Nicholas Kaldor, Baron Kaldor adalah ekonom Cambridge era pascaperang. Ia mengembangkan kriteria "kompensasi" yang disebut efisiensi Kaldor–Hicks untuk perbandingan kesejahteraan pada tahun 1939; kriteria ini diturunkan dari model jaring laba-laba. Ia juga mengamati fenomena rutin tertentu pada pertumbuhan ekonomi yang disebut hukum pertumbuhan Kaldor. Kaldor juga bekerja sama dengan Gunnar Myrdal untuk mengembangkan konsep sebab kumulatif melingkar, sebuah pendekatan multisebab yang variabel inti dan tautannya terlihat jelas. Myrdal dan Kaldor mempelajari hubungan melingkar; dalam hubungan ini, kesalingtergantungan antarfaktor cenderung kuat dan variabel-variabel penentu proses besarnya saling terikat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nicholas Kaldor | |
|---|---|
![]() | |
| Lahir | (1908-05-12)12 Mei 1908 Budapest, Hungaria |
| Meninggal | 30 September 1986(1986-09-30) (umur 78) Papworth Everard, Cambridgeshire, Inggris |
| Kebangsaan | Britania Raya |
| Bidang | Ekonomi politik |
| Mazhab | Ekonomi pasca-Keynes |
| Dipengaruhi | John Maynard Keynes, Gunnar Myrdal |
| Kontribusi | Efisiensi Kaldor–Hicks Hukum pertumbuhan Kaldor Sebab kumulatif melingkar |
| Penghargaan
| |
Nicholas Kaldor, Baron Kaldor (lahir Káldor Miklós) (12 Mei 1908 – 30 September 1986) adalah ekonom Cambridge era pascaperang. Ia mengembangkan kriteria "kompensasi" yang disebut efisiensi Kaldor–Hicks untuk perbandingan kesejahteraan pada tahun 1939; kriteria ini diturunkan dari model jaring laba-laba. Ia juga mengamati fenomena rutin tertentu pada pertumbuhan ekonomi yang disebut hukum pertumbuhan Kaldor.[1] Kaldor juga bekerja sama dengan Gunnar Myrdal untuk mengembangkan konsep sebab kumulatif melingkar, sebuah pendekatan multisebab yang variabel inti dan tautannya terlihat jelas. Myrdal dan Kaldor mempelajari hubungan melingkar; dalam hubungan ini, kesalingtergantungan antarfaktor cenderung kuat dan variabel-variabel penentu proses besarnya saling terikat.
Gunnar Myrdal mengetahui konsep ini dari Knut Wicksell, lalu mengembangkannya bersama Nicholas Kaldor saat masih sama-sama bekerja di Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa. Myrdal berfokus pada aspek sosial dari pembangunan, sedangkan Kaldor berfokus pada hubungan permintaan-penawaran di sektor produksi. Kaldor juga menciptakan istilah "convenience yield"[2] yang berkaitan dengan pasar komoditas dan teori penyimpanan (awalnya dikembangkan oleh Holbrook Working).