Muhammad bin Abdulaziz Al Saud adalah putra mahkota Arab Saudi dari 1964 sampai 1965 dan gubernur nominal Provinsi Al Madinah dari 1925 sampai 1954. Ia mundur dari jabatan putra mahkota dalam rangka memberikan jalan untuk saudaranya Khalid bin Abdulaziz untuk menjadi pewaris takhta. Pangeran Muhammad adalah salah satu orang paling kaya dan berpengaruh dari Wangsa Saud.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Muhammad bin Abdulaziz Al Saud | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Muhammad bin Abdulaziz Al Saud | |||||
| Putra Mahkota Arab Saudi | |||||
| Periode | 2 November 1964 – 29 Maret 1965 | ||||
| Pendahulu | Faisal bin Abdulaziz | ||||
| Penerus | Khalid bin Abdulaziz | ||||
| Penguasa monarki | Raja Faisal | ||||
| Gubernur Provinsi Al Madinah | |||||
| Periode | Desember 1925–1954 | ||||
| Penerus | Jabatan dibentuk | ||||
| Penguasa monarki | Raja Abdulaziz Raja Saud Raja Faisal | ||||
| Kelahiran | (1910-03-04)4 Maret 1910 Riyadh, Keamiran Riyadh | ||||
| Kematian | 25 November 1988(1988-11-25) (umur 78) Riyadh, Arab Saudi | ||||
| Pemakaman | 25 November 1988 Pemakaman Al Oud, Riyadh | ||||
| Pasangan | Sara bint Saad bin Abdul Rahman Al Saud | ||||
| Keturunan | Daftar
| ||||
| |||||
| Wangsa | Saud | ||||
| Ayah | Raja Abdulaziz | ||||
| Ibu | Al Jawhara bint Musaed Al Jiluwi | ||||
| Pekerjaan | Politikus • pengusaha • dermawan | ||||
Muhammad bin Abdulaziz Al Saud (4 Maret 1910 – 25 November 1988) (bahasa Arab: محمد بن عبدالعزيز أل سعودcode: ar is deprecated Muḥammad bin ʿAbdulʿazīz Āl Saʿūd) adalah putra mahkota Arab Saudi dari 1964 sampai 1965 dan gubernur nominal Provinsi Al Madinah dari 1925 sampai 1954. Ia mundur dari jabatan putra mahkota dalam rangka memberikan jalan untuk saudaranya Khalid bin Abdulaziz untuk menjadi pewaris takhta. Pangeran Muhammad adalah salah satu orang paling kaya dan berpengaruh dari Wangsa Saud.

Pangeran Muhammad adalah putra keempat dari Raja Abdulaziz[1] dan lahir di Qasr Al Hukm, Riyadh, pada 1910.[2][3][4] Ibunya adalah Al Jawhara bint Musaed[5] dari keluarga Al Jiluwi,[6] yang merupakan cabang kadet dari keluarga Al Saud itu sendiri. Ia dan suaminya adalah sepupu kedua. Ayah mereka masing-masing, Musaed bin Jiluwi dan Abdul Rahman bin Faisal, adalah sepupu pertama sementara kakek mereka, Jiluwi bin Turki dan Faisal bin Turki, adalah kakak beradik. Hal ini menjaga tradisi jangka panjang dalam Arabia dengan menikahi pasangan dalam garis keturunan yang sama, dan para anggota Al Jiluwi sering kali menikah dengan para anggota Al Saud.[7]