Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nasi aking

Nasi aking adalah makanan yang berasal dari sisa-sisa nasi yang tak termakan yang dibersihkan dan dikeringkan di terik matahari. Nasi aking biasanya dijual sebagai makanan unggas. Tetapi belakangan masyarakat pun mulai mengonsumsi nasi aking. Nasi aking bukanlah makanan yang layak dikonsumsi manusia; berwarna coklat dan dipenuhi jamur. Namun, masyarakat kelas bawah menjadikannya sebagai makanan pokok pengganti nasi karena tak mampu membeli beras. Untuk menghilangkan bau, nasi aking terlebih dahulu dipisahkan dari kotoran, dicuci, dijemur, lalu diberi kunyit untuk mengurangi rasa asam akibat jamur.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nasi aking" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Nasi aking adalah makanan yang berasal dari sisa-sisa nasi yang tak termakan yang dibersihkan dan dikeringkan di terik matahari[1]. Nasi aking biasanya dijual sebagai makanan unggas.[1] Tetapi belakangan masyarakat pun mulai mengonsumsi nasi aking.[butuh rujukan] Nasi aking bukanlah makanan yang layak dikonsumsi manusia; berwarna coklat dan dipenuhi jamur. Namun, masyarakat kelas bawah menjadikannya sebagai makanan pokok pengganti nasi karena tak mampu membeli beras. Untuk menghilangkan bau, nasi aking terlebih dahulu dipisahkan dari kotoran, dicuci, dijemur, lalu diberi kunyit untuk mengurangi rasa asam akibat jamur.

Proses pembuatan dan penggunaan

Nasi aking adalah sisa nasi yang tidak habis dikonsumsi, kemudian dibersihkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga menghasilkan tekstur kering berwarna coklat kekuning-kecoklatan. Proses pengeringan ini sering berlangsung selama lima hingga sepuluh hari tergantung kondisi cuaca, dan warna berubah akibat reaksi Maillard dan aktivitas mikroba.[2] Meski awalnya digunakan sebagai pakan unggas, adapun masyarakat di beberapa wilayah Jawa memanfaatkan nasi aking sebagai pengganti nasi pokok atau sebagai camilan murah. Karena berasal dari sisa makanan dan berisiko terkontaminasi jamur, konsumsi manusia dibatasi dan dianggap bukan pilihan utama pangan manusia.[2]

Isu kesehatan dan regulasi

Pengeringan nasi sisa di lingkungan rumah tangga tanpa standar higienis dapat memunculkan pertumbuhan jamur atau mikotoksin yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, badan pangan lokal dan pelaku usaha pakan ternak menyarankan agar nasi aking hanya digunakan untuk pakan ternak dan bukan makanan manusia, kecuali telah melalui proses pengolahan ulang yang memastikan keamanannya.[2] Sejumlah pedagang tradisional menjual nasi aking dalam bentuk paket berat sekitar 1 kg untuk pakan unggas dengan harga terjangkau, namun edaran sebagai pangan manusia masih tanpa regulasi kuat di banyak daerah dan perlu pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau konsumsi yang tidak aman.[3]

Referensi

  1. 1 2 "Mengenal Nasi Aking, Limbah Rumah Tangga yang Dijadikan Pakan Ternak". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-05.
  2. 1 2 3 "Mengenal Nasi Aking, Limbah Rumah Tangga yang Dijadikan Pakan Ternak". Kumparan. 8 Juli 2022. Diakses tanggal 11 November 2025.
  3. ↑ "Nasi Aking Kering 1 Kg Untuk Pakan Ayam Dan …". Lazada. Diakses tanggal 11 November 2025.

[butuh rujukan]


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Proses pembuatan dan penggunaan
  2. Isu kesehatan dan regulasi
  3. Referensi

Artikel Terkait

Nasi

beras yang telah dimasak dengan cara diuapkan atau dididihkan

Botok masin

makanan khas daerah

Idza Priyanti

politikus Indonesia, Bupati Brebes periode 2012–2022 (lahir 1971)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026