Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Negara Sumatera Timur

Negara Sumatera Timur adalah salah satu negara bagian Republik Indonesia Serikat yang bertahan cukup lama di lingkungan luar Hindia Belanda, selain Negara Indonesia Timur. Negara bagian ini didirikan pada 25 Desember 1947 berdasarkan besluit 'keputusan' Hubertus Johannes van Mook dan berhasil bertahan hingga 15 Agustus 1950. Negara ini terbentuk karena banyak faktor kompleks yang membentuk persekutuan anti-republik. Persekutuan tersebut terdiri atas kaum bangsawan Melayu, sebagian besar raja-raja Simalungun, beberapa kepala suku Karo, dan sebagian tokoh masyarakat Tionghoa pro-Belanda. Bumiputera Melayu dengan kekuasaan Islam-nya beserta Simalungun dan Karo merasa terancam dengan berdirinya negara baru, yang akan mendudukkan mereka sebagai bawahan dari Republik Indonesia Yogya. Dalam banyak buku sejarah disebutkan Republik Indonesia Serikat merupakan gabungan dari berbagai negara-negara independen di Hindia Belanda saat itu. Meski demikian, negara-negara itu disebut sebagai negara boneka yang dibentuk oleh Belanda.

bekas negara bagian di Indonesia
Diperbarui 17 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Negara Sumatera Timur
Artikel ini berisi tentang Sumatera Timur sebagai negara bagian di Republik Indonesia Serikat. Untuk Sumatera Timur sebagai keresidenan di Hindia Belanda, lihat Keresidenan Sumatera Timur.
Negara Sumatera Timur
Sumatra's Oostkust
Negara bagian Republik Indonesia Serikat
1947 – 1950
(Negara berdaulat hingga 27 Desember 1949)
Flag of East Sumatra
Bendera
Coat of arms of East Sumatra
Coat of arms

Lokasi Sumatera Timur di dalam wilayah Republik Indonesia Serikat

Negara Sumatera Timur dan kota-kota besarnya
Ibu kotaMedan
Sejarah
Pemerintahan
Wali Negara 
• 1947–1950
Tengku Mansur
Era sejarahRevolusi Nasional Indonesia
• Didirikan
25 Desember 1947
• Pembubaran (hukum)
15 Agustus 1950
Didahului oleh
Digantikan oleh
Keresidenan Sumatera Timur
Sumatera Utara
Demonstrasi pendukung NST selama kunjungan Wali Negara Sumatera Timur ke Pematangsiantar

Negara Sumatera Timur (disingkat NST) adalah salah satu negara bagian Republik Indonesia Serikat yang bertahan cukup lama di lingkungan luar Hindia Belanda, selain Negara Indonesia Timur. Negara bagian ini didirikan pada 25 Desember 1947 berdasarkan besluit 'keputusan' Hubertus Johannes van Mook[1] dan berhasil bertahan hingga 15 Agustus 1950. Negara ini terbentuk karena banyak faktor kompleks yang membentuk persekutuan anti-republik. Persekutuan tersebut terdiri atas kaum bangsawan Melayu, sebagian besar raja-raja Simalungun, beberapa kepala suku Karo, dan sebagian tokoh masyarakat Tionghoa pro-Belanda. Bumiputera Melayu dengan kekuasaan Islam-nya beserta Simalungun dan Karo merasa terancam dengan berdirinya negara baru, yang akan mendudukkan mereka sebagai bawahan dari Republik Indonesia Yogya. Dalam banyak buku sejarah disebutkan Republik Indonesia Serikat merupakan gabungan dari berbagai negara-negara independen di Hindia Belanda saat itu. Meski demikian, negara-negara itu disebut sebagai negara boneka yang dibentuk oleh Belanda.[2]

Bergabungnya tiga komunitas bumiputera itu diikat oleh kesamaan nasib, yakni sama-sama korban penyerangan dan pembantaian yang dilakukan oleh faksi komunis dan republik pada 1946. Dalam keadaan diserang dan dibantai, kedatangan Belanda dan Inggris di Sumatra pun disambut dengan tangan terbuka. Dan ini menjadikan apa yang disebut aksi agresi militer Belanda sejatinya merupakan aksi penyelamatan penduduk yang selama itu disekap oleh republik Yogya. Dengan kekuatan tambahan ini maka persekutuan anti-republik menguat dan berdirilah NST sebagai negara baru yang di dalamnya terhimpun sisa-sisa daulah atau kesultanan Islam yang masih selamat. Meski demikian ada pula rakyat yang menentang berdirinya NST dan melakukan perlawanan militer terhadap Belanda, tetapi bukan bumiputera.

Sumatera Timur adalah negara yang kaya akan minyak dan perkebunan. Kekayaannya ini menjadi incaran banyak pihak, termasuk Republik Indonesia dan Belanda. Karena itu, selain diikat oleh kesamaan nasib, tegaknya Negara Sumatera Timur juga dipicu oleh keinginan mempertahankan harta kekayaannya dari incaran pihak-pihak luar. Negara ini dipimpin oleh wali negara (setara presiden) bernama Dr. Tengku Mansur dari Kesultanan Asahan, yang juga merupakan ketua organisasi Persatuan Sumatera Timur.[3] Adapun Wakil Wali Negara atau Wakil Presiden adalah Raja Kaliamsyah Sinaga dari Kerajaan Tanoh Jawa, Simalungun. Sementara panglima angkatan bersenjatanya, Barisan Pengawal (BP), adalah Kolonel Djomat Poerba dari Kerajaan Purba, Simalungun.

Sumatera Timur kemudian bergabung dengan negara baru Republik Indonesia Serikat melalui Konferensi Meja Bundar (KMB). Dalam perundingan tersebut, Sumatera Timur tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Federal (bahasa Belanda: Bijeenkomst voor Federaal Overlegcode: nl is deprecated ; disingkat BFO) yang kala itu dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Kalimantan Barat.

Akan tetapi, ketika telah bergabung dengan serikat, pada tanggal 3-5 Mei 1950 diadakan perundingan antara perdana menteri RIS M. Hatta dengan Wali Negara NST Dr. Tengku Mansoer (juga dengan Presiden Negara Indonesia Timur Soekawati) yang menyetujui pembentukan negara kesatuan. Tapi pada tanggal 13 Mei 1950, Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Timur menentang keputusan tersebut. Meski demikian Dewan Sumatera Timur masih bersedia menerima pembubaran RIS dengan syarat NST dileburkan ke dalam RIS, bukan RI. Pada tanggal 15 Agustus 1950, terbentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan NST bubar.[4][5] Wilayah yang dicakup oleh negara bagian ini meliputi Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Simalungan, Batubara, dan Asahan.[6]

Personalia Negara Sumatera Timur[7]

  1. Wali Negara: Tengku Mansoer
  2. Wakil Wali Negara: Radja Kaliamsjah Sinaga
  3. Direktur Kabinet: Tengku Mr. Bahrioen
  4. Anggota Kabinet: G. J. Förch, G. van Gelder, T. Hafaz, dan T. Saiboen.
  5. Kepala Departemen Pengadilan: Mr. Tan Tjeng Bie
  6. Kepala Departemen Pemerintahan: T. Hafaz (sementara)
  7. Kepala Departemen Keuangan: M. Lalisang
  8. Kepala Departemen Kemakmuran: Tengku Mr. Bahrioen
  9. Kepala Departemen Kebudayaan: J. F. Keulemans
  10. Kepala Departemen Lalu-lintas: T. Soeloeng Hibatoellah
  11. Kepala Departemen Keamanan: T. Saiboen
  12. Komandan Barisan Pengawal Negara Sumatra Timur: T. Djomat Poerba

Semua personalia Negara Sumatera Timur juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Sementara Negara Sumatera Timur.

Referensi

  1. ↑ T.W.H. 2006, hlm. 58.
  2. ↑ Dhani, Arman (18 Agustus 2016). "Umur Pendek Negara Jawa Timur". Tirto.id. Diakses tanggal 22 September 2019.
  3. ↑ The Malays, Anthony Milner, Oxford, Blackwell, 2008, hal.172, ISBN 978-0-631-17222-2
  4. ↑ Nationalism and Revolution in Indonesia, George McTurnan Kahin, Cornell University Press, 2003 (cetak pertama 1952), hal.352-355, ISBN 0-87727-734-6
  5. ↑ Proses Perubahan Negara Republik Indonesia Serikat Menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Haryono Rinardi, Jurusan Sejarah UNDIP
  6. ↑ Nailufar, Nibras Nada, ed. (2021-06-16). "Negara Sumatera Timur (RIS)". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-08-24.
  7. ↑ Penerangan, Sumatera Timur (State) Djabatan (1948). Negara Soematera Timoer sepintas laloe. Badan Penerangan Negara Soematera Timoer.

Daftar pustaka

  • Schiller, A. Arthur (1955). The Formation of Federal Indonesia:1945—1949 (dalam bahasa Inggris). Bandung: The Hague. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Silitonga, Hasoloan (2004). Kolonel A.E. Kawilarang Komandan Sub Terr VII Komando Sumatera Memimpin Perang Gerilya di Tapanuli–Sumatera Timur Tahun 1948–1949 Agresi Militer Kolonial Belanda ke-II. Jakarta: Yayasan Purna Juang Sub Teritorial VII/Tapanuli–Sumatera Timur. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Suprayitno; Indera; Agustono, Budi (1998). Primordialisme dan Disintegrasi Bangsa: Kasus Negara Sumatera Timur 1947—1950 (Report). Medan: Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • T. W. H., Muhammad (2006). Gubernur Sumatera dan Para Gubernur Sumatera Utara. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi Sumatera Utara. ISBN 978-979-15212-0-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Republik Indonesia Serikat
Negara bagian
Negara Republik Indonesia · Negara Indonesia Timur · Negara Pasundan (termasuk: Distrik Federal Jakarta) · Negara Jawa Timur · Negara Madura · Negara Sumatera Timur · Negara Sumatera Selatan
Wilayah yang berdiri sendiri
(otonom)
Jawa Tengah · Kalimantan Barat · Daerah Dayak Besar · Daerah Banjar  · Kalimantan Tenggara · Kalimantan Timur · Bangka · Belitung · Riau
Wilayah lain
  • Kotawaringin
  • Padang dan sekitarnya
  • Sabang
Distrik federal
  • Jakarta
Pemerintahan dan administrasi
  • Konstitusi
  • Majelis Permusyawaratan Federal
  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Senat
  • Kabinet
  • Presiden
  • Perdana Menteri
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Personalia Negara Sumatera Timur[7]
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Negara bagian di Sudan

tingkat pembagian administratif negara Sudan

Republik Indonesia (1949–1950)

bekas negara bagian di Republik Indonesia Serikat

Daftar bekas jabatan politik di Indonesia

Bekas jabatan politik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026