Mujahid bin Jabir, hidup antara 21-104 H atau 642-722 M, adalah seorang ulama besar agama Islam, yang termasuk golongan tabi'in. Ia adalah seorang imam, ahli fiqih, serta banyak meriwayatkan hadits dengan derajat periwayatan yang dianggap sangat tepercaya (tsiqah). Mujahid menjadi rujukan dalam hal membaca (qira'at) dan memahami (tafsir) Al-Qur'an dan hadits.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama dalam bahasa asli | (ar) مجاهد بن جبر |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 642 Makkah |
| Kematian | 722 (Kalender Masehi Gregorius) Makkah |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam dan Islam Sunni |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Tafsir al quran, Ulum hadis, Fikih dan Qira'at al-Qur'an |
| Pekerjaan | teolog, muhaddits |
| Murid dari | Abdullah bin Abbas |
| Murid | Abu Amru al-Bashri dan Ayyub as-Sikhtiyani |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
Mujahid bin Jabir (Arab: مجاهد بن جبر), hidup antara 21-104 H atau 642-722 M, adalah seorang ulama besar agama Islam, yang termasuk golongan tabi'in. Ia adalah seorang imam, ahli fiqih, serta banyak meriwayatkan hadits dengan derajat periwayatan yang dianggap sangat tepercaya (tsiqah).[1] Mujahid menjadi rujukan dalam hal membaca (qira'at) dan memahami (tafsir) Al-Qur'an dan hadits.[1]
Nama panggilan lengkapnya sering dituliskan sebagai "Mujahid bin Jabir, maula As-Saib bin Abi As-Saib, Al-Makhzumi, Al-Qurasyi". Nama Al-Makhzumi adalah karena ia seorang abdi (maula) dari seseorang dari kalangan Bani Makhzum.[1]
Mujahid adalah murid dari Ibnu Abbas, dan banyak meriwayatkan darinya.[1] Mujahid pernah membacakan Al-Qur'an di hadapan Ibnu Abbas sebanyak tiga puluh kali, dan pada setiap ayatnya ia berhenti dan menanyakan mengenai asbabun nuzul dan kandungan dari ayat-ayat tersebut.[1] Ia juga banyak mengikuti pendapat Ibnu Abbas dalam membaca (qira'at) Al-Qur'an serta fiqih. Selain Ibnu Abbas, Mujahid antara lain juga meriwayatkan dari Aisyah, Abu Hurairah, Sa'ad bin Abi Waqqas, Jabir bin Abdullah, Abdullah bin Umar, dan Abu Sa'id al-Khudri.