Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiNegara Nabha
Artikel Wikipedia

Negara Nabha

Negara Nabha adalah salah satu negara kepangeranan Phulkian di Punjab selama masa pemerintahan Britania di India. Negara ini beribu kota di Nabha.

Wikipedia article
Diperbarui 11 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Negara Nabha
Negara Nabha
Negara Kepangeranan
1763–1947
Flag of Nabha
Panji daerah

Negara Nabha pada peta distrik Ludhiana tahun 1911
Luas 
• 1901
2.502 km2 (966 sq mi)
Populasi 
• 1901
297.949
Sejarah
Era sejarahImperialisme Baru
• Didirikan
1763
• Bergabung dengan Dominion India
1947
Didahului oleh
Digantikan oleh
ksrKekaisaran
Mughal
Phulkian Misl
Dominion India
Sekarang bagian dariHaryana, Punjab, India

Negara Nabha[1] adalah salah satu negara kepangeranan Phulkian di Punjab selama masa pemerintahan Britania di India.[2] Negara ini beribu kota di Nabha.

Sejarah

Asal usul

Negara ini berasal dari salah satu dari banyak kepemimpinan kecil yang didirikan oleh orang Sikh di bekas provinsi Mughal Delhi setelah runtuhnya kekuasaan Mughal dan Afgan di wilayah tersebut.[3] Keluarga penguasa Nabha berasal dari dinasti Phulkian dan memiliki leluhur bersama bernama Tiloka dengan para penguasa Jind. Tiloka (memerintah 1652–1687) adalah putra sulung Phul Sidhu dari dinasti Phulkian. Para penguasa Nabha merupakan keturunan Gurditta (atau Gurdit Singh; memerintah 1687–1754), putra sulung Tiloka. Gurditta merupakan pendiri daerah Dhanaula dan Sangrur. Sangrur menjadi pusat pemerintahan negara tersebut hingga direbut oleh Negara Jind. Gurditta wafat pada tahun 1754. Putra tunggalnya, Surat (atau Suratya) Singh, telah meninggal dua tahun sebelumnya pada 1752, sehingga cucunya, Hamir Singh, menjadi penerus berikutnya.[4] Hamir Singh adalah pendiri daerah Nabha dan penguasa pertama Negara Nabha.[5]

Pendirian daerah dan negara

Daerah Nabha didirikan oleh Hamir Singh dari dinasti Phulkian pada tahun 1755, sementara negara tersebut sendiri didirikan tak lama kemudian pada tahun 1763 oleh Hamir Singh. Pada masa itu, negara tersebut terdiri atas dua belas wilayah yang tersebar.[6] Hamir Singh wafat pada tahun 1783 dan digantikan oleh Jaswant Singh. Namun, pemerintahan perwalian berlaku antara tahun 1783–1790. Jaswant Singh mengambil alih kekuasaan sepenuhnya pada tahun 1790 dan memerintah hingga tahun 1840.[4]

Aliansi dengan Britania

Antara tahun 1807 dan 1808, penguasa Nabha mendapatkan perlindungan dari Britania terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Ranjit Singh dan Negara Lahore yang sedang meluas.[6]

Selama Perang Britania Raya–Sikh Pertama (1845–1846), karena simpati Raja Davinder Singh terhadap Kekaisaran Sikh, seperempat wilayah Negara Nabha, termasuk daerah seperti Rori pargana dan lainnya,[7] diambil alih oleh pihak Britania. Raja Davinder Singh disingkirkan dari kekuasaan, dan putranya yang berusia tujuh tahun, Bharpur Singh, ditempatkan di takhta di bawah pengawasan Britania. Sebagian wilayah yang dianeksasi dari negara tersebut diserahkan kepada Negara Patiala dan Negara Faridkot, sementara sisanya ditempatkan di bawah pemerintahan langsung Britania di Provinsi Punjab.[8][9][10]

Negara Nabha tetap setia kepada Britania selama Pemberontakan India tahun 1857 dan memperoleh wilayah Bawal sebagai hadiah atas kesetiaannya.[6] Dalam Darbar Ambala yang diadakan di Ambala antara 18–20 Januari 1860, diputuskan bahwa negara-negara Nabha, Patiala, dan Jind dibebaskan dari penerapan doktrin perampasan.[11] Pada tahun 1911, Hira Singh menerima gelar maharaja. Ripudaman Singh turun takhta dari Negara Nabha pada 8 Juli 1923, yang kemudian memicu peristiwa Jaito Morcha.[4]

Pembubaran

Dalam peristiwa kemerdekaan India tahun 1947, Nabha merupakan salah satu dari tiga negara Phulkian yang bergabung membentuk P.E.P.S.U., yang kemudian secara bertahap digabungkan ke dalam negara bagian Punjab pada tahun 1956.

Referensi

  1. ↑ Imperial Gazetteer of India, v. 18, p. 271.
  2. ↑  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Nabha" . Encyclopædia Britannica. Vol. 19 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 147.
  3. ↑ Grewal, J. S. (Oct 8, 1998). "Rise to Political Power". The Sikhs of the Punjab. Cambridge University Press. hlm. 88–96. ISBN 9780521637640.
  4. 1 2 3 Truhart, Peter (2017). Regents of Nations: Asia, Australia-Oceania, Part 2 (Edisi Reprint). Walter de Gruyter. hlm. 1398. ISBN 9783111616254.
  5. ↑ Singh, Bhagat (1993). "Chapter 14 - The Phulkian Misl". A History of the Sikh Misals. Publication Bureau, Punjabi University.
  6. 1 2 3 "Nabha | Princely State, Maharaja, Punjab | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-17.
  7. ↑ History of Sirsa gov
  8. ↑ Source: Page no. - 342, Punjab State Gazetteers Vol. xvii A, Phulkian States, Patiala Jind And Nabha
  9. ↑ Source: Page no.- 140, History Of The Sikhs Vol. IV The Sikh Commonwealth Or Rise And Fall Of Sikh Misls Hari ram gupta
  10. ↑ Source: Page 328, 1908 Gazzetrs of India Punjab V. II Internet archive
  11. ↑ Chatterji, Prashanto K. (1975). The Making of India Policy, 1853-65: A Study on the Relations of the Court of Directors, the India Board, the India Office, and the Government of India. University of Burdwan. hlm. 152–153. ISBN 9780883868188. Eventually, at the Ambala Durbar (18-20 January 1860), Canning himself promised the three chiefs Sanads, guaranteeing their possessions to themselves and their heirs and the right to adopt from the Phoolkan family whenever ...
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Asal usul
  3. Pendirian daerah dan negara
  4. Aliansi dengan Britania
  5. Pembubaran
  6. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026