Mission: Impossible – The Final Reckoning adalah sebuah film aksi laga mata-mata Amerika Serikat tahun 2025 yang disutradarai oleh Christopher McQuarrie dari sebuah skenario yang ditulisnya bersama Erik Jendresen. Film ini adalah sekuel dari Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One (2023) dan merupakan film kedelapan dalam seri film Mission: Impossible. Tom Cruise, Hayley Atwell, Ving Rhames, Simon Pegg, Henry Czerny, dan Angela Bassett kembali memerankan peran mereka dari film sebelumnya. Dalam film ini, agen Ethan Hunt (Cruise) bersama tim Impossible Mission Force-nya berusaha mencegah Entity, sebuah kecerdasan buatan yang berbalik melawan dan bisa menyebabkan kehancuran umat manusia di seluruh dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Mission: Impossible – The Final Reckoning | |
|---|---|
Poster perilisan film | |
| Sutradara | Christopher McQuarrie |
| Produser | Tom Cruise Christopher McQuarrie |
| Ditulis oleh | Christopher McQuarrie Erik Jendresen |
Berdasarkan | Mission: Impossible oleh Bruce Geller |
| Pemeran | Tom Cruise Hayley Atwell Ving Rhames Simon Pegg Vanessa Kirby Esai Morales Pom Klementieff Angela Bassett Henry Czerny |
| Penata musik | Lorne Balfe |
| Penyunting | Eddie Hamilton |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Paramount Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $300–400 juta[2][3] |
Pendapatan kotor | $598 juta[1][4] |
Mission: Impossible – The Final Reckoning adalah sebuah film aksi laga mata-mata Amerika Serikat tahun 2025 yang disutradarai oleh Christopher McQuarrie dari sebuah skenario yang ditulisnya bersama Erik Jendresen. Film ini adalah sekuel dari Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One (2023) dan merupakan film kedelapan[5] dalam seri film Mission: Impossible.[6][7] Tom Cruise (yang juga menjadi produser bersama McQuarrie), Hayley Atwell, Ving Rhames, Simon Pegg, Henry Czerny, dan Angela Bassett kembali memerankan peran mereka dari film sebelumnya.[8][9] Dalam film ini, agen Ethan Hunt (Cruise) bersama tim Impossible Mission Force-nya berusaha mencegah Entity, sebuah kecerdasan buatan yang berbalik melawan dan bisa menyebabkan kehancuran umat manusia di seluruh dunia.
Pada bulan Januari 2019, Cruise mengumumkan bahwa film ketujuh dan kedelapan Mission: Impossible akan dibuat secara berturut-turut dengan McQuarrie bertindak sebagai penulis sekaligus sutradara untuk kedua film tersebut. Rencana untuk film kedelapan kemudian diubah pada Februari 2021. Pemeran lama maupun pemeran baru diumumkan tak lama setelahnya, termasuk Lorne Balfe, yang menggubah musik untuk dua film lain dalam seri ini, kembali bertanggung jawab untuk menggubah musik untuk Final Reckoning, meskipun Balfe kemudian keluar dari produksi dan digantikan oleh kolaborator lamanya, Max Aruj dan Alfie Godfrey. Syuting dimulai pada Maret 2022 di Inggris, dengan lokasi syuting lainnya termasuk Malta, Afrika Selatan, dan Norwegia. Produksi sempat dihentikan pada Juli 2023 karena Pemogokan SAG-AFTRA 2023 dan dilanjutkan pada Maret 2024, hingga akhirnya selesai pada November 2024. Film yang awalnya berjudul Mission: Impossible - Dead Reckoning Part Two, kemudian dihapus subjudulnya pada bulan Oktober 2023, dan judul baru diumumkan pada bulan November 2024. Dengan perkiraan anggaran sebesar $300-400 juta, film ini merupakan salah satu film termahal yang pernah dibuat.
The Final Reckoning tayang perdana di Tokyo pada 5 Mei 2025, ditayangkan di luar kompetisi di Festival Film Cannes ke-78 pada 14 Mei, dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 23 Mei oleh Paramount Pictures. Film ini mendapat ulasan positif dari para kritikus dan telah meraup pendapatan sebesar $598 juta di seluruh dunia, menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi keenam di tahun 2025, sekaligus menjadi film dengan pendapatan akhir pekan pembukaan terbesar dalam sejarah waralaba seri ini.
Dua bulan setelah berhasil mendapatkan kunci akses dari tempat penyimpanan yang merupakan kode sumber algoritma dari kecerdasan buatan yang dikenal sebagai Entity,[a] agen IMF, Ethan Hunt, menerima pesan dari Presiden AS Erika Sloane. Dia memberi tahu Ethan bahwa Entity yang dibantu oleh para pengikut fanatiknya secara bertahap mengambil alih satu persatu sistem nuklir negara-negara di dunia. Ethan diperintahkan untuk menyerahkan diri bersama dengan kunci akses tersebut. Ethan menolak menyerah dan terus mengejar Gabriel, seorang agen yang pernah bekerja untuk Entity.[b]. Ethan bersama agen IMF lainnya, Benji Dunn, mengunjungi hacker IMF yang sakit, Luther Stickell, di laboratoriumnya yang terisolasi di bawah tanah London, di mana dia telah menyelesaikan pengembangan malware “Poison Pill” yang ditujukan untuk menaklukkan Entity. Ethan kemudian menyelamatkan Paris, mantan letnan bawahan Gabriel dan merekrut Theo Degas, agen intelijen Jasper Briggs. Di London, pasukan Gabriel menangkap Ethan dan agen IMF Grace. Gabriel memaksa Ethan untuk mengambil modul “Podkova” yang dikembangkan dari “Rabbit's Foot”[c] di kapal selam Rusia yang tenggelam, Sevastopol, yang akan memberinya kendali atas Entity. Ethan dan Grace berhasil melarikan diri dengan bantuan tim. Mereka menemukan perangkat yang digunakan Gabriel untuk berkomunikasi dengan Entity, yang menunjukkan kepada Hunt sebuah visi tentang kiamat nuklir yang akan datang. Entity juga menginformasikan Luther akan mati dan membutuhkan akses ke bunker digital di Afrika Selatan untuk bertahan hidup.
Ethan mengangkat Benji sebagai kepala tim dan menugaskan timnya ke utara untuk mendapatkan koordinat Sevastopol, mentransmisikan setiap 2 jam selama 15 menit. Dia bergegas menyelamatkan Luther; tetapi, Gabriel telah mencuri Poison Pill dan menjebak Luther dengan sebuah bom waktu. Luther mengorbankan dirinya untuk meminimalkan ledakan, dan Ethan menyerahkan diri pada pemerintah AS dan dibawa ke Mount Weather Emergency Operations Center. Dengan tiga hari tersisa sebelum Entity mengambil alih fasilitas kontrol senjata nuklir yang tersisa dan meluncurkan kiamat nuklir, Ethan meyakinkan Sloane untuk membiarkannya melacak Sevastopol, meskipun ada penolakan dari Direktur CIA Eugene Kittridge dan hampir semua petinggi lainnya.
Grace, Benji, Paris, dan Degas langsung menuju ke Pulau St. Matthew di Laut Bering, tempat berdirinya sistem sonar angkatan laut era Perang Dingin yang mendeteksi tenggelamnya kapal Sevastopol. Mereka bertemu dengan mantan analis CIA William Donloe, yang diasingkan ke pulau tersebut setelah Ethan melakukan pencurian di markas CIA pada tahun 1996.[d] Donloe mengungkapkan bahwa dia meyakini bahwa hari kehancuran oleh kecerdasan buatan pada waktunya akan tiba dan menghafal koordinat dari Sevastopol. Ditangkap dan disandera oleh pasukan khusus Rusia yang juga menginginkan koordinat tersebut, Grace dan istri Donloe, Tapeesa, berhasil membuat kekacauan yang menyebabkan terjadinya baku hantam antara tim Benji dengan pasukan Rusia, sementara Donloe berhasil mengirimkan koordinat menggunakan kode morse. Setelah menaklukkan pasukan Rusia, Grace segera menuju titik koordinat dengan kereta anjing.
Ethan bergabung dengan kapal induk USS George H.W. Bush di Samudra Pasifik Utara, dan kemudian bergabung dengan kapal selam USS Ohio. Setelah menerima koordinat dan selamat dari percobaan pembunuhan pengikut Entity yang menyusup ke Ohio, Ethan menggunakan baju selam canggih Mark VII yang dirancang untuk mengatasi masalah tekanan laut dalam untuk mencapai Sevastopol dan mengambil Podkova. Ethan yang kehilangan baju selamnya berenang menuju ke permukaan dan mengalami penyakit dekompresi dan kehabisan nafas sampai diselamatkan oleh Grace. Bersatu kembali dengan timnya, Ethan berencana untuk memasang Poison Pill ke Podkova, menjebak Entity untuk masuk ke optical drive fisik 5D ciptaan Luther saat Entity meluncurkan seluruh bom atom di seluruh dunia.
Di bunker server data Entity di Kongo Yowa, Gabriel menyergap tim Hunt dengan perangkat nuklir berdaya ledak 30 megaton yang diatur dengan waktu. Gabriel meminta Podkova dari Ethan, tetapi diintrupsi oleh Kittridge yang mendadak muncul bersama sekelompok agen CIA lainnya, yang masih yakin bisa mengendalikan Entity. Orang-orang Gabriel mulai menyerang dan terjadi pertempuran senjata di antara tim Hunt, CIA dan kelompok Gabriel. Bom nuklir diaktifkan dan Benji tertembak, sementara Gabriel melarikan diri dengan Poison Pill, dikejar oleh Ethan dengan Podkova. Tim Hunt kemudian berbagi tugas di mana Donloe, Tapeesa, dan Degas menjinakkan bom, sementara Paris, Grace, dan Benji mempersiapkan mainframe untuk menjebak Entity.
Sloane yang berencana menghancurkan salah satu kota pusat nuklir di dunia untuk meminimalisasi dampak kehancuran, membatalkan serangan nuklir preventif tersebut dan lebih memilih untuk memerintahkan U.S. Strategic Command Center untuk mematikan seluruh listrik di Amerika Serikat. Ketua Kepala Staf Gabungan terluka parah saat berusaha melindunginya dari usaha pembunuhan salah satu pengikut Entity yang menyusup, sehingga memberi Entity waktu untuk mengambil alih kendali penuh atas pusat nuklir Amerika Serikat yang menjadi pusat nuklir terakhir yang belum dikuasai. Ethan mengejar Gabriel dengan pesawat biplan, naik ke pesawatnya, mematahkan lengannya, dan mengambil Poison Pill. Gabriel tewas setelah secara ceroboh menabrak bagian ekor pesawat, dan Ethan menemukan parasut lain, memasukkan Poison Pill ke dalam Podkova di udara, memungkinkan Grace menjebak Entitas tepat sebelum peluncuran nuklir.
Ethan mendengarkan pesan perpisahan dari Luther di Poison Pill, yang kemudian hancur bersama dengan Podkova. Dia menyerahkan Podkova yang sudah rusak tersebut kepada Kittridge, dan berdamai dengan Briggs—terungkap sebagai anak Jim Phelps—karena telah mengungkap ayahnya sebagai pengkhianat.[d] Bertemu kembali di London, Grace memberikan drive berisi Entity kepada Ethan, dan tim IMF berpisah.
Pada tanggal 14 Januari 2019, Tom Cruise mengumumkan bahwa film ketujuh dan kedelapan Mission: Impossible (seri film)' akan dibuat secara Back-to-back, dengan Christopher McQuarrie yang menulis dan menyutradarai kedua film tersebut yang akan dirilis pada tanggal 23 Juli 2021 dan 5 Agustus 2022.[23][24] Namun, pada bulan Februari 2021, Deadline Hollywood mengungkapkan bahwa Paramount telah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan rencana tersebut.[25]
Pada bulan September 2019, Hayley Atwell dan Pom Klementieff bergabung dengan para pemeran angsuran kedelapan.[26][27] Pada bulan Desember, Simon Pegg mengkonfirmasi kembalinya dia untuk film ini, sementara Shea Whigham juga ikut berperan.[28][29] Nicholas Hoult bergabung dengan para pemeran pada Januari 2020, bersama dengan Henry Czerny, yang mengulangi perannya sebagai Eugene Kittridge dari Dead Reckoning Part One dan film pertama.[30][31] Namun, karena konflik penjadwalan, Hoult digantikan oleh Esai Morales untuk kedua film tersebut.[32] Vanessa Kirby, yang pertama kali muncul di Fallout, mengumumkan bahwa dia akan kembali untuk kedua film tersebut,[33] tetapi tidak muncul dalam Final Reckoning.[34] Pada bulan Juli 2022, dilaporkan bahwa Holt McCallany telah bergabung dengan para pemain.[35] Pada bulan Agustus, terungkap bahwa Nick Offerman dan Janet McTeer juga ditambahkan ke dalam daftar pemain.[36] Pada bulan Maret 2023, McQuarrie mengumumkan Hannah Waddingham, Lucy Tulugarjuk, dan Rolf Saxon bergabung dengan para pemeran, yang terakhir ini mengulangi perannya dari film pertama.[11][37] Pada bulan Maret dan April 2024, masing-masing, Katy O'Brian dan Tramell Tillman bergabung dengan para pemain dalam peran yang saat itu masih dirahasiakan.[20][14] Pada November 2024, terungkap bahwa Angela Bassett akan mengulangi perannya sebagai Direktur CIA Erika Sloane.[38]
Pada Februari 2021, Deadline Hollywood melaporkan bahwa film tersebut tidak akan lagi difilmkan secara berurutan dengan Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One.[25] Pada bulan November, McQuarrie sedang dalam proses menulis ulang naskah film tersebut.[39] Pada tanggal 23 Maret 2022, The Hollywood Reporter melaporkan dimulainya pengambilan gambar utama dari Mission: Impossible 8.[40] Pengambilan gambar dilakukan di Inggris di Longcross Studios dan Lake District. Lokasi lainnya termasuk Malta, Afrika Selatan, dan Norwegia. Pada bulan Desember 2022, pembuatan film selesai di Inggris.[41] Para kru kemudian pindah ke Apulia di Italia untuk melanjutkan pembuatan film di atas kapal induk missing name.[42] Selama pemogokan Writers Guild of America 2023, produksi diperkirakan telah ditangguhkan menurut sebuah wawancara dengan McQuarrie di majalah Empire edisi Juni 2023.[43] Namun, hal ini kemudian terungkap bahwa ini merupakan kesalahan penafsiran atas pernyataan McQuarrie, dan kelanjutan produksi hanya menunggu promosi Part One selesai.[44] Pembuatan film secara resmi ditangguhkan pada bulan Juli karena pemogokan SAG-AFTRA 2023.[45] Film ini kembali diproduksi pada bulan Maret 2024, meskipun pada bulan Mei, film ini mengalami penundaan karena kerusakan kapal selam.[46][47] Selama pembuatan film di Inggris, Cruise dan Morales terlihat melakukan aksi dari biplane di udara, dengan Cruise berpegangan pada sayap pesawat kokpit yang terbuka saat pesawat tersebut terbang terbalik, sementara pilotnya mengenakan setelan greenscreen agar dapat dihilangkan secara digital dari pengambilan gambar akhir.[48] Pada bulan Juli 2024, Simon Pegg mengungkapkan bahwa syuting telah selesai untuk perannya, meskipun para pemain dan kru menjaga keheningan radio.[49][50] Pada November 2024, produksi telah selesai dan film ini berada dalam tahap pasca-produksi. The Hollywood Reporter melaporkan bahwa anggarannya mendekati $400 juta karena penundaan produksi.[2]
Industrial Light & Magic kembali dari film ketujuh untuk memproduksi efek visual, dengan Clear Angle Studios dan Halon Entertainment sebagai vendor tambahan untuk lidar, pemindaian siber, dan pravisualisasi.[51][52][53] Pada bulan Oktober 2023, Dead Reckoning Part Two dihapus sebagai subjudul film,[54] dan subjudul baru dikonfirmasi sebagai The Final Reckoning pada bulan November 2024.[55]
Lorne Balfe awalnya diumumkan pada bulan Mei 2020 untuk menggubah musik film ini, setelah sebelumnya melakukan hal yang sama untuk Mission: Impossible – Fallout (2018) and Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One (2023),[56] tetapi kemudian diumumkan pada bulan April 2025 bahwa ia akan digantikan oleh Max Aruj dan Alfie Godfrey. Aruj sebelumnya telah menyediakan musik tambahan untuk Dead Reckoning dan berperan sebagai asisten skor teknis pada Fallout. Baik Aruj maupun Godfrey telah menyumbangkan musik untuk berbagai proyek yang digarap oleh Balfe selama bertahun-tahun. Cecile Tournesac dikreditkan sebagai editor musik pengawas dan produser musik.[57] Album lengkapnya dirilis pada tanggal 22 Mei 2025.[58]
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "We Live And Die In The Shadows" | 0:44 |
| 2. | "Another Sunrise" | 2:27 |
| 3. | "Come Home Ethan" | 2:27 |
| 4. | "Main Titles – from Mission: Impossible – The Final Reckoning" | 1:07 |
| 5. | "Martial Law" | 3:06 |
| 6. | "Enter Paris" | 2:31 |
| 7. | "Origins" | 3:28 |
| 8. | "It's Only Pain" | 1:42 |
| 9. | "It Will Change You (Ça Te Changera)" | 1:57 |
| 10. | "The Entity" | 4:06 |
| 11. | "The Entity's Future" | 3:11 |
| 12. | "I'll Be Waiting" | 2:49 |
| 13. | "This Is Where You Leave Me" | 3:08 |
| 14. | "I Know You" | 5:22 |
| 15. | "Mt Weather" | 2:07 |
| 16. | "Checkmate" | 3:11 |
| 17. | "I Have No Regrets" | 1:25 |
| 18. | "The Eye Of The Storm" | 2:03 |
| 19. | "Nothing Is Certain" | 4:36 |
| 20. | "Firefight" | 4:04 |
| 21. | "The Icecap" | 3:57 |
| 22. | "The Sevastopol" | 5:33 |
| 23. | "Ascending" | 2:31 |
| 24. | "I Owe You My Life" | 7:21 |
| 25. | "Consequences" | 3:23 |
| 26. | "Your Final Reckoning" | 5:17 |
| 27. | "We'll Figure It Out" | 2:03 |
| 28. | "Liftoff" | 1:28 |
| 29. | "Decisions" | 2:22 |
| 30. | "This Is Not Good" | 1:10 |
| 31. | "Problems" | 1:31 |
| 32. | "Tailstrike" | 1:04 |
| 33. | "Ten Seconds... Maybe" | 2:26 |
| 34. | "Goodluck" | 1:58 |
| 35. | "Descending" | 2:19 |
| 36. | "A Light We Cannot See" | 9:15 |
| 37. | "Curtain Call" | 1:52 |
| 38. | "For Those We Never Meet – Bonus Track" | 5:01 |
| 39. | "The Arctic – Bonus Track" | 1:44 |
| 40. | "This Is My Mission – Bonus Track" | 3:17 |
| 41. | "Encore – Bonus Track" | 0:59 |
| 42. | "Final Reckoning – Sacrifice Teaser – Bonus Track" | 1:59 |
Mission: Impossible - The Final Reckoning tayang perdana di Tokyo pada tanggal 5 Mei 2025. Film ini diputar di Festival Film Cannes 2025 pada tanggal 14 Mei 2025, sebelum jadwal perilisan teatrikalnya pada tanggal 23 Mei oleh Paramount Pictures.[59][60] Sebelumnya, film ini ditetapkan untuk dirilis pada tanggal 5 Agustus 2022,[61] tetapi ditunda hingga 4 November 2022,[62] 7 Juli 2023,[63] 28 Juni 2024,[64] dan kemudian ke tanggal saat ini sebagai tanggapan atas pemogokan SAG-AFTRA 2023, dengan mengambil tanggal rilis asli The SpongeBob Movie: Search for SquarePants.[65] Karena penundaan Dampak pandemi COVID-19 terhadap perfilman dan pemogokan di Hollywood pada tahun 2023, anggaran untuk film ini dilaporkan meningkat menjadi setidaknya $400 juta, menempatkannya di antara Daftar film termahal yang pernah dibuat.[66] Berdasarkan ekspektasi industri pada umumnya, film ini mungkin perlu menghasilkan sekitar $1 miliar di seluruh dunia untuk menutup biaya produksinya.[66] Namun, selain box office, kinerjanya di layanan streaming Paramount, Paramount+, juga diharapkan menjadi faktor penting dalam mengevaluasi kesuksesannya secara keseluruhan.[66]
Secara internasional, film ini dirilis secara teatrikal di Australia, Selandia Baru, Filipina, India, dan Korea Selatan pada tanggal 17 Mei 2025[67] sebelum dirilis di Inggris pada tanggal 21 Mei.[68] Film ini dirilis dalam format standar, 4DX dan IMAX.
Hingga 6 Juli 2025[update], Mission: Impossible - The Final Reckoning telah meraup $191.2 juta di Amerika Serikat dan Kanada, serta $385 juta di wilayah lainnya, dengan total pendapatan $576.2 juta di seluruh dunia.[1][4]
Di Amerika Serikat dan Kanada, The Final Reckoning dirilis bersamaan dengan film Lilo & Stitch, dan pada awalnya diproyeksikan meraup 80-110 juta dolar AS selama akhir pekan Memorial Day selama empat hari.[69] Final Reckoning mendapatkan $24,8 juta pada hari pembukaannya, termasuk $8,3 juta dari pratinjau pada Kamis malam, mencetak rekor hari pembukaan baru untuk waralaba ini. Film ini memulai debutnya dengan $64 juta selama akhir pekan tiga hari dan mencapai $77 juta selama akhir pekan Memorial Day selama empat hari, berada di posisi kedua di belakang Lilo & Stitch dari Disney. Meskipun tidak menduduki puncak box office, film ini berkontribusi pada akhir pekan Memorial Day terbesar dalam sejarah box office domestik, dengan semua film yang digabungkan untuk memecahkan rekor $334.5 juta.[70]
Ulasan umumnya positif tetapi tidak terlalu banyak dibandingkan dengan angsuran sebelumnya.[e] Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 80% pada 390 ulasan para kritikus adalah positif. Konsensus situs web berbunyi: "Raksasa dalam aksi, waktu, dan cakupan, The Final Reckoning adalah perpisahan sentimental untuk Ethan Hunt yang menyelesaikan misinya dengan ciri khas untuk hal yang mustahil."[75] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 67 dari 100, berdasarkan 57 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[76] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan nilai rata-rata "A-" pada skala A+ hingga F, sementara mereka yang disurvei oleh PostTrak memberikan nilai positif secara keseluruhan sebesar 89%, dengan 79% mengatakan bahwa mereka pasti akan merekomendasikan film tersebut.[77]
Dalam ulasannya untuk RogerEbert.com, Brian Tallerico mengkritik satu jam pertama film ini sebagai "berulang-ulang dan megah sampai-sampai seperti parodi" dan "segmen terburuk dalam keseluruhan waralaba", tetapi memuji sekuens aksinya yang "cukup untuk mengabaikan semua hal yang salah dari film ini hingga saat itu."[78] Cary Darling dari Houston Chronicle menggambarkan film tersebut sebagai "cicilan yang mengecewakan" dengan film tersebut menjadi "hampir tiga jam dalam hidup Anda yang tidak akan pernah bisa Anda dapatkan kembali".[79] Amy Nicholson dari The Los Angeles Times mengatakan, "Hampir tidak ada percakapan, hanya firasat dan rencana yang disampaikan dalam poin-poin seperti proyek penelitian kelompok. Tidak ada yang menginjak jeda dramatis orang lain. Mereka mungkin juga sedang membaca cara membuat IKEA Rak buku Billy".[80]
Pada bulan Juni 2023, McQuarrie mengatakan kepada Fandango bahwa Dead Reckoning dan The Final Reckoning tidak akan mengakhiri seri ini, dan mereka sedang mengembangkan ide untuk seri selanjutnya.[81] Pada bulan Juli 2023, selama promosi untuk Dead Reckoning, Cruise menyatakan ketertarikannya untuk terus membuat film lebih lanjut dalam seri tersebut sebagai Ethan Hunt, meskipun kedua film tersebut pada awalnya ditagih sebagai perpisahan dengan karakter tersebut, dengan mengutip Harrison Ford yang memerankan Indiana Jones pada awal tahun 80-an di Indiana Jones and the Dial of Destiny.[82] Pada tanggal 12 November 2024, jurnalis Jeff Sneider melaporkan bahwa Cruise sedang melirik lawan mainnya di Top Gun: Maverick, Glen Powell, untuk menggantikannya sebagai pemeran utama yang baru. Powell membantah rumor ini dalam acara The Pat McAfee Show.[83][84] Pada bulan Mei 2025, saat pemutaran perdana di New York untuk film ini, Cruise mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa film ini adalah film terakhir dalam waralaba ini, dan menambahkan bahwa film ini tidak dinamai The Final Reckoning tanpa alasan.[5]
Though reviews have been positive for The Final Reckoning, the reception has been a cut below the franchise's usual reputation as a critical darling.
Mission: Impossible – The Final Reckoning's reviews from critics have been good, but not great.
Posting on social media, critics have shared their thoughts on the film—and it is fair to say that it has generated mixed feelings.
Those biplanes may be soaring in the sky in Mission: Impossible – The Final Reckoning, but critics feel like the movie is too heavy to really take off.