Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMonyet saki muka-emas
Artikel Wikipedia

Monyet saki muka-emas

Monyet saki muka-emas adalah sebuah spesies monyet saki, yaitu sejenis monyet Dunia Baru. Spesies ini ditemukan di Brasil, di itara hutan Amazon, pada kedua sisi Rio Negro. Spesies ini sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari monyet saki muka-putih, tetapi dijadikan sebagai spesiesnya sendiri pada 2014. Spesies ini dinamai demikian karena pewarnaannya pada jantan, yang memiliki rambut tubuh hitam dan dan bulu muka oranye atau cokelat kemerahan. Betina memiliki bulu yang lebih cerah dan memiliki kulit yang lebih sedikit bulunya di muka, dengan garis rambut oranye yang memanjang dari bagian bawah mata di sekitar moncong, beserta bulu ventral oranye. Monyet ini memiliki kubal kranial yang lebih kecil, lebih tidak prognatik, dan lebih tidak bulat daripada monyet saki muka-putih.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Monyet saki muka-emas

Monyet saki muka-emas[1]
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Genus: Pithecia
Spesies:
P. chrysocephala
Nama binomial
Pithecia chrysocephala
I. Geoffroy, 1850

Monyet saki muka-emas (Pithecia chrysocephala) adalah sebuah spesies monyet saki, yaitu sejenis monyet Dunia Baru. Spesies ini ditemukan di Brasil, di itara hutan Amazon, pada kedua sisi Rio Negro.[2] Spesies ini sebelumnya dianggap sebagai subspesies dari monyet saki muka-putih (P. pithecia),[3] tetapi dijadikan sebagai spesiesnya sendiri pada 2014.[2] Spesies ini dinamai demikian karena pewarnaannya pada jantan, yang memiliki rambut tubuh hitam dan dan bulu muka oranye atau cokelat kemerahan. Betina memiliki bulu yang lebih cerah dan memiliki kulit yang lebih sedikit bulunya di muka, dengan garis rambut oranye yang memanjang dari bagian bawah mata di sekitar moncong, beserta bulu ventral oranye.[2] Monyet ini memiliki kubal kranial yang lebih kecil, lebih tidak prognatik, dan lebih tidak bulat daripada monyet saki muka-putih.[4]

Referensi

  1. 1 2 Marsh, L.K.; Mittermeier, R.A.; Röhe, F.; de Azevedo, R.B. (2018). "Pithecia chrysocephala". 2018: e.T43943A17991938. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T43943A17991938.en. ;
  2. 1 2 3 Marsh, L. K. (July 2014). "A Taxonomic Revision of the Saki Monkeys, Pithecia Desmarest, 1804". Neotropical Primates. 21 (1): 1–165. doi:10.1896/044.021.0101. S2CID 86516301.
  3. ↑ Groves, C. P. (2005). "Pithecia pithecia chrysocephala". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 148. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ↑ Marroig, Gabriel; Cheverud, James M. (November 2004). "Cranial evolution in sakis (Pithecia, Platyrrhini) I: Interspecific differentiation and allometric patterns". American Journal of Physical Anthropology (dalam bahasa Inggris). 125 (3): 266–278. doi:10.1002/ajpa.10421. ISSN 0002-9483. PMID 15386237.
Pengidentifikasi takson
Pithecia chrysocephala
  • Wikidata: Q20687107
  • Wikispecies: Pithecia chrysocephala
  • CoL: 4JBGX
  • GBIF: 8526794
  • iNaturalist: 519428
  • ITIS: 998621
  • IUCN: 43943
  • MDD: 1000905
  • NCBI: 2946515
  • Observation.org: 206812
  • Open Tree of Life: 6145209
  • Paleobiology Database: 390342
  • Species+: 68359
  • Xeno-canto: Pithecia-chrysocephala

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Monyet saki

genus mamalia

Pitheciidae

albicans Monyet saki cazuza, Pithecia cazuzai Monyet saki muka-emas, Pithecia chrysocephala Monyet saki berambut, Pithecia hirsuta Monyet saki poles, Pithecia

Pitheciinae

albicans Monyet saki cazuza, Pithecia cazuzai Monyet saki muka-emas, Pithecia chrysocephala Monyet saki berambut, Pithecia hirsuta Monyet saki poles, Pithecia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026