Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nico Pelamonia

Nico Pelamonia adalah seorang aktor dan sutradara pada era tahun 1970-an. Istrinya, Enita Sriyana pernah menjadi host Santapan Nusantara yang pernah ditayangkan di TPI.

pemeran laki-laki asal Indonesia
Diperbarui 27 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nico Pelamonia

Nico Pelamonia
Lahir(1940-03-16)16 Maret 1940
Amboina, Moluccas, Hindia Belanda
Meninggal15 Mei 2017(2017-05-15) (umur 77)
Jakarta, Indonesia
Pekerjaanaktor, sutradara
Suami/istriEnita Sriyana
  • (1976) Penghargaan FFI untuk Penyutradaraan Terbaik Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm2506646 Modifica els identificadors a Wikidata

Nico Pelamonia (16 Maret 1940 – 15 Mei 2017) adalah seorang aktor dan sutradara pada era tahun 1970-an. Istrinya, Enita Sriyana pernah menjadi host Santapan Nusantara yang pernah ditayangkan di TPI (sekarang MNCTV).[1]

Pendidikan

Tamat SLA, tahun 1962, melanjutkan pendidikan di ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) namun tidak sampai selesai. Pernah mengikuti penataran penyutradaraan film dan televisi di Jerman Barat tahun 1969-1970.[2]

Karier

Semasa kuliah di ATNI, ia aktif mengikuti pementasan drama. Di TVRI ia bekerja sebagai pengarah acara. Dan sambil bekerja di stasiun TV milik pemerintah tersebut, ia merangkap kerja sebagai figuran dalam film Di Balik Awan tahun 1963. Oleh tokoh pelayaran Kapten Harun Rasidi dan istrinya, Tuti Mutia, ia diajak ikut serta dalam perusahaan Pertisa Film yang kemudian menjadi Tuti Mutia Film Production pada tahun 1965-1976.

Dalam FFI tahun 1976, ia meraih Piala Citra untuk penyutradaraan terbaik dalam film Semalam di Malaysia yang diproduksi tahun 1975. Dalam FFA (Festival Film Asia) di Taipei, Taiwan tahun 1974, ia terpilih sebagai aktor terbaik dalam film Laki-Laki Pilihan yang diproduksi tahun 1973.

Film pertama yang disutradarainya adalah Senja di Jakarta tahun 1967, yang dibuat berdasarkan novel Mochtar Lubis. Filmnya yang lain adalah Yang Jatuh di Kaki Lelaki tahun 1971, Anjing-anjing Geladak tahun 1972. Film – film berikutnya Wajah Tiga Perempuan tahun 1976) Marina tahun 1977, Yoan tahun 1977, Perempuan Tanpa Dosa tahun 1978 dan Di Ujung Malam tahun 1979.[3]

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1963 Masa Topan dan Badai
1965 Karma
1966 Fadjar di Tengah Kabut Sarkam
1967 Sendja di Djakarta
1970 Hidup, Tjinta dan Air Mata Bono
Samiun dan Dasima
1972 Anjing-Anjing Geladak
1973 Laki-Laki Pilihan
1976 Tragedi Tante Sex
Si Doel Anak Modern
1977 Pengalaman Pertama
Yoan, Sayang Anakku Sayang
Istriku Sayang Istriku Malang
1978 Ombaknya Laut Mabuknya Cinta
1981 Hati Selembut Salju
1983 Musang Berjanggut
1986 Penyesalan Seumur Hidup
Nagabonar Mariam
Tinggal Sesaat Lagi
1987 Akibat Kanker Payudara
2007 Nagabonar Jadi 2
Peran non-akting
Tahun Judul Peran Catatan
1967 Sendja di Djakarta Penulis dan sutradara Debut dalam penulisan dan penyutradaraan
1971 Jang Djatuh di Kaki Lelaki Sutradara
1972 Anjing-Anjing Geladak
1973 Laki-Laki Pilihan Penulis dan sutradara
1974 Prahara (Betinanya Seorang Perempuan) Sutradara
1975 Semalam di Malaysia
1976 Wajah Tiga Perempuan
1977 Marina
Anggrek Merah
Yoan, Sayang Anakku Sayang
1978 Perempuan tanpa Dosa Penulis dan sutradara
1979 Karena Dia Sutradara
Di Ujung Malam
1980 Cantik Penulis
Permainan Bulan Desember Sutradara
1981 Amalia S.H. Penulis
dr. Karmila Sutradara
1983 Luka Hati Sang Bidadari
1984 Yang Terbelenggu
Kenikmatan
1988 Gema Kampus 66

Penghargaan dan nominasi

Penghargaan Tahun Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
Festival Film Indonesia 1976 Sutradara Terbaik Semalam di Malaysia Menang
1982 dr. Karmila Nominasi

Referensi

  1. ↑ Fimela.com (2017-05-15). "Sutradara Legendaris Nico Pelamonia Meninggal Dunia". fimela.com. Diakses tanggal 2023-11-12.
  2. ↑ adminkbo (2023-07-26). "Beginilah Kata Orang Terdekatnya Mengenai Sosok Nico Pelamonia – KBO-BABEL". Diakses tanggal 2023-11-12.
  3. ↑ "Nico Pelamonia | Ensiklopedia Online, Wiki eduNitas". edunitas.com. Diakses tanggal 2023-11-12.

Pranala luar

  • (Indonesia) Biografi nico Pelamonia di tamanismailmarzuki.comDiarsipkan 2008-05-14 di Wayback Machine.
Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Teguh Karya
untuk Ranjang Pengantin
Sutradara Terbaik (Festival Film Indonesia)
1976
untuk Semalam di Malaysia
Diteruskan oleh:
Sjuman Djaya
untuk Si Doel Anak Modern
  • l
  • b
  • s
Sutradara Terbaik (Festival Film Indonesia)
1950-an
hingga
1970-an
  • Lilik Sudjio (1955)
  • Bachtiar Siagian (1960)
  • Misbach Jusa Biran (1967)
  • Wim Umboh (1973)
  • Teguh Karya (1974)
  • Teguh Karya (1975)
  • Nico Pelamonia (1976)
  • Sjumandjaja (1977)
  • Ami Prijono (1978)
  • Teguh Karya (1979)
1980-an
  • Frank Rorimpandey (1980)
  • Ismail Soebardjo (1981)
  • Arifin C. Noer (1982)
  • Teguh Karya (1983)
  • Sjumandjaja (1984)
  • Slamet Rahardjo (1985)
  • Teguh Karya (1986)
  • Slamet Rahardjo (1987)
  • Erros Djarot (1988)
  • Teguh Karya (1989)
1990-an
  • Arifin C. Noer (1990)
  • Imam Tantowi (1991)
  • Chaerul Umam (1992)
2000-an
  • Rudi Soedjarwo (2004)
  • Hanung Bramantyo (2005)
  • Nayato Fio Nuala (dibatalkan) (2006)
  • Hanung Bramantyo (2007)
  • Mouly Surya (2008)
  • Aria Kusumadewa (2009)
2010-an
  • Benni Setiawan (2010)
  • Ifa Isfansyah (2011)
  • Herwin Novianto (2012)
  • Rako Prijanto (2013)
  • Adriyanto Dewo (2014)
  • Joko Anwar (2015)
  • Riri Riza (2016)
  • Edwin (2017)
  • Mouly Surya (2018)
  • Garin Nugroho (2019)
2020-an
  • Joko Anwar (2020)
  • Wregas Bhanuteja (2021)
  • Edwin (2022)
  • Jeremias Nyangoen (2023)
  • Garin Nugroho (2024)
  • Yandy Laurens (2025)

Referensi

Nico Pelamonia</span>"}]]}' id="mwAXs"/>

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan
  2. Karier
  3. Filmografi
  4. Film
  5. Penghargaan dan nominasi
  6. Referensi
  7. Pranala luar
  8. Referensi

Artikel Terkait

Laki-laki

sebutan jenis kelamin untuk manusia

Cinta Laki-Laki Biasa

film Indonesia tahun 2016

Lika-Liku Laki-Laki

seri televisi Indonesia tahun 1993

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026