Nekrofilia secara harfiah berarti cinta pada kematian. Istilah ini biasanya digunakan untuk menandai perversi seksual, yaitu hasrat menjadikan mayat untuk berhubungan seksual. Nekrofilia dianggap sebagai parafilia oleh Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental dari Asosiasi Psikiatris Amerika. Kata ini berasal dari bahasa Yunani: νεκρός dan φιλία. Istilah ini berasal dari karya Krafft-Ebing tahun 1886, Psychopathia Sexualis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nekrofilia | |
|---|---|
| The Hatred, dilukis oleh Pietro Pajetta, 1896. | |
| Spesialisasi | Psikiatri |

Nekrofilia secara harfiah berarti cinta pada kematian. Istilah ini biasanya digunakan untuk menandai perversi seksual, yaitu hasrat menjadikan mayat untuk berhubungan seksual.[2] Nekrofilia dianggap sebagai parafilia (penyimpangan seksual) oleh Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental dari Asosiasi Psikiatris Amerika. Kata ini berasal dari bahasa Yunani: νεκρός (nekros; "mayat" atau "mati") dan φιλία (philia; "persahabatan"). Istilah ini berasal[3] dari karya Krafft-Ebing tahun 1886, Psychopathia Sexualis.[4][5]
Nekrofilia sebagai orientasi umum tak pernah di jelaskan dalam literartur psikoanalisis meskipun berkaitan dengan sadistik-anal Freud.[2]
Erich Fromm mendefinisikan lebih luas istilah nekrofilia. Nekrofilia tidak hanya sekadar ketertarikan seksual terhadap mayat. Nekrofilia berarti kecintaan terhadap kematian, kehancuran, dan semua hal yang berhubungan dengan 'hal yang berhenti'.[2]
Psikolog Forensik Anil Aggrawal memperkenalkan sepuluh tingkatan klasifikasi penderita nekrofilia berdasarkan pada meningkatnya tingkat keparahan gangguan tersebut.[6]
| Stadium | Nama | Karakteristik |
|---|---|---|
| Stadium I | Bermain peran | Orang-orang yang terangsang ketika berpura-pura pasangannya sudah meninggal selama aktivitas seksual. |
| Stadium II | Nekrofilia romantis | Orang-orang yang berduka yang tetap melekat dan bergairah pada jasad kekasihnya yang telah meninggal. |
| Stadium III | Fantasi nekrofilia | Orang yang berfantasi tentang nekrofilia, tetapi tidak berinteraksi secara fisik dengan mayat. |
| Stadium IV | Nekrofilia taktil | Orang yang terangsang dengan menyentuh atau membelai mayat, tanpa melakukan hubungan seksual. |
| Stadium V | Fnekrofilia etik | Orang yang mengeluarkan benda atau bagian tubuh dari mayat untuk memenuhi Fetisisme seksual, tanpa melakukan hubungan seksual. |
| Stadium VI | Nekromutilomania | Orang yang memperoleh kenikmatan dengan memutilasi mayat sambil masturbasi, tanpa melakukan hubungan intim. |
| Stadium VII | Nekrofilia oportunistik | Orang yang biasanya tidak tertarik pada nekrofilia, tetapi mengambil kesempatan ketika hal itu muncul. |
| Stadium VIII | Nekrofilia biasa | Orang yang lebih suka berhubungan dengan orang yang sudah meninggal. |
| Stadium IX | Nekrofilia pembunuh | Nekrosadis,[7] orang yang membunuh seseorang untuk berhubungan seks dengan korban. |
| Stadium X | Nekrofilia eksklusif | Orang yang mempunyai minat khusus untuk berhubungan seks dengan mayat, dan tidak bergairah sama sekali dengan pasangan yang masih hidup. |
| Klasifikasi |
|---|