Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiNafsul Lawwamah
Artikel Wikipedia

Nafsul Lawwamah

Nafsul Lawwamah adalah jiwa yang masih cacat cela. Walaupun dia menerima hidayah (petunjuk dari Tuhan, patuh kepada-Nya, dan selalu ingin berbuat kebajikan, tetapi sang pemilik terkadang melakukan perbuatan maksiat atau sewaktu-waktu tak dapat menguasai hawa nafsunya, yakni godaan setan. Setelah hal tersebut terjadi, maka akan timbul sebuah penyesalan, lalu bertaubat kepada Tuhan dan kembali patuh kepada-Nya.

Wikipedia article
Diperbarui 12 Mei 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nafsul Lawwamah adalah jiwa yang masih cacat cela.[1] Walaupun dia menerima hidayah (petunjuk dari Tuhan, patuh kepada-Nya, dan selalu ingin berbuat kebajikan, tetapi sang pemilik terkadang melakukan perbuatan maksiat atau sewaktu-waktu tak dapat menguasai hawa nafsunya, yakni godaan setan.[1] Setelah hal tersebut terjadi, maka akan timbul sebuah penyesalan, lalu bertaubat kepada Tuhan dan kembali patuh kepada-Nya.[1]

Jika tidak dapat mengendalikan nafsu dengan sempurna, yang terjadi adalah terkadang muncul sifat-sifat seperti binatang, namun terkadang pula muncul sifat kemanusiaannya, hal ini juga disebut sebagai nafsul lawwamah.[2] Kebalikannya, jika kita mampu mengendalikan nafsu dan memepergunakannya dengan baik, justru nafsul lawwamah akan sangat membantu dalam hal mengembangkan stimulus agar selalu menyeleraskan kehendak kita dengan kehendak Allah.[3] Biasa nafsu ini dimiliki oleh orang-orang awam.[3]

Dalam agama Islam, pembahasan nafsu ini sudah termaktub dalam Surat Al-Qiyamah ayat satu sampai dua yang berbunyi: Dan aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 2325
  2. ↑ Abdur Rafi', Abu Fida(2004).Terapi Penyakit Korupsi.Jakarta:Republika.Hal 51
  3. 1 2 Muzadi, Hasyim (2004).Refleksi Tiga Kiai.Jakarta:Republika.Hal 18
  4. ↑ Mujieb, Abdul (2009).Enseklopedi Tasawuf Imam al-Ghazali.Jakarta:Mizan.Hal 327

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Nafsul Ammarah

A. Hakikat al Nafs al Ammarah bi al-Suu' Nafsul Ammarah adalah jiwa manusia yang ingin memenuhi kehendak hawa nafsu dalam segala bidang kehidupan, sehingga

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026