Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One adalah film mata-mata dan laga Amerika Serikat tahun 2023 yang disutradarai oleh Christopher McQuarrie dari sebuah naskah yang ia tulis bersama dengan Erik Jendresen. Film ini adalah sekuel dari Mission: Impossible – Fallout dan merupakan film ketujuh dari serial film Mission: Impossible. Film ini dibintangi oleh Tom Cruise sebagai Ethan Hunt, serta jajaran pemeran lainnya seperti Hayley Atwell, Ving Rhames, Simon Pegg, Rebecca Ferguson, Vanessa Kirby, Esai Morales, Pom Klementieff, Mariela Garriga, dan Henry Czerny. Dalam film ini, Hunt dan tim IMFnya menghadapi Entity, sebuah AI yang kuat dan jahat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | |
|---|---|
![]() Poster film Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | |
| Sutradara | Christopher McQuarrie |
| Produser | Tom Cruise Christopher McQuarrie |
| Ditulis oleh |
|
Berdasarkan | Mission: Impossible oleh Bruce Geller |
| Pemeran | Tom Cruise Ving Rhames Simon Pegg Rebecca Ferguson Vanessa Kirby Hayley Atwell Pom Klementieff Shea Whigham Esai Morales Henry Czerny Rob Delaney Cary Elwes |
| Penata musik | Lorne Balfe[a] |
| Sinematografer | Fraser Taggart |
| Penyunting | Eddie Hamilton |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Paramount Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 163 menit[2] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Bahasa Inggris |
| Anggaran | $290 juta[3] |
Pendapatan kotor | $571,1 juta[1][4] |
Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One[b] adalah film mata-mata dan laga Amerika Serikat tahun 2023 yang disutradarai oleh Christopher McQuarrie dari sebuah naskah yang ia tulis bersama dengan Erik Jendresen.[7] Film ini adalah sekuel dari Mission: Impossible – Fallout dan merupakan film ketujuh dari serial film Mission: Impossible. Film ini dibintangi oleh Tom Cruise sebagai Ethan Hunt, serta jajaran pemeran lainnya seperti Hayley Atwell, Ving Rhames, Simon Pegg, Rebecca Ferguson, Vanessa Kirby, Esai Morales, Pom Klementieff, Mariela Garriga, dan Henry Czerny. Dalam film ini, Hunt dan tim IMFnya menghadapi Entity, sebuah AI yang kuat dan jahat.
Pada bulan Januari 2019, Cruise mengumumkan bahwa dua film Mission: Impossible berikutnya akan dibuat secara back-to-back, dan McQuarrie menulis naskah serta menyutradarai kedua film tersebut. Para pemain film yang kembali berperan dan para pemain film baru diumumkan segera setelahnya, dan Lorne Balfe, komposer skor musik Fallout, kembali menjadi komposer di film ini. Proses pengambilan gambar dimulai di Italia pada bulan Februari 2020, tetapi terhambat oleh pandemi COVID-19. Proses pengambilan gambar kembali dilanjutkan di tahun yang sama dan selesai pada bulan September 2021. Pengambilan film juga dilakukan di Norwegia, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Dengan perkiraan anggaran sebesar $291 juta, film ini menjadi salah satu film termahal yang pernah dibuat.
Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One pertama kali dirilis di Roma pada 19 Juni 2023 dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 12 Juli 2023 oleh Paramount Pictures. Film ini menuai pujian dari para kritikus dan memperoleh pendapatan kotor sebesar $571,1 juta dari seluruh dunia, menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi kesepuluh pada tahun 2023, tetapi masih dianggap menjadi box-office dissapointment. Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One dinominasikan di dua kategori dalam Academy Awards ke-96 dan British Academy Film Awards ke-77. Sekuel film ini, Mission: Impossible – The Final Reckoning, dirilis pada bulan Mei 2025.
Sevastopol, sebuah kapal selam siluman Rusia generasi berikutnya, mengaktifkan sebuah AI canggih menggunakan sebuah kunci berbentuk salib yang terdiri dari dua bagian. AI ini, yang diberi nama sebagai "Entity", jadi memiliki kesadaran dan menjadi jahat setelah menipu awak kapal selam untuk menyerang diri mereka sendiri dengan sebuah torpedo, menewaskan seluruh orang di dalamnya, dan menenggelamkan Sevastopol di Laut Bering.
Para pemegang kekuatan dunia bersaing untuk mendapatkan kunci berbentuk salib tersebut dengan harapan dapat menjadi pemegang kendali atas Entity. Agen IMF Ethan Hunt pergi ke Kuartal Kosong dari Gurun Arab dan memperoleh satu bagian dari kunci tersebut dari agen MI6 yang tidak diakui, Ilsa Faust, dan memalsukan kematian Ilsa untuk melindungi Ilsa dari kejaran berhadiah. Di Washington D.C., Ethan menyusup ke dalam pengarahan Komunitas Intelijen Amerika Serikat untuk Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Denlinger. Di sana, Direktur CIA Eugene Kittridge menjelaskan bahwa Entity dapat memanipulasi dunia maya untuk mengontrol kecerdasan pertahanan dan jaringan finansial global. Ethan mengungkap identitas dirinya dan memaksa Eugene untuk mengakui bahwa ia memasang buruan berhadiah terhadap Ilsa. Ethan kemudian kabur, bertekad untuk menghancurkan Entity.
Ethan dan rekan-rekan tim IMFnya, Benji Dunn dan Luther Stickell, pergi ke Bandara Internasional Abu Dhabi untuk merebut bagian kedua dari kunci, yang kemudian diketahui ternyata palsu. Walaupun begitu, Ethan berjumpa dengan Grace, seorang pencuri ulung yang mencuri bagian pertama kunci dari dirinya, sementara Luther dan Benji menjinakkan sebuah perangkat nuklir palsu. Ethan dikejar oleh agen-agen CIA, tetapi ia melihat musuh lamanya, Gabriel, seorang naradamping Entity yang memiliki hubungan dengan masa lalu dirinya sebelum tergabung dengan IMF, dan ia pun membatalkan misi, menyebabkan timnya menjadi tercerai-berai. Grace kabur ke Roma dan tertangkap, tetapi Ethan menyelamatkan ia dari otoritas setempat, para agen AS, dan seorang agen Entity bernama Paris. Grace kembali kabur, sementara Ethan bergabung kembali dengan Luther, Benji, dan Ilsa.
Ethan dan Ilsa mengikuti Grace ke Venezia dan menyusup ke dalam sebuah pesta yang diselenggarakan oleh pedagang senjata Alanna Mitsopolis. Alanna memiliki bagian kedua kunci, dan ia menyewa Grace untuk mencuri bagian pertama kunci, dan ia akan menjual kunci yang sudah lengkap kepada pembelinya keesokan harinya di Orient Express. Gabriel menyatakan bahwa ia akan mendapatkan kunci yang sudah lengkap esok hari dan Ilsa atau Grace akan mati. Ethan berusaha untuk mencegah Alanna menjual kunci tersebut, memungkinkan Gabriel dan Grace untuk kabur. Ia mengejar Grace, tetapi Entity meretas komunikasi mereka dan menyamar sebagai Benji, menyebabkan Ethan berkelahi dengan Paris, yang ia lepaskan. Gabriel melumpuhkan Grace dan membunuh Ilsa, menghancurkan diri Ethan.
Saat mempersiapkan penjualan, Luther pergi ke sebuah lokasi terpencil untuk mencegah gangguan dari Entity. Ia menyarankan Ethan untuk mengampuni Gabriel karena bertanya tentang Entity. Di kereta, bersama Paris, Gabriel membunuh teknisi mesin dan menghancurkan katup gas dan rem kereta. Ia berjumpa dengan Denlinger, yang mencoba menjalin kerja sama dengan Entity. Denlinger mengungkapkan bahwa awalnya Entity merupakan sebuah senjata dunia maya yang dikembangkan oleh Amerika Serikat, dan Enitity dikirim ke Sevastopol untuk menyabotase sistem siluman kapal selam tersebut. Kunci yang sudah lengkap membuka sebuah ruang di dalam Sevastopol yang berisi kode sumber Entity, memungkinkan Entity untuk dihancurkan atau dikendalikan. Karena rahasia ini hanya diketahui oleh Denlinger, Gabriel membunuhnya, dan ia mencoba membunuh Paris karena Entity memprediksi Paris akan mengkhianati mereka setelah Ethan melepaskan dirinya saat berkelahi.
Dengan menyamar sebagai Alanna, Grace membawa kunci kepada Kittridge, yang ternyata adalah pembeli kunci tersebut, dan menegosiasikan penjualan sebesar $100 juta serta perlindungan untuk dirinya, namun mencopet kunci tersebut dari Kittridge setelah membatalkan transfer. Ethan menggunakan parasut ke dalam kereta untuk menyelamatkan Grace, tetapi Gabriel memperoleh kunci tersebut. Gabriel berkelahi melawan Ethan di atas atap kereta, kemudian kabur dan meledakkan sebuah jembatan di depan. Grace dan Ethan melepaskan lokomotif yang tidak terkendali serta menyelamatkan para penumpang, kemudian memanjat melalui gerbong kereta yang jatuh, sampai mereka diselamatkan oleh Paris, yang memberi tahu Ethan soal hubungan kunci dengan Sevastopol sebelum pingsan. Grace memberi tahu Kittridge soal keinginannya untuk bergabung dengan IMF. Ethan melarikan diri dari reruntuhan menggunakan paraglider dengan kunci yang sudah lengkap, yang ia copet dari Gabriel selama mereka berkelahi, dan bertemu dengan Benji untuk melanjutkan misi menemukan Sevastopol dan menghancurkan Entity.
Selain itu, Charles Parnell, Rob Delaney, Indira Varma, dan Mark Gatiss masing-masing berperan sebagai kepala agensi Intelijen AS NRO, JSOC, DIA, dan NSA.[16][10] Marcin Dorociński dan Ivan Ivashkin tampil sebagai kapten dan wakil kapten kapal selam Sevastopol.[17]
Pada 14 Januari 2019, Tom Cruise mengumumkan bahwa pengambilan adegan film Mission: Impossible ketujuh dan kedelapan akan dilakukan secara back-to-back dengan Christopher McQuarrie sebagai penulis dan sutradara kedua film tersebut, masing-masing direncanakan untuk dirilis pada 23 Juli 2021 dan 5 Agustus 2022.[18][19] Pada bulan Februari 2021, Paramount Pictures membatalkan rencana tersebut.[20]
Pada bulan Februari 2019, Rebecca Ferguson mengonfirmasi kembalinya ia dalam film ketujuh.[21][22] Pada bulan September, McQuarrie mengumumkan bahwa Hayley Atwell telah bergabung dalam daftar pemeran.[23] Pada bulan November 2019, Pom Klementieff bergabung untuk bermain dalam film ketujuh dan kedelapan.[11] Pada bulan Desember 2019, Simon Pegg mengonfirmasi kembalinya ia dalam film ini, dengan Shea Whigham bergabung menjadi pemeran di kedua film.[24][25] Nicholas Hoult ditunjuk untuk bermain peran pada bulan Januari 2020, bersama dengan penunjukkan Henry Czerny, yang kembali memainkan perannya sebagai Eugene Kittridge untuk pertama kalinya sejak film tahun 1996.[26][27] Hoult ditunjuk karena Cruise menyukai audisinya untuk Top Gun: Maverick (2022) untuk peran Bradley "Rooster" Bradshaw, mengakui Hoult sebagai aktor yang sangat bertalenta yang hanyalah tidak pas untuk memainkan peran tersebut untuk film itu meskipun tidak ada cerita konkrit yang telah ditetapkan untuk film Mission: Impossible ketujuh.[28]
Vanessa Kirby juga mengumumkan ia kembali bermain dalam kedua film tersebut.[29] Pada bulan Mei 2020, dilaporkan bahwa Esai Morales akan menggantikan Hoult sebagai penjahat di kedua film itu akibat jadwal yang berbentrokan.[30] Morales ditunjuk untuk memerankan Gabriel karena McQuarrie melihat perannya sebagai Camino Del Rio pada Ozark; penggantian Hoult dengan Morales akibat pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan jalan cerita yang besar karena sejak Morales ditunjuk, McQuarrie menyadari bahwa Cruise dan Morales berusia hampir sama, sehingga membuka beberapa kemungkinan alur cerita untuk menghubungkan karakter mereka dengan cerita latar belakang Ethan Hunt. Setelah kepergian Hoult jugalah konsep "Entity" muncul di para pembuat film.[28]
Angela Bassett mengumumkan ia akan kembali berperan sebagai Erika Sloane pada Desember 2020, namun ia kemudian dicopot karena larangan berpergian COVID-19.[31][32] Sloane muncul di film dalam sebuah foto di dinding kantor DNI Denlinger selama rapat pengarahan intelijen. Pada Maret 2021, McQuarrie mengungkapkan bahwa Rob Delaney, Charles Parnell, Indira Varma, Mark Gatiss dan Cary Elwes telah bergabung ke dalam jajaran pemeran.[16] Di hari yang sama, Greg Tarzan Davis juga dikonfirmasi telah bergabung ke dalam jajaran pemeran.[14]
McQuarrie mengungkapan bahwa untuk segmen kilas balik, ia mempertimbangkan untuk membuat segmen-segmen itu mencerminkan latar tahun 1989 yang mirip dengan bagaimana Mission: Impossible yang disutradarai Tony Scott mungkin terlihat, sampai meremajakan dengan teknik visual seluruh aktor dan menampilkan Julia Roberts sebagai kekasih yang dibunuh oleh Gabriel. Namun, ia mundur setelah mengetahui akan seberapa mahalnya efek tersebut, dan juga merasa versi muda Cruise akan mengganggu para penonton.[33] McQuarrie juga memilih Ilsa Faust mati dalam film saat mengerjakan Maverick bersama Cruise, yang juga ia tulis bersama. Ia merasa keputusan itu akan menunjukkan "taruhannya benar-benar nyata" dan menggambarkan hubungan Ilsa dan Ethan sebagai "terkutuk untuk bersama tetapi juga terkutuk untuk tidak pernah bersama".[34]
Di bawah judul proyek Libra,[35] proses pengambilan film dijadwalkan dimulai pada 20 Februari 2020, di Venesia, direncanakan untuk berlangsung selama tiga minggu sebelum pindah ke Roma pada pertengahan Maret untuk 40 hari,[36][37] tetapi pandemi COVID-19 di Italia menghambat produksi di negara tersebut.[38] Tiga minggu kemudian, latihan pemeran pengganti dimulai di Surrey, Inggris, sesaat sebelum hiatus.[39] Pada 6 Juli 2020, setelah hiatus lainnya, kru film yang tiba di Inggris diizinkan untuk memulai proses pengambilan film tanpa harus menjalani kewajiban karantina 14 hari. Set pengambilan film berlokasi di Warner Bros Studios, Leavesden di Hertfordshire.[40]
Bulan berikutnya, didapatkan izin untuk pengambilan film di Møre og Romsdal, Norwegia.[41] Pada bulan yang sama, terjadi kebakaran besar pada lokasi syuting adegan motor di Oxfordshire. Adegan ini menghabiskan enam minggu untuk persiapannya dan merupakan "salah satu yang termahal yang difilmkan di Inggris Raya." Tidak ada yang terluka dalam insiden ini.[42]
Proses pengambilan film dimulai pada 6 September 2020,[43] ketika McQuarrie mulai memublikasikan gambar-gambar dari set pada Instagram.[44] Adegan film diambil menggunakan kamera Sony CineAlta Venice, membuat film ini menjadi film pertama dalam waralaba Mission: Impossible yang diambil secara digital. Pada bulan September 2020, pengambilan film berlangsung di Norwegia, termasuk di Stranda Municipality dan Rauma Municipality, dengan Cruise terlihat menjalani proses pengambilan adegan aksi film dengan Esai Morales di atas sebuah kereta.[45] Pada 26 Oktober 2020, produksi ditunda di Italia setelah 12 orang pada set positif COVID-19. Proses pembuatan film dilanjutkan satu minggu kemudian.
Pada bulan Desember 2020, selama proses pembuatan film di London, sebuah rekaman suara Cruise membentak dua anggota kru film karena tidak mengikuti protokol COVID-19 pada set dirilis di dunia maya.[46] Sebagai akibatnya, Cruise disamakan dengan karakternya dalam Tropic Thunder (2008), Les Grossman.[47][48] Respon dari publik dan banyak selebritas bersifat suportif, menunjukkan bahwa nada suara dan keseriusan dirinya dibenarkan mengingat keadaan-keadaan ekstrem dan beban untuk memastikan produksi tidak tertunda lagi.[49][50] Pada 28 Desember 2020, Variety melaporkan bahwa film ini akan menyelesaikan pengambilan gambar utama di Longcross Film Studios di Inggris, dengan produksi bergeser dari Warner Bros. Studios, Leavesden. Di Longcross, yang terletak di Surrey, di tenggara Inggris, produksi diizinkan untuk dilanjutkan di bawah protokol ketat COVID-19.[51] Pada bulan Februari 2021, proses pengambilan film berakhir di Timur Tengah dan para kru kembali ke London untuk "sentuhan-sentuhan akhir".
Pada 20 April 2021, proses pengambilan film dimulai di sebuah desa kecil Levisham, North Yorkshire, di North Yorkshire Moors Railway,[52] untuk sebuah adegan yang berlatar di Pegunungan Alpen, Austria, dengan sebuah kereta yang berjalan dengan kecepatan 97 km per jam menuju sebuah jembatan yang diledakkan,[53][54] sebagai referensi terhadap adegan klimaks tabrakan kereta di film bisu The General (1926).[55] Pada bulan Agustus 2021, proses pengambilan film dimulai di pusat perbelanjaan Grand Central, Birmingham, dengan Cruise dan Atwell terlihat oleh para warga di sana.[56] Pada bulan September 2021, kepala kru pencahayaan film Martin Smith mengonfirmasi pada Instagram bahwa pengambilan gambar utama telah resmi selesai.[57]
Lokasi-lokasi lain untuk film ini meliputi sebuah terminal yang masih dalam proses konstruksi di bandara Abu Dhabi[58] dan berbagai lokasi di kota Roma (termasuk kejar-kejaran mobil selama 20 menit)[59] dan Venesia,[60] Italia.
Proses pengambilan adegan terjun payung dan speed flying berlangsung di Lake District di atas Lembah Buttermere pada musim panas 2021 dan 2022. Bukit High Crag dan Robinson digunakan sebagai titik peluncuran untuk syuting adegan speed flying, dengan pendaratan berlokasi di dekat tepi danau yang dekat.[61] Adegan kereta api dengan motor yang melompat diambil di Norwegia, dengan adegan-adegan perkelahian disetujui dengan pemerintah Norwegia.[62]
Selama praproduksi pada akhir tahun 2019, pemerintah Swiss menolak memberi izin untuk penggunaan bahan peledak apapun untuk adegan kereta di Pegunungan Alpen;[63] sebagai akibatnya, tim produksi mulai melakukan pencarian lokasi di berbagai negara untuk menemukan jembatan kereta yang terbengkalai.[54][55] Salah satu pihak yang dimintai tolong untuk menciptakan kondisi "kecelakaan kereta api skala penuh" adalah produser film Polandia-Amerika Andrew Eksner.[55] Pada bulan November 2019, Perusahaan Kereta Api Negara Polandia menyarankan Eksner menggunakan sebuah jembatan rangka batang berpaku keling era Jerman tahun 1908 sepanjang 151 meter di Danau Pilchowickie, di Lembah Jelenia Góra, di Silesia Hilir.[64][65] Pada bulan Desember 2019, para produser Paramount Pictures termasuk McQuarrie mendarat di Polandia bagian selatan,[66] didampingi dengan sangat rahasia oleh anggota pasukan teknik militer Polandia.[53] McQuarrie mendokumentasikan kunjungan ini dalam Instagram.[67]
Dibuka secara resmi tahun 1912 oleh Wilhelm II, jembatan yang diusulkan ini selamat dari Perang Dunia II dalam keadaan sebagian besar masih utuh,[68] dan digunakan oleh kereta-kereta sampai tahun 2016.[69] Meskipun secara terbuka memuji jembatan tersebut sebagai "sangat berharga,"[70] seorang ahli salah mengartikan kesimpulan dari laporan yang diperintahkan untuk dibuat,[71] bahwa daripada merenovasi, lebih baik menghancurkan jembatan tersebut dan membangun jembatan baru.[72][73] Pada bulan Maret 2020, setelah Eksner, yang sarannya ditolak, menyebarkan informasi tersebut,[55] otoritas setempat dan pejabat museum terkejut dengan niat produser untuk menghancurkan jembatan, alih-alinh menggunakan efek CGI.[64][74] Para pembuat film dan pejabat pemerintah mengatakan bahwa jembatan tersebut dimaksudkan untuk dihancurkan.[69]
Pada bulan Juli 2020, penggemar sejarah dan kereta api, ilmuwan, dan pembuat film protes bersama dengan Kantor Warisan Monumen setempat, anggota parlemen Polandia,[69][75] serta International Committee for the Conservation of the Industrial Heritage.[76] Para aktivis dan LSM menerbitkan petisi melawan rencana penghancuran itu.[77] Karena sudah lama terdaftar di tingkat provinsi, dan ditambahkan ke dalam Daftar Properti Budaya nasional Polandia,[74][78] Kementerian Budaya dan Warisan Nasional Polandia mengonfirmasi bahwa mereka mendorong jembatan tersebut untuk berperan dalam film, dengan sebuah "bagian kecil" dihancurkan di awal, sebelum merevitalisasi jalur kereta api lokal bersejarah terkait secara keseluruhan.[79] Setelah dikecam, [75][80] Jenderal Konservator Monumen memastikan "tidak ada pertanyaan" untuk menghancurkan jembatan tersebut.[81]
Pada bulan Agustus 2020, setelah cerita tersebut beredar di dunia internasional,[82][83] McQuarrie mengatakan bahwa tidak pernah ada rencana untuk meledakkan jembatan tersebut, dan bahwa hanya bagian-bagian yang tidak aman dan rusak sebagaianlah yang dapat dihancurkan, yang diduga perlu dibangun kembali, menyimpulkan: "Untuk membuka area tersebut guna pariwisata, jembatan itu harus dihilangkan."[84] Ia kemudian menambahkan bahwa "tidak ada maksud melecehkan".[85] Perusahaan produksi tidak berjanji untuk menanggung biaya konstruksi jembatan baru yang potensial, ataupun renovasi jembatan bersejarah tersebut.[69] Pada akhirnya, prosedur pendaftaran properti budaya untuk jembatan Danau Pilchowickie diselesaikan, secara efektif mencegah jembatan ini dari kerusakan apapun.[86] Pada Mei 2021, Eksner menggugat kru produksi Paramount termasuk McQuarrie dan Cruise karena melanggar kontrak.[87]
Pengambilan adegan kecelakaan kereta api diperkirakan dilakukan antara bulan April dan Juni 2021 pada sebuah set yang dibangun di bekas galian tambang di Taman Nasional Peak District di Stoney Middleton, dengan jalur dan bagian jembatan kereta api terletak di tepi tebing.[88] Setelah dua minggu tertunda,[89] adegan itu diambil pada 20 Agustus, ketika lokomotif Britannia Class tiruan didorong dari tebing ke dalam tambang.[90][91]
Industrial Light & Magic kembali memberikan efek visual untuk film ini, setelah sebelumnya terlibat di film Mission: Impossible (1996), Mission: Impossible III (2006), dan Ghost Protocol (2011). BeloFX, Blind LTD, Clear Angle Studios, dan Halon Entertainment menjadi vendor tambahan film ini.[92][93][94] Dalam salah satu penyiaran uji film yang diadakan oleh McQuarrie, Edgar Wright menanyakan kepada dirinya soal sebuah isyarat audio spesifik, yang dibuat untuk memberi tanda kepada penonton saat "Entity" hadir, hilang dari film, yang menyebabkan McQuarrie dan Cruise membuat sebuah elemen suara untuk adegan ini.[95]
Pada awal Mei 2020, Lorne Balfe dipastikan akan kembali menggubah skor musik film Mission: Impossible ketujuh dan kedelapan setelah sebelumnya menjadi komposer untuk Mission: Impossible – Fallout (2018), tapi digantikan oleh Max Aruj dan Alfie Godfrey pada film kedelapan setelah Max Aruj membuat musik untuk film ketujuh.[96][97] Musik karya Balfe dari cuplikan video promosi dirilis secara digital dalam bentuk singel pada 23 Juni 2022 melalui Paramount Music.[98]
Seluruh musik digubah oleh Lorne Balfe, kecuali diberi catatan.
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "The Sevastopol[a][b]" | 2:07 |
| 2. | "The Phantom[a]" | 3:05 |
| 3. | "Collision Alarm[a]" | 1:31 |
| 4. | "A Ghost in the Machine[a]" | 2:38 |
| 5. | "The Sum of Our Choices[a]" | 1:24 |
| 6. | "Dead Reckoning Opening Titles[a]" | 1:12 |
| 7. | "The Entity[a]" | 3:22 |
| 8. | "Your Mission..." | 2:34 |
| 9. | "This Is Not a Drill[a][b]" | 2:13 |
| 10. | "The Plot Thickens[a][b]" | 8:21 |
| 11. | "You Are Dunn[b]" | 5:54 |
| 12. | "Get Out Now[a]" | 1:56 |
| 13. | "A Colourful Past[b]" | 3:11 |
| 14. | "Rush Hour in Rome[a][b]" | 3:33 |
| 15. | "Roman Getaway[a][b]" | 2:46 |
| 16. | "You're Driving[a][b]" | 2:04 |
| 17. | "Hit It[a][b]" | 2:10 |
| 18. | "He Calls Himself Gabriel[a]" | 6:22 |
| 19. | "A Most Probable Next[a][b]" | 5:20 |
| 20. | "Run As Far As You Can" | 1:59 |
| 21. | "You Are Done" | 3:28 |
| 22. | "Chasing Grace[a]" | 2:51 |
| 23. | "I Was Hoping It'd Be You" | 1:41 |
| 24. | "Ponte Dei Conzafelzi[a]" | 2:19 |
| 25. | "To Be a Ghost[a][b]" | 2:21 |
| 26. | "What Is Your Objective[a][b]" | 4:27 |
| 27. | "Murder and the Orient Express[a]" | 3:34 |
| 28. | "Mask of Lies[a]" | 2:37 |
| 29. | "I Missed the Train[a][b]" | 3:05 |
| 30. | "Key Details[b]" | 3:36 |
| 31. | "The Moment of Truth[b]" | 2:17 |
| 32. | "Should You Choose to Accept[a][b]" | 1:59 |
| 33. | "Leap of Faith[a]" | 1:36 |
| 34. | "Consequences" | 1:41 |
| 35. | "You Stop the Train[a][b]" | 3:48 |
| 36. | "Chaos on the Line" | 2:48 |
| 37. | "Countdown[a][b]" | 2:54 |
| 38. | "This Was the Plan[a][b]" | 6:15 |
| 39. | "Curtain Call[a]" | 1:01 |
| Durasi total: | 1:58:19 | |
| No. | Judul | Artis | Durasi |
|---|---|---|---|
| 40. | "Ethan's Fate" |
| 4:37 |
| 41. | "A Life Remembered" | 7:48 | |
| 42. | "Point of No Return" | 2:39 | |
| 43. | "The World Is Changing" | 3:36 | |
| 44. | "The Iron Path" | 2:52 | |
| 45. | "Ink and Keys" | 2:43 | |
| 46. | "The Truth Is Vanishing" |
| 2:30 |
| 47. | "Shadows of Sorrow" |
| 2:58 |
| 48. | "Passion's Embrace" |
| 3:18 |
| 49. | "The Excommunication of Autumn" |
| 1:36 |
| 50. | "Mission Conclusive" | 8:08 | |
| 51. | "War Is Coming" | 9:04 | |
| 52. | "Xm09 Barren Wilderness" | 4:44 | |
| 53. | "Xm18 Dunes" | 2:16 | |
| 54. | "Xm22 Hunt" | 3:28 | |
| Durasi total: | 3:00:36 | ||
Cuplikan film ditayangkan pertama kali secara eksklusif di CinemaCon pada 28 April 2022, termasuk perkenalan oleh Cruise yang direkam ketika ia sedang terbang dalam sebuah biplane.[101] Cuplikan film tersebut dibocorkan ke media sosial pada 21 Mei 2022,[102] dan dirilis resmi via daring pada 23 Mei 2022.[103] Perkenalan dari CinemaCon dirilis resmi pada 8 September 2022.[104] Sam Barsanti dari The A.V. Club memberi ulasan positif pada cuplikan film tersebut dan menggaris bawahi banyaknya adegan laga di dalamnya.[105] JoBlo.com juga memberi ulasan positif pada cuplikan film tersebut, dengan mengatakan bahwa "aksi laga yang ditampilkan sangatlah luar biasa" dan memuji dedikasi Cruise untuk menghibur para penonton.[106] Tayangan peristiwa di belakang layar film debut sebelum penayangan IMAX dari Avatar: The Way of Water (2022).[107][108] Cuplikan awal yang lengkap dirilis di dunia maya empat hari kemudian pada 19 Desember 2022.[109] Di Jepang, film ini berkolaborasi dengan seri anime dan manga Spy × Family via film anime Spy x Family Code: White. Proyek ini diungkap dalam sebuah poster parodi; di sana para karakter utama dari seri anime tersebut menggantikan para pemeran film, dan juga merilis sebuah "video inti kolaborasi", yang dinarasikan oleh aktor suara dari keluarga Forger.[110][111][112]

Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One menjalani penayangan perdananya di Auditorium Conciliazione, Roma pada June 19, 2023,[113] dan dirilis secara teatrikal oleh Paramount Pictures di Amerika Serikat pada 12 Juli,[114] dengan penayangan spesial "Acara Akses Awal Penggemar" diadakan pada 10 Juli.[115] Film ini dirilis di IMAX, Dolby Cinema, 4DX, ScreenX, RPX dan format premium lainnya.[116] Film ini awalnya direncanakan untuk dirilis pada 23 Juli 2021,[117] 19 November 2021,[118] 27 Mei 2022,[119] dan 30 September 2022,[120] sebelum ditunda ke 14 Juli oleh pandemi COVID-19 dan penghentian proses produksi.[121][122] Pada April 2023, Paramount mengumumkan pada CinemaCon bahwa film ini akan dirilis dua hari lebih awal, yaitu pada 12 Juli.[114] Tanggal rilis pada bulan November 2021 dan Mei 2022 diberikan kepada Top Gun: Maverick (2022), film lain yang dibintangi Cruise yang juga tertunda oleh pandemi.[118][119] Film ini ditayangkan perdana di Sydney pada 3 Juli 2023, dan dirilis di Australia lima hari kemudian.[123]
Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One dirilis untuk unduhan digital pada 10 Oktober 2023, sementara versi Ultra HD Blu-ray, Blu-ray dan DVD dirilis pada 31 Oktober 2023.[124] Rilis Ultra HD Blu-ray dan Blu-ray meliputi adegan di balik layar dan tayangan suntingan, montase adegan-adegan dan komentar dalam bentuk suara.[124] Film ini mulai tayang di Paramount+ sejak 25 Januari 2024, dengan menghilangkan Part One dari judul film setelah sekuel film ini menanggalkan judul asli film tersebut.
Mission: Impossible – Dead Reckoning meraih pendapatan kotor sebesar $172,6 juta di Amerika Serikat dan Kanada, dan $398,5 juta di wilayah lain; meraih pendapatan total dari seluruh dunia sebesar $571,1 juta.[4][1] Variety melaporkan bahwa mengingat betapa besarnya anggaran pembuatan film, kemungkinan besar film ini "tidak akan mendatangkan keuntungan" dalam pemutarannya di bioskop,[125] dan kemudian memperkirakan bahwa film ini akan menyebabkan kerugian terhadap studio sekitar $100 juta bila tidak berhasil memperoleh lebih dari $600 juta di seluruh dunia.[126] Film ini digambarkan sebagai sebuah box office bomb.[125][127][128] Paramount menerima bayaran asuransi COVID-19 yang berhubungan dengan film dari penyelenggara asuransi asal Swiss Chubb dengan total sebesar £57 juta ($71 juta).[129][130]
Di Amerika Serikat dan Kanada, Dead Reckoning Part One awalnya diprediksi memperoleh pendapatan kotor sekitar $90 juta dari 4.327 bioskop dalam lima hari pertama penayangannya, serta $160 juta lainnya dari 70 wilayah internasional, memperoleh sekitar $250 juta untuk debut di seluruh dunia selama lima hari.[3] Film ini memperoleh $15,5 juta pada hari pertama pemutarannya (termasuk $7 juta dari penayangan awal pada Selasa malam) dan $8,3 juta pada hari kedua.[131] Setelah memperoleh $16,7 juta pada hari Jumat, perkiraan pendapatan pada akhir minggu dan selama lima hari masing-masing diturunkan ke $54 juta dan $78 juta.[132] Film ini debut sampai mencapai $54,7 juta pada penayangan akhir minggu pertamanya dan total $78,5 juta di lima hari pertamanya, tepat di belakang Mission: Impossible 2 sebesar $78,8 juta di tahun 2000.[133] Walau film ini sedikit di bawah ekspektasi setelah film ini "ternyata memperoleh pendapatan yang jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan pada akhir minggu pertamanya",[134][135][136] Deadline Hollywood mencatat bahwa tidak seperti Indiana Jones and the Dial of Destiny (2023), film berdurasi tiga jam lainnya yang menghabiskan anggaran sekitar $300 juta dan memperoleh pendapatan awal sebesar $84 juta di lima hari pertamanya, Dead Reckoning Part One memperoleh keuntungan dari penilaian kritikus dan penonton yang lebih baik.[137] Walaupun begitu, pendapatan film ini turun 65% ke $19,4 juta dalam minggu keduanya, menempati posisi keempat di belakang pendatang baru, Barbie dan Oppenheimer serta sisa-sisa Sound of Freedom.[138][139] Pada saat itu, film ini merupakan film dengan penurunan terbesar pendapatan di minggu kedua dari seluruh film Mission: Impossible apapun, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Mission: Impossible 2.[140]
Film ini memperoleh $10,6 juta di minggu ketiganya dan $6,7 juta di minggu keempatnya, masing-masing menempati urutan kelima dan ketujuh dari total pendapatan seluruh film di minggu tersebut.[141][142] Setelah menyelesaikan perlombaan box officenya, film ini menjadi film dalam waralaba dengan pendapatan terendah kedua dalam domestik, tepat di belakang Mission: Impossible III (2006) yang memperoleh pendapatan kotor sebesar $134 juta.[143]
Film ini mendapat pujian dari para kritikus.[c] Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 96% pada 433 ulasan para kritikus adalah positif, dengan nilai rata-rata 8/10. Konsensus situs web berbunyi: "Dengan taruhan yang mengancam dunia dan rangkaian adegan epik yang sesuai dengan judul besar itu, Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One membuktikan bahwa waralaba ini masih merupakan hal yang harus Anda pilih untuk terima."[152] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 81 dari 100, berdasarkan 66 kritikus, yang menunjukkan "pengakuan universal".[153] Para penonton yang diambil suaranya oleh CinemaScore memberi rerata nilai "A" pada skala A+ sampai F, sementara PostTrak melaporkan 90% penonton memberikan film ini nilai positif.[132]
Dalam tinjauan positif untuk Guardian, Mark Kermode memberi film ini empat dari lima bintang, memuji Cruise untuk aktingnya dalam film serta memuji "alur cerita hubungkan antar titik" dan aksi "menegangkan" film ini.[154] Serupa, Todd McCarthy dari Deadline Hollywood dan Siddhant Adlakha dari IGN menemukan bahwa film ini merepresentasikan "pembuatan film aksi Hollywood dalam puncaknya" dan bahwa "jika semua entri waralaba unggulan semenyenangkan ini dan diatur dengan baik, perdebatan soal bioskop-versus-pengaliran akan segera berakhir".[7][155] Brian Truitt dari USA Today memuji adegan-adegan aksi film ini, dengan mengatakan "ini adalah bagian pertama dari kisah epik manusia melawan mesin yang tidak mengurangi sensasi menegangkan dalam filmnya. Jangan terlalu berpikir keras soal ini, meskipun Anda mungkin akan tetap melirik laptop Anda dengan serius."."[156]
Dalam penilaian beragam untuk Little White Lies, Adam Woodward berkomentar tentang "kembalinya film ini dalam kondisi yang menurun di tengah seluruh aksi yang ambisius".[157]
Pada Academy Awards ke-96, Dead Reckoning Part One dinominasikan untuk Tata Suara Terbaik dan Efek Visual Terbaik, menjadi film Mission: Impossible pertama yang dinominasikan dalam Academy Award.[158]
| Penghargaan | Tanggal upacara | Kategori | Recipient(s) | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Academy Awards | 10 Maret 2024 | Tata Suara Terbaik | Chris Munro, James Mather, Chris Burdon, dan Mark Taylor | Nominasi | [159] |
| Efek Visual Terbaik | Alex Wuttke, Simone Coco, Jeff Sutherland, dan Neil Corbould | Nominasi | |||
| Art Directors Guild Awards | 10 Februari 2024 | Keunggulan dalam Desain Produksi untuk Film Kontemporer | Gary Freeman | Nominasi | [160] |
| Astra Film and Creative Arts Awards | 6 Januari 2024 | Aksi Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Nominasi | [161] |
| Pemeran Pengganti Terbaik | Nominasi | ||||
| 26 Februari 2024 | Efek Visual Terbaik | Nominasi | |||
| Austin Film Critics Association Awards | 10 Januari 2024 | Koordinator Pemeran Pengganti Terbaik | Wade Eastwood | Nominasi | [162] |
| British Academy Film Awards | 18 Februari 2024 | Tata Suara Terbaik | Chris Burdon, James H. Mather, Chris Munro, dan Mark Taylor | Nominasi | [163] |
| Efek Visual Khusus Terbaik | Simone Coco, Neil Corbould, Jeff Sutherland, dan Alex Wuttke | Nominasi | |||
| Chicago Film Critics Association Awards | 12 Desember 2023 | Penyuntingan Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Nominasi | [164][165] |
| Penggunaan Efek Visual Terbaik | Nominasi | ||||
| Critics' Choice Movie Awards | 14 Januari 2024 | Efek Visual Terbaik | Nominasi | [166] | |
| Critics' Choice Super Awards | 4 April 2024 | Film Laga Terbaik | Nominasi | [167][168] | |
| Aktor Terbaik dalam Film Laga | Tom Cruise | Menang | |||
| Aktris Terbaik dalam Film Laga | Hayley Atwell | Nominasi | |||
| Rebecca Ferguson | Menang | ||||
| Pom Klementieff | Nominasi | ||||
| Hollywood Critics Association Midseason Film Awards | 30 Juni 2023 | Film Paling Diantisipasi | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Nominasi | [169] |
| Hollywood Professional Association Awards | 28 Desember 2023 | Penyuntingan Luar Biasa - Film | Eddie Hamilton | Nominasi | [170] |
| Houston Film Critics Society | 22 Januari 2024 | Efek Visual Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Nominasi | [171] |
| Tim Koordinasi Pemeran Pengganti Terbaik | Nominasi | ||||
| Japan Academy Film Prize | 8 Maret 2024 | Film Berbahasa asing Terbaik | Menang | [172] | |
| Golden Globe Awards | 7 Januari 2024 | Pencapaian Sinematik dan Box Office | Nominasi | [173][174] | |
| Online Film Critics Society | 22 Januari 2024 | Efek Visual Terbaik | Nominasi | [175] | |
| Pencapaian Teknikal: Koordinasi Pemeran Pengganti | Dihargai | ||||
| People's Choice Awards | 18 Februari 2024 | Film Laga Terbaik Tahun Ini | Nominasi | [176] | |
| Bintang Film Pria Tahun Ini | Tom Cruise | Nominasi | |||
| Bintang Film Laga Tahun Ini | Nominasi | ||||
| San Diego Film Critics Society Awards | 19 Desember 2023 | Koreografi Pemeran Pengganti Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Runner-up | [177] |
| Efek Visual Terbaik | Nominasi | ||||
| Satellite Awards | 3 Maret 2024 | Sinematografi Terbaik | Fraser Taggart | Nominasi | [178][179] |
| Efek Visual Terbaik | Simone Coco, Neil Corbould, Jeff Sutherland, dan Alex Wuttke | Menang | |||
| Saturn Awards | 4 Februari 2024 | Film Laga atau Petualangan Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Menang | [180][181] |
| Penulisan Terbaik | Erik Jendresen dan Christopher McQuarrie | Nominasi | |||
| Penyuntingan Terbaik | Eddie Hamilton | Nominasi | |||
| Efek Khusus/Visual Terbaik | Alex Wuttke, Simone Coco, Jeff Sutherland, dan Neil Corbould | Nominasi | |||
| Screen Actors Guild Awards | 24 Februari 2024 | Performa Luar Biasa oleh Jajaran Pemeran Pengganti dalam Sebuah Film | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Menang | [182] |
| Seattle Film Critics Society | 8 Januari 2024 | Koreografi Laga Terbaik | Wade Eastwood dan Rudolf Vrba | Nominasi | [183] |
| Set Decorators Society of America Awards | 13 Februari 2024 | Pencapaian Terbaik dalam Dekorasi/Desain Film Kontemporer | Raffaella Giovannetti dan Gary Freeman | Nominasi | [184] |
| St. Louis Film Critics Association | 17 Desember 2023 | Film Laga Terbaik | Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One | Menang[d] | [185] |
| Efek Visual Terbaik | Simone Coco, Neil Corbould, Jeff Sutherland, dan Alex Wuttke | Nominasi | |||
| Pemeran Pengganti Terbaik | Wade Eastwood | Menang | |||
| Visual Effects Society Awards | 21 Februari 2024 | Efek Khusus (Praktikal) Luar Biasa dalam Proyek Photoreal atau Animasi | Neil Corbould, Ray Ferguson, Keith Dawson, dan Chris Motjuoadi | Nominasi | [186] |
Sebuah sekuel, Mission: Impossible – The Final Reckoning, dirilis pada 23 Mei 2025, setelah tertunda oleh mogok kerja SAG-AFTRA 2023.[187][188] Awalnya, film ini dan Dead Reckoning Part One direncanakan sebagai perpisahan kepada Ethan Hunt.[189] Pada Juni 2023, McQuarrie memberi tahu Fandango bahwa kedua film tersebut tidak akan mengakhiri seri film ini dan bahwa mereka sedang mengembangkan ide untuk film-film berikutnya.[190] Pada Juli 2023, selama promosi Dead Reckoning Part One, Cruise menunjukkan ketertarikan untuk membuat lebih banyak film dalam seri ini sebagai Hunt.[191] Semula berjudul Dead Reckoning Part Two, judul sekuel tersebut dihilangkan pada Oktober 2023[187] dan diganti dengan The Final Reckoning pada November 2024.[6]
Dengan Terminal Midfield masih dalam konstruksi dan dunia melawan pandemi, tantangannya adalah membuat syuting di dalam misi menjadi mungkin (mission possible)
[Rise of the Beasts dan Dead Reckoning – Part One] kemungkinan tidak akan mendatangkan keuntungan, mengingat besarnya anggaran pembuatan film mereka, dalam penayangan mereka di bioskop.