Rekaman kematian Nedā Āghā-Soltān meraih perhatian di dunia Barat setelah ia ditembak mati saat protes pemilihan Iran 2009. Āghā-Soltān, seorang murid filsafat, ikut dalam protes, diikuti oleh guru musiknya dan berjalan kembali ke mobilnya saat ia ditembak di dadanya. Pembunuh Neda dipersengketakan; menurut CNN, BBC, dan Fox News, ia ditembak oleh Basij, sebuah organisasi paramiliter. Kematiannya diabadikan pada sebuah video dan disiarkan di Internet, dan video tersebut menjadi titik perlawanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nedā Āghā-Soltān | |
|---|---|
![]() Foto oleh Caspian Makan | |
| Lahir | 23 Januari 1983 Teheran, Iran |
| Meninggal | 20 Juni 2009 (usia 26 tahun)[1] Barat Jalan Kārgar di persimpangan antara Jalan Khosravi dan Sālehi,[2] Tehrān, Iran 35°43′8.57″N 51°23′30.60″E / 35.7190472°N 51.3918333°E / 35.7190472; 51.3918333 (Lokasi kematian Neda Agha-Soltan) |
| Sebab meninggal | Ditembak |
| Makam | Pemakaman Behesht-e Zahrā, selatan Tehran |
| Tempat tinggal | Jalan Meshkini, Wilayah Tehrānpars, Tehrān[3] |
| Kebangsaan | Iran |
| Almamater | Universitas Islam Āzād (semester kedua Teologi)[4][5] |
| Tempat kerja | Agensi perjalanan keluarga[6] |
| Dikenal atas | Meninggal saat protes pemilihan Iran 2009 |
| Partai politik | Umumnya dikenal sebagai apolitis |
Rekaman kematian Nedā Āghā-Soltān (bahasa Persia: نِدا آقاسلطانcode: fa is deprecated – Nedā Āġā Soltān; 23 Januari 1983 – 20 Juni 2009) meraih perhatian di dunia Barat setelah ia ditembak mati saat protes pemilihan Iran 2009. Āghā-Soltān, seorang murid filsafat, (meskipun tidak terpengaruhi secara politik, tetapi mendukung para pendukung Mousavi) ikut dalam protes, diikuti oleh guru musiknya dan berjalan kembali ke mobilnya saat ia ditembak di dadanya. Pembunuh Neda dipersengketakan; menurut CNN, BBC, dan Fox News, ia ditembak oleh Basij, sebuah organisasi paramiliter. Kematiannya diabadikan pada sebuah video dan disiarkan di Internet, dan video tersebut menjadi titik perlawanan.
Kematian Agha-Soltan disebut sebagai "kematian paling banyak dilihat dalam sejarah manusia." Kematiannya menjadi lambak perjuangan para pengunjuk rasa Iran menentang pemilihan yang dipersengketakan dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad.