Natrium tiosianat adalah senyawa kimia dengan rumus NaSCN. Senyawa padat tidak berwarna ini merupakan salah satu sumber utama anion tiosianat. Maka dari itu, senyawa ini digunakan dalam proses sintesis obat-obatan dan bahan kimia lainnya. Natrium tiosianat biasanya dibuat dari reaksi natrium sianida dengan sulfur:8 NaCN + S8 → 8 NaSCN
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

|
| |||
| Nama | |||
|---|---|---|---|
| Nama IUPAC
Natrium tiosianat | |||
| Penanda | |||
| |||
Model 3D (JSmol) |
|||
| ChEBI | |||
| ChEMBL | |||
| ChemSpider |
| ||
| Nomor EC | |||
PubChem CID |
|||
| Nomor RTECS | {{{value}}} | ||
| UNII | |||
CompTox Dashboard (EPA) |
|||
| |||
| |||
| Sifat | |||
| NaSCN | |||
| Massa molar | 81.072 g/mol | ||
| Penampilan | Kristal tidak berwarna | ||
| Densitas | 1.735 g/cm3 | ||
| Titik lebur | 287 °C (549 °F; 560 K) | ||
| Titik didih | 307 °C (585 °F; 580 K) Berdekomposisi | ||
| 139 g/100 mL (21 °C) 225 g/100 mL (100 °C) | |||
| Kelarutan | Dapat larut dalam aseton, alkohol, amonia, SO2 | ||
| Keasaman (pKa) | −1.28 | ||
| Indeks bias (nD) | 1.545 | ||
| Struktur | |||
| Ortorombik | |||
| Bahaya | |||
| Lembar data keselamatan | ICSC 0675 | ||
Klasifikasi UE (DSD) (usang) |
Berbahaya (Xn) | ||
| Frasa-R | R20/21/22, R32, R36, R37, R38 | ||
| Frasa-S | S22, S26, S36 | ||
| Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC): | |||
LD50 (dosis median) |
764 mg/kg (tikus, lewat mulut)[1] | ||
| Senyawa terkait | |||
Anion lain |
Natrium sianat Natrium sianida | ||
Kation lainnya |
Kalium tiosianat Amonium tiosianat | ||
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |||
| Referensi | |||
Natrium tiosianat adalah senyawa kimia dengan rumus NaSCN. Senyawa padat tidak berwarna ini merupakan salah satu sumber utama anion tiosianat. Maka dari itu, senyawa ini digunakan dalam proses sintesis obat-obatan dan bahan kimia lainnya.[2] Natrium tiosianat biasanya dibuat dari reaksi natrium sianida dengan sulfur:
Kristal natrium tiosianat berbentuk ortorombik. Senyawa ini biasanya digunakan di laboratorium untuk menguji keberadaan ion Fe3+.
Natrium tiosianat digunakan untuk mengubah alkil halida menjadi alkiltiosianat. Reaksi isopropil bromida dengan natrium tiosianat di dalam larutan etanol panas akan menghasilkan isopropil tiosianat.[3] Protonasi natrium tiosianat akan menghasilkan asam isotiosianat, S=C=NH (pKa = −1.28).[4]