Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mimesis

Mimesis adalah istilah yang digunakan dalam kritik sastra dan filsafat yang memiliki banyak arti, termasuk imitatio, imitasi, kesamaan nonsensuous, penerimaan, representasi, mimikri, tindakan ekspresi, tindakan menyerupai, dan penyajian diri.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mimesis (/mɪˈmiːsɪs, mə-, maɪ-, -əs/;[1] bahasa Yunani Kuno: μίμησιςcode: grc is deprecated , mīmēsis) adalah istilah yang digunakan dalam kritik sastra dan filsafat yang memiliki banyak arti, termasuk imitatio, imitasi, kesamaan nonsensuous, penerimaan, representasi, mimikri, tindakan ekspresi, tindakan menyerupai, dan penyajian diri.[2]

Mimesis adalah sebuah proses peniruan. Mimesis ada di dalam diri setiap manusia sehingga proses peniruan ini juga menjadi proses terciptanya budaya. Secara sistematis, Mimesis terjadi karena kita menjadikan orang lain sebagai model.

Referensi

  1. ↑ Wells, John C. (2008), Longman Pronunciation Dictionary (Edisi 3rd), Longman, ISBN 9781405881180
  2. ↑ Gebauer and Wulf (1992, 1).

Pranala luar

  • (Inggris) Plato's Republic II, transl. Benjamin Jowell Diarsipkan 2011-10-16 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Plato's Republic X, transl. Benjamin Jowell Diarsipkan 2007-05-24 di Wayback Machine.
  • (Inggris) INFINITE REGRESS OF FORMS Diarsipkan 2006-09-07 di Wayback Machine. Plato's recounting of the "bedness" theory involved in the bed metaphor
  • (Inggris) The University of Chicago, Theories of Media Keywords
  • (Inggris) University of Barcelona Mimesi (Research on Poetics & Rhetorics in Catalan Literature)
  • (Inggris) "Mimesis", an article by Władysław Tatarkiewicz for the Dictionary of History of Ideas
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko
  • Latvia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Plato

filsuf Yunani Kuno

René Girard

disebut mimesis. Mimesis ada di dalam diri setiap manusia sehingga proses peniruan ini juga menjadi proses terciptanya budaya. Secara sistematis, Mimesis terjadi

Mengambinghitamkan

didorong oleh keinginan yang dimiliki atau diinginkan orang lain pula (hasrat mimesis). Oleh karena itu, hal ini menyebabkan terjadinya triangulasi keinginan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026