Muhammad Arsyad adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional asal Indonesia yang berposisi sebagai gelandang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Muhammad Arsyad | ||
| Tanggal lahir | 22 April 1993 | ||
| Tempat lahir | Jakarta, Indonesia | ||
| Tinggi | 1,70 m (5 ft 7 in) | ||
| Posisi bermain | Gelandang | ||
| Karier junior | |||
| SSB ASIOP Apacinti | |||
| 2009–2010 | Perseba Super Bangkalan | ||
| 2010–2011 | SAD Indonesia | ||
| 2011–2012 | Persisam Samarinda | ||
| 2012 | PON Kaltim | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| 2013–2014 | Pelita Bandung Raya | 21 | (2) |
| 2015 | PS TNI | 0 | (0) |
| 2016 | Persik Kediri | 16 | (0) |
| 2017 | Persepam Madura Utama | 11 | (0) |
| Total | 48 | (2) | |
| Kepelatihan | |||
| 2018–2019 | SSB ASIOP | ||
| 2019 | Badak Lampung (asisten) | ||
| * Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Muhammad Arsyad (lahir 22 April 1993) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional asal Indonesia yang berposisi sebagai gelandang.
Arsyad memulai karier sepak bolanya di SSB ASIOP Apacinti Jakarta. Bakatnya sudah menonjol sejak usia dini, terbukti saat dia menyabet gelar Gelandang Kiri Terbaik dalam ajang Piala Menpora U-15 pada tahun 2007. Dua tahun kemudian, dia juga sukses membawa Perseba Super Bangkalan menjuarai Piala Soeratin U-18.[1][2]
Kemampuannya yang mumpuni membawanya terpilih masuk dalam program SAD Indonesia pada tahun 2010. Dia dikirim ke Uruguay untuk belajar sepak bola secara intensif bersama talenta-talenta terbaik Indonesia lainnya. Sepulangnya dari Uruguay pada tahun 2011, Arsyad bergabung dengan Persisam Samarinda U-21. Di sana, dia mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa timnya menjadi semifinalis dan runner-up kompetisi Liga Super Indonesia U-21 selama dua musim. Puncak prestasinya di level daerah adalah saat dia berhasil mempersembahkan medali emas untuk tim sepak bola Kalimantan Timur pada ajang PON 2012 Pekanbaru.[2]
Setelah PON berakhir, Arsyad mengikuti seleksi terbuka Pelita Bandung Raya. Kemampuannya yang cemerlang mampu membuat pelatih Simon McMenemy terpikat dan akhirnya Arsyad resmi bergabung dengan klub asal Bandung tersebut.[2][3]
Arsyad mencatatkan debutnya bersama PBR pada 10 Januari 2013, dalam hasil imbang 0–0 melawan Persiba Balikpapan. Dia mencetak gol pertamanya untuk klub dalam kemenangan dramatis 3–2 atas Persija Jakarta pada 5 Februari 2013, dimana dia mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.[4] Pada 21 April 2013, dia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2–1 atas Persiwa Wamena.[5] Meskipun begitu, Arsyad mengalami cedera ligamen dalam pertandingan itu, yang membuatnya absen di sisa musim.[1] Dia sempat pulih pada awal tahun 2014, tetapi tidak bisa tampil karena masalah mental dan pada akhirnya meninggalkan klub pada akhir tahun itu.[1]
Pada tahun 2015, Arsyad yang lolos seleksi Tentara Nasional Indonesia, sempat bergabung dengan klub PS TNI,[1] namun tidak pernah bermain.
Pada tahun 2016, Arsyad bergabung dengan klub Indonesia Soccer Championship B, Persik Kediri.[1][6]
Pada tahun 2017, Arsyad bergabung dengan klub Liga 2, Persepam Madura Utama.[7] Meskipun tampil cukup konsisten, tetapi cedera lutut kembali menghantui dan dia harus terpaksa harus pensiun di usia yang cukup muda.[1]
Setelah memiliki lisensi kepelatihan C AFC, pada November 2018, Arsyad menerima tawaran untuk menjadi pelatih SSB ASIOP.[1]
Pada Mei 2019, Arsyad ditunjuk sebagai asisten pelatih Badak Lampung dibawah arahan pelatih kepala Jan Saragih.[1]