Ngijo adalah desa di kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ngijo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Ngijo | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Karanganyar | ||||
| Kecamatan | Tasikmadu | ||||
| Kode pos | 57721 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.13.10.2003 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Ngijo adalah desa di kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa Ngijo terdiri dari 5 dusun, yaitu:[1]
Desa Ngijo memiliki luas wilayah kurang lebih 232.761,5 Ha dengan komposisi 60 % lahan pertanian dan 40 % pemukiman penduduk. Lahan pertanian yang ada di Desa Ngijo seluas 166,8 Ha dan termasuk kategori pertanian basah atau lahan basah. Desa Ngijo berbatasan dengan wilayah sebelah utara berbatasan dengan Desa Suruh, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Papahan, sebelah barat berbatasan dengan Desa Buran, sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Bejen.
Pada zaman Perang Diponegoro, para pengikut perang terbelah menjadi 2, sebagian lari ke Desa Karang dan sebagian lagi lari ke daerah Ngijo yang dahulu belum memiliki nama. Dalam pelarian tersebut seorang prajurit yang ada di sini memiliki pusaka yang berupa keris. Keris tersebut bernama Naga Ijo. Suatu hari Keris Naga Ijo menghilang entah ke mana. Prajurit tersebut sangat marah dan tidak menerima jika kerisnya menghilang. Kemudian ia memberi nama daerah ini dengan nama Ngijo, yang berasal dari nama pusakanya tersebut.
Setelah itu terbentuk pemerintahan yang diberi nama Demangan dengan pemimin yang disebut Demang. Barulah setelah itu berubah menjadi Kelurahan dan dipimpin oleh Lurah. Dibawah ini nama-nama yang pernah menjadi pemimpin (demang/lurah/kepala desa) di Desa Ngijo :
Lembaga pendidikan formal yang terletak di Desa Ngijo, antara lain: