terucap dari mulut Nizham adalah, “Jangan kalian bunuh pembunuhku. Aku telah memaafkannya. Tiada Tuhan selain Allah.”[5]

Referensi

  1. ↑ Gustave E. Von Grunebaum, Katherine Watson, Classical Islam: A History, 600 A.D. to 1258 A.D., Translated by Katherine Watson Published by Aldine Transaction, 2005. page 155
  2. ↑ Holt, P. M.; Ann K. S. Lambton; Bernard Lewis (1977). The Cambridge History of Islam Volume 1. Cambridge University Press. hlm. 150.
  3. ↑ Panji Masyarakat. Yayasan Nurul Islam. 1997. hlm. 160-161.
  4. ↑ Gibb, H. A. R. (1960–1985). The Encyclopedia of Islam, vol. 8. Leiden: Brill. hlm. 70.
  5. 1 2 3 Dzahabi, Imam (2008). Ringkasan Siyar Alam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. hlm. 19–20. ISBN 978-602-8067-38-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bahan bacaan

  • C.E., Bosworth (2012). "Niẓām al-Mulk". Leiden and New York: BRILL. ISBN 9789004161214 http://referenceworks.brillonline.com/entries/encyclopaedia-of-islam-2/nizam-al-mulk-SIM_5942?s.num=0&s.f.s2_parent=s.f.book.encyclopaedia-of-islam-2&s.q=Nizam+al-Mulk. ;
  • Tafazzoli, Ahmad (1994). "DEHQĀN". Encyclopaedia Iranica, Vol. VII, Fasc. 2 and Vol. VII, Fasc. 3. Ahmad Tafazzoli. hlm. 223–226.
  • Bosworth, C. E. (1968). "The Political and Dynastic History of the Iranian World (A.D. 1000–1217)". Dalam Frye, R. N. (ed.). The Cambridge History of Iran, Volume 5: The Saljuq and Mongol periods. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 1–202. ISBN 0-521-06936-X.
  • Bosworth, C. Edmund (1984). "AḤMAD B. NEẒĀM-AL-MOLK". Encyclopaedia Iranica, Vol. I, Fasc. 6. London et al.: C. Edmund Bosworth. hlm. 642–643.
  • Nizam, al-Mulk (2002). The Book of Government Or Rules for Kings: The Siyar Al Muluk Or Siyasat-nama of Nizam Al-Mulk. Nizam al-Mulk. hlm. 1–264. ISBN 0700712283.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nizham al-Mulk.
  • The story behind the assassination
  • Gokmen Durmus Diarsipkan 2013-11-13 di Archive.is — Upenn Master's Thesis on Turkish Wisdom
  • More Photos, Tishineh
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Yunani
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Peran
  2. Kematian
  3. Referensi
  4. Bahan bacaan
  5. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026