Niketas adalah Uskup Remesiana, bagian dari wilayah Provinsi Dacia Mediterranea, Kekaisaran Romawi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Niketas dari Remesiana | |
|---|---|
Santo Niketas | |
| Niketas Dardani | |
| Lahir | Tahun 333 |
| Meninggal | Tahun 414 |
| Dihormati di | Gereja Ortodoks Timur Gereja Katolik Roma Gereja-Gereja Katolik Timur |
| Pesta | Setiap tanggal 22 Juni |
| Karya | Te Deum |
Niketas (lahir sekitar tahun 335, wafat tahun 414) adalah Uskup Remesiana (sekarang Bela Palanka, Serbia), bagian dari wilayah Provinsi Dacia Mediterranea, Kekaisaran Romawi.[1]
Niketas menganjurkan penggunaan musik rohani Latin di dalam ibadat Ekaristi, dan konon menggubah sejumlah madah liturgis. Menurut beberapa sarjana abad ke-20, Te Deum, madah agung Kristen yang dari generasi ke generasi dinisbatkan kepada Ambrosius dan Agustinus, sebenarnya adalah salah satu madah gubahan Niketas. Diduga Niketas diutus untuk mendakwahkan agama Kristen kepada suku Trakia yang belum beradab di daerah orang Besoi.[2]
Lantaran saking giatnya Niketas berdakwah, rekan sezaman sekaligus sahabatnya, Paulinus dari Nola, dengan kata-kata puitis menyifatkannya sebagai orang yang mendidik kaum barbar yang dijinakkannya dengan Injil menjadi domba dan dituntunnya ke dalam kawanan sentosa, dan yang melatih para penyamun buta seni untuk menembangkan keluhuran Kristus dengan sepenuh rasa jati Romawi.[3] Meskipun demikian, tidak diketahui apakah kaum yang disebut barbar itu benar-benar kaum yang belum beradab atau sekadar suatu topos puisi. Paulinus, yang pernah menganggit sebuah puisi Latin dalam gaya yang lumayan klasik, mungkin sekali merangkai kalimat-kalimat puitisnya dengan berpatokan kepada karya-karya besar seni puisi yang sudah ada pada zamannya. Berkenaan dengan hal-ihwal Dacia, daerah asal Niketas, begawan seni puisi yang dijadikan rujukan adalah Ovidius, sekalipun Dacia (kemungkinan besar Provinsi Dacia Mediterranea) pada masa itu tidak lagi sama persis dengan negeri Getia tempat Ovidius menjalani hukuman buang.[4]
Pada tahun 398, Niketas berangkat ke Nola untuk menyiarahi makam Feliks dari Nola.[5]
Karya tulis terpenting yang dihasilkan Niketas di bidang ajaran Kristen, yakni Arahan-Arahan Bagi Para Calon Baptis, terdiri atas 6 parwa dan terlestarikan dalam bentuk kutipan-kutipan panjang di dalam karya tulis orang lain. Arahan-arahannya menunjukkan betapa Niketas sangat mementingkan pendirian ortodoks berkenaan dengan doktrin Tritunggal. Di dalam arahan-arahan tersebut terdapat ungkapan "persekutuan para kudus", yakni keimanan akan ikatan gaib yang mempersatukan orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang sudah wafat di dalam harapan dan kasih. Tidak ada bukti sintas yang menunjukkan bahwa ungkapan semacam ini sudah dipakai orang lain sebelum Niketas, dan sejak saat itu ungkapan "persekutuan para kudus" memainkan peran penting di dalam perumusan-perumusan syahadat Kristen.
Niketas dihormati sebagai seorang santo, dan diperingati setiap tanggal 22 Juni.[6]