Ilmu saraf kognitif atau neurosains kognitif adalah ilmu yang mengkaji kognisi dengan penekanan pada perkembangan maupun fungsi-fungsi otak. Istilah ilmu saraf kognitif berasal dari "kognisi" yaitu proses mengetahui dan "ilmu saraf yaitu ilmu yang mempelajari sistem saraf. Ilmu ini berupaya untuk melokalisasi bagian-bagian otak sesuai dengan fungsinya dalam kognisi. Oleh karena itu fokus ilmu ini adalah otak dan sistem saraf yang terkait fungsi otak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Ilmu saraf kognitif atau neurosains kognitif adalah ilmu yang mengkaji kognisi dengan penekanan pada perkembangan maupun fungsi-fungsi otak. Istilah ilmu saraf kognitif berasal dari "kognisi" yaitu proses mengetahui dan "ilmu saraf yaitu ilmu yang mempelajari sistem saraf.[1] Ilmu ini berupaya untuk melokalisasi bagian-bagian otak sesuai dengan fungsinya dalam kognisi. Oleh karena itu fokus ilmu ini adalah otak dan sistem saraf yang terkait fungsi otak.
Ilmu ini pada dasarnya berupaya untuk mengungkap struktur dan fungsi otak manusia. Pada awalnya penelitian tentang otak, terutama otak manusia, lebih banyak dilakukan secara postmortem (setelah kematian). Teknik penelitian ini dilakukan berkaitan dengan etika yang tidak memungkinkan untuk meneliti otak ketika manusia masih hidup. Perkembangan teknologi memungkinkan teknik penelitian in vivo yaitu penelitian saat manusia hidup dengan menggunakan peralatan pencitraan otak seperti Electroencephalograms atau EEG, CAT, MRI dan teknik yang terbaru berupa fMRI. Teknologi tersebut diatas memungkinkan perekaman terhadap kegiatan otak.
Penelitian pada bidang ini bergerak pada pemerolehan kognisi, kerusakan otak yang dapat berpengaruh pada perilaku. Kerusakan otak dapat disebabkan oleh trauma atau benturan, strok, tumor otak, bawaan lahir atau genetik, degeneratif. Contoh beberapa gangguan pada otak adalah:
Letak kognisi pada otak adalah pada bagian korteks otak besar yang membentuk lapisan terluar dari dua bagian otak, yaitu hemisfer otak kanan dan hemisfer otak kiri. Masing-masing hemisfer otak memiliki kekhususan tugas yang berbeda.