Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Minhadjurrahman Djojosoegito

Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito adalah pendiri Gerakan Ahmadiyah Indonesia yang merupakan Ahmadiyah aliran Lahore.

pendiri aliran Ahmadiyyah di Indonesia
Diperbarui 14 Mei 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Minhadjurrahman Djojosoegito
Minhadjurrahman Djojosoegito di Yogyakarta, tahun 1957

Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito adalah pendiri Gerakan Ahmadiyah Indonesia yang merupakan Ahmadiyah aliran Lahore.

Latar belakang

Djojosoegito adalah misan dari K.H. Hasyim Asyari (1871-1947), pendiri Nahdlatul Ulama. Djojosoegito adalah seorang guru dari Yogyakarta. Pada awalnya ia adalah seorang guru aktif di Muhammadiyah, sehingga terpilih menjadi Ketua Majlis Pimpinan Pengajaran Muhammadiyah. Pada saat itu ia adalah seorang pengikut setia dari K.H. Ahmad Dahlan.[1]

Awal berdiri Gerakan Ahmadiyah Indonesia

Pada awal abad ke-20, Djojosoegito menjadi tertarik dengan ajaran Ahmadiyah. Tahun 1924 dua pendakwah Ahmadiyah Lahore Mirza Wali Ahmad Baig and Maulana Ahmad, datang ke Yogyakarta. Pada saat itu, Djojosoegito menjabat sebagai sekretaris di Muhammadiyah, mengundang Mirza dan Maulana untuk berpidato dalam Muktamar ke-13 Muhammadiyah, dan Djojosoegito menyebut Ahmadiyah sebagai "Organisasi Saudara Muhammadiyah".[1]

Pada tahun 1926, Haji Rasul, ayah dari Hamka, mendebat Mirza Wali Ahmad Baig, dan debat ini menjadi awal terkucilnya Djojosoegito dari lingkaran petinggi Muhammadiyah. Tahun 1926, Djojosoegito mulai mempertimbangkan bersama dengan Mirza untuk membuat organisasi yang terpisah dari Muhammadiyah. Pada 5 Juli 1928, kantor pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan melarang pengajaran paham Ahmadiyah di dalam lingkup Muhammadiyah. Kemudian pada Muktamar Muhammadiyah 18 di Solo tahun 1929 mengeluarkan pernyataan bahwa "orang yang percaya akan Nabi sesudah Muhammad adalah kafir" yang merupakan puncak konflik antara Muhammadiyah dan Ahmadiyah. Djojosoegito, pada saat itu menjabat sebagai ketua Muhammadiyah cabang Purwokerto, dikeluarkan dari jabatannya. Gerakan Ahmadiyah Indonesia kemudian dibentuk 10 Desember 1928 dan resmi berdiri 4 April 1930. Djojosoegito menjabat sebagai ketuanya.[1]

Djojosoegito menerjemahkan Quran Tafsir Maulana Muhammad Ali ke dalam bahasa Jawa.

Referensi

  1. 1 2 3 Beck, Herman (2005). The rupture between the muhammadiyah and the ahmadiyya. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (BKI) 161-2/3 (2005):210-246

Pranala luar

  • Profil dan Silsilah keluarga
  • Resensi Buku Gerakan Ahmadiyah di Indonesia Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Awal berdiri Gerakan Ahmadiyah Indonesia
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Ahmadiyyah di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Ahmadiyаh

denominasi syiah

Agama di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026